<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bank Mandiri Revisi Target Pertumbuhan Kredit Jadi 8%, Kenapa Ya?</title><description>BMRI merevisi target pertumbuhan kredit di kisaran 8%-9% atau di bawah ekspektasi awal tahun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/22/320/2868776/bank-mandiri-revisi-target-pertumbuhan-kredit-jadi-8-kenapa-ya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/22/320/2868776/bank-mandiri-revisi-target-pertumbuhan-kredit-jadi-8-kenapa-ya"/><item><title>Bank Mandiri Revisi Target Pertumbuhan Kredit Jadi 8%, Kenapa Ya?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/22/320/2868776/bank-mandiri-revisi-target-pertumbuhan-kredit-jadi-8-kenapa-ya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/22/320/2868776/bank-mandiri-revisi-target-pertumbuhan-kredit-jadi-8-kenapa-ya</guid><pubDate>Selasa 22 Agustus 2023 12:36 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/22/320/2868776/bank-mandiri-revisi-target-pertumbuhan-kredit-jadi-8-kenapa-ya-LDesGxeVyx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Mandiri Revisi Pertumbuhan Kredit (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/22/320/2868776/bank-mandiri-revisi-target-pertumbuhan-kredit-jadi-8-kenapa-ya-LDesGxeVyx.jpg</image><title>Bank Mandiri Revisi Pertumbuhan Kredit (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMS8xLzE2OTQ4Ni81L3g4bmQzd2E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) merevisi target pertumbuhan kredit di kisaran 8%-9% atau di bawah ekspektasi awal tahun.
Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menyatakan, pertumbuhan kredit tersebut berdasarkan nowcasting perusahaan yang semula pertumbuhan kredit di 10%-11%.

BACA JUGA:
Suram! S&amp;amp;P Pangkas Peringkat Bank AS, Ini Daftarnya

&quot;Berdasarkan nowcasting kami, pertumbuhan kredit akan berada di kisaran 8% - 9% atau relatif di bawah ekspektasi awal tahun kami yang berada di kisaran 10% - 11%,&quot; ujar Andry dalam Media Gathering &amp;amp; Presentasi Macroeconomic Outlook Mandiri, Selasa (22/8/2023).
Adapun dari sektor perbankan, fungsi intermediasi perbankan masih terus tumbuh positif meski mulai termoderasi.

BACA JUGA:
Pertemuan Menkeu dan Gubernur Bank Sentral se-ASEAN Digelar Hari Ini

Pertumbuhan kredit pada bulan Juni tumbuh 7.76% melambat jika dibandingkan akhir triwulan I 2023 sebesar 9.9%.Di sisi lain, pertumbuhan dana pihak ketiga juga terus melambat, tercatat mencapai 5.79% pada bulan Juni seiring perilaku nasabah yang kembali menggunakan dananya untuk konsumsi atau investasi.
&quot;Namun demikian likuiditas perbankan secara umum masih cukup memadai, terefleksi dari rasio Loan to Deposit (LDR) yang masih berada pada 82% sehingga masih akan dapat menopang akselerasi pertumbuhan ekonomi ke depan,&quot; kata Andry.
Sebelumnya, Bank Mandiri konsisten untuk mempertahankan target kredit di tahun ini, meski secara industri kredit perbankan mengalami perlambatan. Bank Mandiri yakin hingga akhir tahun 2023 kredit akan tumbuh dikisaran 10% &amp;ndash; 12% yoy.
Optimisme tersebut, sejalan dengan strategi Bank Mandiri yang berfokus untuk mengoptimalisasi ekosistem nasabah wholesale termasuk bisnis turunannya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMS8xLzE2OTQ4Ni81L3g4bmQzd2E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) merevisi target pertumbuhan kredit di kisaran 8%-9% atau di bawah ekspektasi awal tahun.
Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menyatakan, pertumbuhan kredit tersebut berdasarkan nowcasting perusahaan yang semula pertumbuhan kredit di 10%-11%.

BACA JUGA:
Suram! S&amp;amp;P Pangkas Peringkat Bank AS, Ini Daftarnya

&quot;Berdasarkan nowcasting kami, pertumbuhan kredit akan berada di kisaran 8% - 9% atau relatif di bawah ekspektasi awal tahun kami yang berada di kisaran 10% - 11%,&quot; ujar Andry dalam Media Gathering &amp;amp; Presentasi Macroeconomic Outlook Mandiri, Selasa (22/8/2023).
Adapun dari sektor perbankan, fungsi intermediasi perbankan masih terus tumbuh positif meski mulai termoderasi.

BACA JUGA:
Pertemuan Menkeu dan Gubernur Bank Sentral se-ASEAN Digelar Hari Ini

Pertumbuhan kredit pada bulan Juni tumbuh 7.76% melambat jika dibandingkan akhir triwulan I 2023 sebesar 9.9%.Di sisi lain, pertumbuhan dana pihak ketiga juga terus melambat, tercatat mencapai 5.79% pada bulan Juni seiring perilaku nasabah yang kembali menggunakan dananya untuk konsumsi atau investasi.
&quot;Namun demikian likuiditas perbankan secara umum masih cukup memadai, terefleksi dari rasio Loan to Deposit (LDR) yang masih berada pada 82% sehingga masih akan dapat menopang akselerasi pertumbuhan ekonomi ke depan,&quot; kata Andry.
Sebelumnya, Bank Mandiri konsisten untuk mempertahankan target kredit di tahun ini, meski secara industri kredit perbankan mengalami perlambatan. Bank Mandiri yakin hingga akhir tahun 2023 kredit akan tumbuh dikisaran 10% &amp;ndash; 12% yoy.
Optimisme tersebut, sejalan dengan strategi Bank Mandiri yang berfokus untuk mengoptimalisasi ekosistem nasabah wholesale termasuk bisnis turunannya.</content:encoded></item></channel></rss>
