<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Diminta Tahan Suku Bunga Acuan di 5,75%, Ini Alasannya</title><description>Bank Indonesia (BI) diminta tetap mempertahankan suku bunga BI7DRR di 5,75%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/23/320/2869405/bi-diminta-tahan-suku-bunga-acuan-di-5-75-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/23/320/2869405/bi-diminta-tahan-suku-bunga-acuan-di-5-75-ini-alasannya"/><item><title>BI Diminta Tahan Suku Bunga Acuan di 5,75%, Ini Alasannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/23/320/2869405/bi-diminta-tahan-suku-bunga-acuan-di-5-75-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/23/320/2869405/bi-diminta-tahan-suku-bunga-acuan-di-5-75-ini-alasannya</guid><pubDate>Rabu 23 Agustus 2023 10:38 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/23/320/2869405/bi-diminta-tahan-suku-bunga-acuan-di-5-75-ini-alasannya-hDZO4kKE4h.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia diminta tahan suku bunga. (Foto: BI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/23/320/2869405/bi-diminta-tahan-suku-bunga-acuan-di-5-75-ini-alasannya-hDZO4kKE4h.JPG</image><title>Bank Indonesia diminta tahan suku bunga. (Foto: BI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny81L3g4ajZtNmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) diminta tetap mempertahankan suku bunga BI7DRR di 5,75%.

Memantau perkembangan ekonomi terkini, Ekonom LPEM FEB Universitas Indonesia (UI) menyebut kalau hal itu untuk menjaga inflasi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bank Sentral China Pangkas Suku Bunga Acuan, Ini Alasannya

&quot;Kami melihat BI sebaiknya mempertahankan suku bunga acuan pada level saat ini sebesar 5,75% dengan tetap memantau stabilitas Rupiah dan menjaga inflasi,&quot; ujar Riefky dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (23/8/2023).

Menurutnya inflasi semakin melandai setelah normalisasi harga global dan implementasi berbagai program pengendalian harga domestik.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

7 Fakta Suku Bunga Acuan Bank Indonesia

Perekonomian juga tumbuh lebih kuat dari yang diharapkan pada kuartal kedua tahun ini, berkat permintaan domestik yang kuat.

Pertumbuhan sebesar 5,17% (yoy) ini terutama didorong oleh kuatnya konsumsi rumah tangga, yang melonjak menjadi 5,23% (yoy) dari 4,54% (yoy) pada kuartal sebelumnya, didukung oleh kehadiran perayaan Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Fitri Adha.

Mengikuti pola musiman, konsumsi pemerintah juga meningkat menjadi 10,62% (yoy) dari hanya 3,45% (yoy) di kuartal sebelumnya akibat penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) serta gaji ke-13.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BI Dinilai Punya Ruang Tahan Suku Bunga saat The Fed Tancap Gas


Di sisi lain, tekanan eksternal meningkat akibat the Fed kembali menaikkan suku bunga pada FOMC bulan Juli.



&quot;Ini mengakibatkan aliran keluar portofolio serta depresiasi mata uang di negara-negara berkembang,&quot; ucap Riefky.



Meskipun tetap menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terbaik di antara negara berkembang, Rupiah melemah karena surplus perdagangan Indonesia semakin menyusut.



&quot;BI perlu menahan tekanan eksternal terhadap Rupiah di tengah potensi kelanjutan kenaikan suku bunga the Fed sebelum akhir tahun ini,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny81L3g4ajZtNmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) diminta tetap mempertahankan suku bunga BI7DRR di 5,75%.

Memantau perkembangan ekonomi terkini, Ekonom LPEM FEB Universitas Indonesia (UI) menyebut kalau hal itu untuk menjaga inflasi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bank Sentral China Pangkas Suku Bunga Acuan, Ini Alasannya

&quot;Kami melihat BI sebaiknya mempertahankan suku bunga acuan pada level saat ini sebesar 5,75% dengan tetap memantau stabilitas Rupiah dan menjaga inflasi,&quot; ujar Riefky dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (23/8/2023).

Menurutnya inflasi semakin melandai setelah normalisasi harga global dan implementasi berbagai program pengendalian harga domestik.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

7 Fakta Suku Bunga Acuan Bank Indonesia

Perekonomian juga tumbuh lebih kuat dari yang diharapkan pada kuartal kedua tahun ini, berkat permintaan domestik yang kuat.

Pertumbuhan sebesar 5,17% (yoy) ini terutama didorong oleh kuatnya konsumsi rumah tangga, yang melonjak menjadi 5,23% (yoy) dari 4,54% (yoy) pada kuartal sebelumnya, didukung oleh kehadiran perayaan Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Fitri Adha.

Mengikuti pola musiman, konsumsi pemerintah juga meningkat menjadi 10,62% (yoy) dari hanya 3,45% (yoy) di kuartal sebelumnya akibat penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) serta gaji ke-13.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BI Dinilai Punya Ruang Tahan Suku Bunga saat The Fed Tancap Gas


Di sisi lain, tekanan eksternal meningkat akibat the Fed kembali menaikkan suku bunga pada FOMC bulan Juli.



&quot;Ini mengakibatkan aliran keluar portofolio serta depresiasi mata uang di negara-negara berkembang,&quot; ucap Riefky.



Meskipun tetap menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terbaik di antara negara berkembang, Rupiah melemah karena surplus perdagangan Indonesia semakin menyusut.



&quot;BI perlu menahan tekanan eksternal terhadap Rupiah di tengah potensi kelanjutan kenaikan suku bunga the Fed sebelum akhir tahun ini,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
