<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Garuda Indonesia-Pelita Air Merger, Begini Penjelasan Erick Thohir</title><description>Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir berencana untuk merger Garuda Indonesia, Citilink Indonesia dan Pelita Air Service.&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/23/320/2869064/garuda-indonesia-pelita-air-merger-begini-penjelasan-erick-thohir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/23/320/2869064/garuda-indonesia-pelita-air-merger-begini-penjelasan-erick-thohir"/><item><title>Garuda Indonesia-Pelita Air Merger, Begini Penjelasan Erick Thohir</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/23/320/2869064/garuda-indonesia-pelita-air-merger-begini-penjelasan-erick-thohir</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/23/320/2869064/garuda-indonesia-pelita-air-merger-begini-penjelasan-erick-thohir</guid><pubDate>Rabu 23 Agustus 2023 07:02 WIB</pubDate><dc:creator>Himayatul Azizah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/22/320/2869064/garuda-indonesia-pelita-air-merger-begini-penjelasan-erick-thohir-Nr4vIBee48.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir soal merger Garuda Indonesia, Citilink dan Pelita Air. (Foto: Kementerian BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/22/320/2869064/garuda-indonesia-pelita-air-merger-begini-penjelasan-erick-thohir-Nr4vIBee48.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir soal merger Garuda Indonesia, Citilink dan Pelita Air. (Foto: Kementerian BUMN)</title></images><description>


JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir berencana untuk merger Garuda Indonesia, Citilink Indonesia dan Pelita Air Service.
Pilihan merger ketiga BUMN pada klaster penerbangan ini merupakan bentuk efisiensi terhadap Kementrian BUMN.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Dirut Garuda Indonesia Buka Suara soal Rencana Besar Merger dengan Citilink-Pelita Air

Sebelumnya kebijakan serupa telah dilaksanakan pada sektor pelabuhan dan logistik. Dengan cara menggabungkan empat perusahaan Pelindo.
&quot;Setelah melakukan rangkaian program efisiensi pada empat Pelindo, akan melanjutkan ke BUMN pada klaster lain, maskapai penerbangan. Saat ini, terdapat tiga BUMN yang bergerak di bidang penerbangan, yaitu Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air,&quot; ujar Erick melalui keterangan pers, Selasa, 22 Agustus 2023.
Erick mengatakan bahwa maskapai dengan kode saham GIAA telah diselamatkan setelah nyaris dibubarkan. Hal ini dilakukan sebab Indonesia memerlukan flag carrier.

BACA JUGA:
Kinerja Membaik, Garuda Indonesia Masuk Daftar 100 Perusahaan Terbesar RI

Melalui rangkaian restrukturisasi yang rumit, Garuda dapat diselamatkan. Erick menjelaskan ketika perusahaan tengah diperjuangkan, di waktu yang bersamaan telah disiapkan Pelita Air.Hal tersebut bertujuan agar Indonesia tetap memiliki flag carrier nasional, apabila Garuda tidak dapat diselamatkan.
Erick juga memaparkan, Indonesia masih kekurangan sebanyak 200 pesawat. Perhitungan ini diperoleh melalui perbandingan anatara Amerika Serikat dan Indonesia.
Di Amerika Serikat Erick menyebut terdapat 7.200 pesawat yang melayani rute domestik. Di mana terdapat 300 juta populasi yang rata-rata pendapatan per kapita (GDP) mencapai USD 40.000.
Sementara di Indonesia terdapat 280 juta penduduk yang memiliki GDP USD 4.700. Dengan itu Indonesia membutuhkan 729 pesawat.
&quot;Jadi perkara logistik kita belum sesuai,&quot; ucap Erick.
Baca Selengkapnya: Erick Thohir Bakal Merger Garuda Indonesia, Citilink dan Pelita Air</description><content:encoded>


JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir berencana untuk merger Garuda Indonesia, Citilink Indonesia dan Pelita Air Service.
Pilihan merger ketiga BUMN pada klaster penerbangan ini merupakan bentuk efisiensi terhadap Kementrian BUMN.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Dirut Garuda Indonesia Buka Suara soal Rencana Besar Merger dengan Citilink-Pelita Air

Sebelumnya kebijakan serupa telah dilaksanakan pada sektor pelabuhan dan logistik. Dengan cara menggabungkan empat perusahaan Pelindo.
&quot;Setelah melakukan rangkaian program efisiensi pada empat Pelindo, akan melanjutkan ke BUMN pada klaster lain, maskapai penerbangan. Saat ini, terdapat tiga BUMN yang bergerak di bidang penerbangan, yaitu Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air,&quot; ujar Erick melalui keterangan pers, Selasa, 22 Agustus 2023.
Erick mengatakan bahwa maskapai dengan kode saham GIAA telah diselamatkan setelah nyaris dibubarkan. Hal ini dilakukan sebab Indonesia memerlukan flag carrier.

BACA JUGA:
Kinerja Membaik, Garuda Indonesia Masuk Daftar 100 Perusahaan Terbesar RI

Melalui rangkaian restrukturisasi yang rumit, Garuda dapat diselamatkan. Erick menjelaskan ketika perusahaan tengah diperjuangkan, di waktu yang bersamaan telah disiapkan Pelita Air.Hal tersebut bertujuan agar Indonesia tetap memiliki flag carrier nasional, apabila Garuda tidak dapat diselamatkan.
Erick juga memaparkan, Indonesia masih kekurangan sebanyak 200 pesawat. Perhitungan ini diperoleh melalui perbandingan anatara Amerika Serikat dan Indonesia.
Di Amerika Serikat Erick menyebut terdapat 7.200 pesawat yang melayani rute domestik. Di mana terdapat 300 juta populasi yang rata-rata pendapatan per kapita (GDP) mencapai USD 40.000.
Sementara di Indonesia terdapat 280 juta penduduk yang memiliki GDP USD 4.700. Dengan itu Indonesia membutuhkan 729 pesawat.
&quot;Jadi perkara logistik kita belum sesuai,&quot; ucap Erick.
Baca Selengkapnya: Erick Thohir Bakal Merger Garuda Indonesia, Citilink dan Pelita Air</content:encoded></item></channel></rss>
