<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berapa Uang Jajan Menkeu Indonesia Sri Mulyani saat jadi Mahasiswa? Awas Jangan Kaget</title><description>Berapa uang jajan Menkeu Indonesia Sri Mulyani saat jadi mahasiswa?</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/23/320/2869434/berapa-uang-jajan-menkeu-indonesia-sri-mulyani-saat-jadi-mahasiswa-awas-jangan-kaget</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/23/320/2869434/berapa-uang-jajan-menkeu-indonesia-sri-mulyani-saat-jadi-mahasiswa-awas-jangan-kaget"/><item><title>Berapa Uang Jajan Menkeu Indonesia Sri Mulyani saat jadi Mahasiswa? Awas Jangan Kaget</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/23/320/2869434/berapa-uang-jajan-menkeu-indonesia-sri-mulyani-saat-jadi-mahasiswa-awas-jangan-kaget</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/23/320/2869434/berapa-uang-jajan-menkeu-indonesia-sri-mulyani-saat-jadi-mahasiswa-awas-jangan-kaget</guid><pubDate>Rabu 23 Agustus 2023 11:14 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/23/320/2869434/berapa-uang-jajan-menkeu-indonesia-sri-mulyani-saat-jadi-mahasiswa-awas-jangan-kaget-eU8wEQNH7b.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Berapa uang jajan Sri Mulyani saat jadi mahasiswa (Foto: Kemenkeu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/23/320/2869434/berapa-uang-jajan-menkeu-indonesia-sri-mulyani-saat-jadi-mahasiswa-awas-jangan-kaget-eU8wEQNH7b.jpg</image><title>Berapa uang jajan Sri Mulyani saat jadi mahasiswa (Foto: Kemenkeu)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xNy8xLzE2NTMxMS81L3g4azVzazI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Berapa uang jajan Menkeu Indonesia Sri Mulyani saat jadi mahasiswa? Ada momen yang tidak pernah terlupakan oleh Sri Mulyani saat menjadi mahasiswa.
Salah satunya mendapatkan uang jajan dari orangtuanya saat kuliah di Universitas Indonesia. Pengalamannya ini diceritakan oleh Mantan Anggota Bank Dunia ini saat menjadi tamu dalam acara Literasi Keuangan Indonesia Terdepan di Jakarta. Tentunya banyak orang penasaran berapa uang jajan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Sebut KPR Hijau Solusi Atasi Efek Gas Rumah Kaca dari Perumahan


Lantas berapa uang jajan Menkeu Indonesia Sri Mulyani saat jadi Mahasiswa yakni sebesar Rp 15.000 per bulan. Adapun pemberian uang saku itu ditransfer melalui PT Pos.
&quot;Saya mahasiswa kos-kosan uang saku hanya Rp 15.000 per bulan. Kalau dapat dari Kantor Pos bukan di transfer mobil banking, di UI Salemba di depannya ada Kantor Pos, ambil di sana, masuk tabungan di lemari, di bawah koran tempat baju saya,&quot; ujar Sri Mulyani dalam Youtube Kementerian Keuangan.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Soroti Pesatnya Pertumbuhan Populasi di Asean


Dia pun juga membandingkan zaman dulu dengan sekarang mengenai uang saku para mahasiswa. Pasalnya bukan nominal yang bikin mahasiswa kesulitan, tapi transaksi keuangan yang menjadi persoalan. Pasalnya tantangan transaksi keuangan juga masih minim. Lantaran uangnya masih berbentuk fisik.
Berbeda dengan saat ini, di mana tabungan anak muda hanya berbentuk  nominal angka saja yang bisa dilihat melalui smartphone. Alhasil, dalam  melakukan transaksi semakin mudah.
&quot;Jadi enggak tahu juga tiba-tiba sisa berapa. Kalau dulu kita uangnya  fisik, bisa dilihat, buat naik bemo berapa, makan siang berapa, sisa  berapa. Jadi konteksnya beda, anda bisa investasi macam-macam, dulu  mahasiswa kita baru diajari trading saham,&quot; ujarnya.
Dia menyarankan generasi muda mampu menjaga kesehatan finansialnya  dengan mengukur setiap transaksinya hingga mampu berinvestasi pada  tempat-tempat yang menguntungkan. Sehingga, pembiayaan bagi negara juga  terjaga.
&quot;Setiap generasi punya peran penting memperjuangkan, membangun,  mengusahakan, dan membiayai pembangunan, karena setiap kita, semua  kondisi, ekonominya mungkin berbeda-beda tapi untuk pembangunan  berkelanjutan dibutuhkan pembiayaan tapi juga dibutuhkan sektor keuangan  yang stabil tapi juga dalam,&quot; tegasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xNy8xLzE2NTMxMS81L3g4azVzazI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Berapa uang jajan Menkeu Indonesia Sri Mulyani saat jadi mahasiswa? Ada momen yang tidak pernah terlupakan oleh Sri Mulyani saat menjadi mahasiswa.
Salah satunya mendapatkan uang jajan dari orangtuanya saat kuliah di Universitas Indonesia. Pengalamannya ini diceritakan oleh Mantan Anggota Bank Dunia ini saat menjadi tamu dalam acara Literasi Keuangan Indonesia Terdepan di Jakarta. Tentunya banyak orang penasaran berapa uang jajan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Sebut KPR Hijau Solusi Atasi Efek Gas Rumah Kaca dari Perumahan


Lantas berapa uang jajan Menkeu Indonesia Sri Mulyani saat jadi Mahasiswa yakni sebesar Rp 15.000 per bulan. Adapun pemberian uang saku itu ditransfer melalui PT Pos.
&quot;Saya mahasiswa kos-kosan uang saku hanya Rp 15.000 per bulan. Kalau dapat dari Kantor Pos bukan di transfer mobil banking, di UI Salemba di depannya ada Kantor Pos, ambil di sana, masuk tabungan di lemari, di bawah koran tempat baju saya,&quot; ujar Sri Mulyani dalam Youtube Kementerian Keuangan.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Soroti Pesatnya Pertumbuhan Populasi di Asean


Dia pun juga membandingkan zaman dulu dengan sekarang mengenai uang saku para mahasiswa. Pasalnya bukan nominal yang bikin mahasiswa kesulitan, tapi transaksi keuangan yang menjadi persoalan. Pasalnya tantangan transaksi keuangan juga masih minim. Lantaran uangnya masih berbentuk fisik.
Berbeda dengan saat ini, di mana tabungan anak muda hanya berbentuk  nominal angka saja yang bisa dilihat melalui smartphone. Alhasil, dalam  melakukan transaksi semakin mudah.
&quot;Jadi enggak tahu juga tiba-tiba sisa berapa. Kalau dulu kita uangnya  fisik, bisa dilihat, buat naik bemo berapa, makan siang berapa, sisa  berapa. Jadi konteksnya beda, anda bisa investasi macam-macam, dulu  mahasiswa kita baru diajari trading saham,&quot; ujarnya.
Dia menyarankan generasi muda mampu menjaga kesehatan finansialnya  dengan mengukur setiap transaksinya hingga mampu berinvestasi pada  tempat-tempat yang menguntungkan. Sehingga, pembiayaan bagi negara juga  terjaga.
&quot;Setiap generasi punya peran penting memperjuangkan, membangun,  mengusahakan, dan membiayai pembangunan, karena setiap kita, semua  kondisi, ekonominya mungkin berbeda-beda tapi untuk pembangunan  berkelanjutan dibutuhkan pembiayaan tapi juga dibutuhkan sektor keuangan  yang stabil tapi juga dalam,&quot; tegasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
