<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Soroti Pesatnya Pertumbuhan Populasi di Asean</title><description>Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyoroti pesatnya perkembangan pembangunan dan pertumbuhan penduduk.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/22/320/2869027/sri-mulyani-soroti-pesatnya-pertumbuhan-populasi-di-asean</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/22/320/2869027/sri-mulyani-soroti-pesatnya-pertumbuhan-populasi-di-asean"/><item><title>Sri Mulyani Soroti Pesatnya Pertumbuhan Populasi di Asean</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/22/320/2869027/sri-mulyani-soroti-pesatnya-pertumbuhan-populasi-di-asean</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/22/320/2869027/sri-mulyani-soroti-pesatnya-pertumbuhan-populasi-di-asean</guid><pubDate>Selasa 22 Agustus 2023 17:02 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/22/320/2869027/sri-mulyani-soroti-pesatnya-pertumbuhan-populasi-di-asean-2I3kKWZIZ0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam acara ASEAN Fest 2023. (Foto: YouTube/Kemenkeu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/22/320/2869027/sri-mulyani-soroti-pesatnya-pertumbuhan-populasi-di-asean-2I3kKWZIZ0.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam acara ASEAN Fest 2023. (Foto: YouTube/Kemenkeu)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wOS8xLzE2ODk2My81L3g4bjNwejQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyoroti pesatnya perkembangan pembangunan dan pertumbuhan penduduk, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Menurutnya, hal ini akan berdampak terhadap pembangunan global dalam satu dekade ke depan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sri Mulyani Siapkan Berbagai Pembiayaan Rumah untuk Masyarakat Berpendapatan Rendah

&quot;Kita di ASEAN menyaksikan langsung ekspansi ekonomi yang luar biasa dan juga pertumbuhan populasi yang mendorong Asia di lini depan pembangunan global baru, dengan 50% pembangunan global di dekade selanjutnya diprediksi berada di Asia,&quot; ujar Sri dalam Seminar Energy Efficient Mortgage (EEM) Development throughout ASEAN countries di Jakarta, Selasa (22/8/2023).

Risiko dari emisi karbon yang tereskalasi dari meningkatnya aktivitas pembangunan menuntut semua pihak untuk menangani tantangan-tantangan ini dengan inovasi. Terlebih lagi, sektor gedung dan konstruksi memiliki kontribusi besar terhadap konsumsi energi global dan emisi karbon.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sri Mulyani Siapkan Tambahan PMN Hutama Karya Rp12,5 Triliun pada 2024

Di 2020, sektor ini memakan 36% dari total konsumsi energi global dan mengkontribusikan 37% dari emisi karbon global.

&quot;Tapi, kami menyadari bahwa dunia dan ekonomi-ekonomi di dalamnya itu bukan one size fits all. Maka dari itu, untuk solusi pembangunan berkelanjutan, kita perlu mendesain di tiap negara atau wilayah dengan lokalitasnya masing-masing,&quot; ungkap Sri.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sri Mulyani Siapkan Tambahan PMN Hutama Karya Rp12,5 Triliun pada 2024


Dalam hal ini, semua pihak perlu untuk bekerja sama dalam mendorong inovasi dalam pembangunan konstruksi untuk meningkatkan efisiensi energi dan membatasi konsumsi energi dengan tetap memenuhi kebutuhan pendinginan dan ventilasi.



&quot;Maka dari itu kami sudah senang mendengar bahwa Kementerian PUPR akan meluncurkan piloting 1 juta perumahan dengan konsep perumahan hijau,&quot; tandas Sri.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wOS8xLzE2ODk2My81L3g4bjNwejQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati menyoroti pesatnya perkembangan pembangunan dan pertumbuhan penduduk, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Menurutnya, hal ini akan berdampak terhadap pembangunan global dalam satu dekade ke depan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sri Mulyani Siapkan Berbagai Pembiayaan Rumah untuk Masyarakat Berpendapatan Rendah

&quot;Kita di ASEAN menyaksikan langsung ekspansi ekonomi yang luar biasa dan juga pertumbuhan populasi yang mendorong Asia di lini depan pembangunan global baru, dengan 50% pembangunan global di dekade selanjutnya diprediksi berada di Asia,&quot; ujar Sri dalam Seminar Energy Efficient Mortgage (EEM) Development throughout ASEAN countries di Jakarta, Selasa (22/8/2023).

Risiko dari emisi karbon yang tereskalasi dari meningkatnya aktivitas pembangunan menuntut semua pihak untuk menangani tantangan-tantangan ini dengan inovasi. Terlebih lagi, sektor gedung dan konstruksi memiliki kontribusi besar terhadap konsumsi energi global dan emisi karbon.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sri Mulyani Siapkan Tambahan PMN Hutama Karya Rp12,5 Triliun pada 2024

Di 2020, sektor ini memakan 36% dari total konsumsi energi global dan mengkontribusikan 37% dari emisi karbon global.

&quot;Tapi, kami menyadari bahwa dunia dan ekonomi-ekonomi di dalamnya itu bukan one size fits all. Maka dari itu, untuk solusi pembangunan berkelanjutan, kita perlu mendesain di tiap negara atau wilayah dengan lokalitasnya masing-masing,&quot; ungkap Sri.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sri Mulyani Siapkan Tambahan PMN Hutama Karya Rp12,5 Triliun pada 2024


Dalam hal ini, semua pihak perlu untuk bekerja sama dalam mendorong inovasi dalam pembangunan konstruksi untuk meningkatkan efisiensi energi dan membatasi konsumsi energi dengan tetap memenuhi kebutuhan pendinginan dan ventilasi.



&quot;Maka dari itu kami sudah senang mendengar bahwa Kementerian PUPR akan meluncurkan piloting 1 juta perumahan dengan konsep perumahan hijau,&quot; tandas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
