<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dapat Investasi Rp311 Triliun, RI Kebut Pengembangan Kendaraan Listrik</title><description>Indonesia berhasil mendapatkan komitmen investasi untuk mengembangkan kendaraan listrik senilai USD20,3 miliar atau setara Rp311 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/23/320/2869557/dapat-investasi-rp311-triliun-ri-kebut-pengembangan-kendaraan-listrik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/23/320/2869557/dapat-investasi-rp311-triliun-ri-kebut-pengembangan-kendaraan-listrik"/><item><title>Dapat Investasi Rp311 Triliun, RI Kebut Pengembangan Kendaraan Listrik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/23/320/2869557/dapat-investasi-rp311-triliun-ri-kebut-pengembangan-kendaraan-listrik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/23/320/2869557/dapat-investasi-rp311-triliun-ri-kebut-pengembangan-kendaraan-listrik</guid><pubDate>Rabu 23 Agustus 2023 13:42 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/23/320/2869557/dapat-investasi-rp311-triliun-ri-kebut-pengembangan-kendaraan-listrik-6BmOAD3a4E.JPG" expression="full" type="image/jpeg">RI dapat investasi untuk pengembangan kendaraan listrik. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/23/320/2869557/dapat-investasi-rp311-triliun-ri-kebut-pengembangan-kendaraan-listrik-6BmOAD3a4E.JPG</image><title>RI dapat investasi untuk pengembangan kendaraan listrik. (Foto: Reuters)</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8zMS84LzE2ODU1OS81L3g4bXdraHM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Indonesia berhasil mendapatkan komitmen investasi untuk mengembangkan kendaraan listrik senilai USD20,3 miliar atau setara Rp311 triliun. (Kurs: Rp15.323/USD).

&quot;Sebanyak USD15 miliar atau Rp229,5 triliun dari jumlah tersebut akan digunakan untuk pengembangan baterai kendaraan listrik,&quot; ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemenkeu), Febrio Kacaribu di Jakarta, Rabu (23/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Segini Investasi yang Dibutuhkan Menuju Indonesia Emas 2045

Dia menyebut, baterai kendaraan listrik sejauh ini menjadi hal yang paling diminati oleh banyak investor.

Febrio mengatakan, Indonesia sangat berkomitmen dalam mengejar transisi energi ramah lingkungan.

Bahkan, Indonesia juga sudah menaikkan target penurunan emisi dalam Nationally Determined Contribution (NDC) sebesar 31,89% tanpa syarat dan 43,2% dengan syarat.

&quot;Kami (Indonesia) berkomitmen mencapai net zero emission pada tahun 2060 atau lebih cepat,&quot; ungkap Febrio.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tekan Emisi Karbon RI, Sri Mulyani Kejar Target Investasi Rp4.037 Triliun

Untuk memenuhi komitmen ini, dia menyebut bahwa pemerintah tak bisa menjalankannya sendiri. Terdapat tantangan dalam pemenuhan dana yang dibutuhkan untuk mencapai target pengurangan emisi karbon.

Febrio menegaskan bahwa untuk menghadapi tantangan ini, dibutuhkan peran sektor swasta, terutama pelaku industri, untuk turut berkontribusi terhadap pemenuhan target berkelanjutan ini.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Di Depan Mahasiswa, Bahlil Janji Investasi Capai Target Rp1.400 Triliun pada 2023


&quot;Untuk mencapai target NDC di 2030, Indonesia masih membutuhkan USD281 miliar atau sebesar Rp4.305 triliun, peran swasta disini sangat diperlukan, namun saat ini masih kurang (kontribusinya),&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8zMS84LzE2ODU1OS81L3g4bXdraHM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Indonesia berhasil mendapatkan komitmen investasi untuk mengembangkan kendaraan listrik senilai USD20,3 miliar atau setara Rp311 triliun. (Kurs: Rp15.323/USD).

&quot;Sebanyak USD15 miliar atau Rp229,5 triliun dari jumlah tersebut akan digunakan untuk pengembangan baterai kendaraan listrik,&quot; ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemenkeu), Febrio Kacaribu di Jakarta, Rabu (23/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Segini Investasi yang Dibutuhkan Menuju Indonesia Emas 2045

Dia menyebut, baterai kendaraan listrik sejauh ini menjadi hal yang paling diminati oleh banyak investor.

Febrio mengatakan, Indonesia sangat berkomitmen dalam mengejar transisi energi ramah lingkungan.

Bahkan, Indonesia juga sudah menaikkan target penurunan emisi dalam Nationally Determined Contribution (NDC) sebesar 31,89% tanpa syarat dan 43,2% dengan syarat.

&quot;Kami (Indonesia) berkomitmen mencapai net zero emission pada tahun 2060 atau lebih cepat,&quot; ungkap Febrio.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tekan Emisi Karbon RI, Sri Mulyani Kejar Target Investasi Rp4.037 Triliun

Untuk memenuhi komitmen ini, dia menyebut bahwa pemerintah tak bisa menjalankannya sendiri. Terdapat tantangan dalam pemenuhan dana yang dibutuhkan untuk mencapai target pengurangan emisi karbon.

Febrio menegaskan bahwa untuk menghadapi tantangan ini, dibutuhkan peran sektor swasta, terutama pelaku industri, untuk turut berkontribusi terhadap pemenuhan target berkelanjutan ini.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Di Depan Mahasiswa, Bahlil Janji Investasi Capai Target Rp1.400 Triliun pada 2023


&quot;Untuk mencapai target NDC di 2030, Indonesia masih membutuhkan USD281 miliar atau sebesar Rp4.305 triliun, peran swasta disini sangat diperlukan, namun saat ini masih kurang (kontribusinya),&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
