<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Bakal Merger Garuda Indonesia, Citilink dan Pelita Air</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir bakal menggabungkan atau merger Garuda Indonesia, Citilink Indonesia dan Pelita Air Service.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/22/320/2868765/erick-thohir-bakal-merger-garuda-indonesia-citilink-dan-pelita-air</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/22/320/2868765/erick-thohir-bakal-merger-garuda-indonesia-citilink-dan-pelita-air"/><item><title>Erick Thohir Bakal Merger Garuda Indonesia, Citilink dan Pelita Air</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/22/320/2868765/erick-thohir-bakal-merger-garuda-indonesia-citilink-dan-pelita-air</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/22/320/2868765/erick-thohir-bakal-merger-garuda-indonesia-citilink-dan-pelita-air</guid><pubDate>Selasa 22 Agustus 2023 12:15 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/22/320/2868765/erick-thohir-bakal-merger-garuda-indonesia-citilink-dan-pelita-air-4DIfrwiaZ4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Erick Thohir bakal merger Garuda Indonesia, Citilink dan Pelita Air (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/22/320/2868765/erick-thohir-bakal-merger-garuda-indonesia-citilink-dan-pelita-air-4DIfrwiaZ4.jpg</image><title>Erick Thohir bakal merger Garuda Indonesia, Citilink dan Pelita Air (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir bakal menggabungkan atau merger Garuda Indonesia, Citilink Indonesia dan Pelita Air Service. Opsi merger ketiga BUMN dalam klaster penerbangan ini merupakan upaya efisiensi Kementerian BUMN.
Di mana, aksi serupa sudah dilakukan sebelumnya di sektor pelabuhan dan logistik dengan menggabungkan empat perusahaan Pelindo.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Bakal Suntik PMN Triliunan ke BUMN, Berikut Daftarnya

&quot;Setelah melakukan rangkaian program efisiensi pada empat Pelindo, akan melanjutkan ke BUMN pada klaster lain, maskapai penerbangan. Saat ini, terdapat tiga BUMN yang bergerak di bidang penerbangan, yaitu Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air,&quot; ujar Erick melalui keterangan pers, Selasa (22/8/2023).
Garuda Indonesia, kata Erick, telah diselamatkan, setelah nyaris dibubarkan. Maskapai dengan kode saham GIAA itu pada akhirnya dipertahankan karena Indonesia perlu tetap memiliki flag carrier.

BACA JUGA:
Temui Luhut, Wamen BUMN Sebut Himbara Siap Beri Insentif Kendaraan Listrik

Garuda diselamatkan melalui rangkaian restrukturisasi paling rumit dalam sejarah penyelamatan korporasi Indonesia. Saat perusahaan diperjuangkan, lanjut Erick, di waktu yang sama telah dipersiapkan Pelita Air.
Dengan tujuan agar Indonesia tetap memiliki flag carrier nasional, jika Garuda gagal diselamatkan.Di lain sisi, dia mengaku Indonesia masih kekurangan sekitar 200  pesawat. Perhitungan itu diperoleh dari perbandingan antara Amerika  Serikat dan Indonesia.
Di Amerika Serikat, sebut Erick, terdapat 7.200 pesawat yang melayani  rute domestik. Di mana terdapat 300 juta populasi yang rata-rata  pendapatan per kapita (GDP) mencapai USD 40.000.
Sementara di Indonesia terdapat 280 juta penduduk yang memiliki GDP  USD 4.700. Itu berarti Indonesia membutuhkan 729 pesawat. Padahal  sekarang, Indonesia baru memiliki 550 pesawat.
&quot;Jadi perkara logistik kita belum sesuai,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir bakal menggabungkan atau merger Garuda Indonesia, Citilink Indonesia dan Pelita Air Service. Opsi merger ketiga BUMN dalam klaster penerbangan ini merupakan upaya efisiensi Kementerian BUMN.
Di mana, aksi serupa sudah dilakukan sebelumnya di sektor pelabuhan dan logistik dengan menggabungkan empat perusahaan Pelindo.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Bakal Suntik PMN Triliunan ke BUMN, Berikut Daftarnya

&quot;Setelah melakukan rangkaian program efisiensi pada empat Pelindo, akan melanjutkan ke BUMN pada klaster lain, maskapai penerbangan. Saat ini, terdapat tiga BUMN yang bergerak di bidang penerbangan, yaitu Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air,&quot; ujar Erick melalui keterangan pers, Selasa (22/8/2023).
Garuda Indonesia, kata Erick, telah diselamatkan, setelah nyaris dibubarkan. Maskapai dengan kode saham GIAA itu pada akhirnya dipertahankan karena Indonesia perlu tetap memiliki flag carrier.

BACA JUGA:
Temui Luhut, Wamen BUMN Sebut Himbara Siap Beri Insentif Kendaraan Listrik

Garuda diselamatkan melalui rangkaian restrukturisasi paling rumit dalam sejarah penyelamatan korporasi Indonesia. Saat perusahaan diperjuangkan, lanjut Erick, di waktu yang sama telah dipersiapkan Pelita Air.
Dengan tujuan agar Indonesia tetap memiliki flag carrier nasional, jika Garuda gagal diselamatkan.Di lain sisi, dia mengaku Indonesia masih kekurangan sekitar 200  pesawat. Perhitungan itu diperoleh dari perbandingan antara Amerika  Serikat dan Indonesia.
Di Amerika Serikat, sebut Erick, terdapat 7.200 pesawat yang melayani  rute domestik. Di mana terdapat 300 juta populasi yang rata-rata  pendapatan per kapita (GDP) mencapai USD 40.000.
Sementara di Indonesia terdapat 280 juta penduduk yang memiliki GDP  USD 4.700. Itu berarti Indonesia membutuhkan 729 pesawat. Padahal  sekarang, Indonesia baru memiliki 550 pesawat.
&quot;Jadi perkara logistik kita belum sesuai,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
