<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengungkap Dinasti Bupati Klaten</title><description>Dinasti Bupati Klaten menarik untuk diulas dalam artikel ini. Pelaksanaan Pilkada di Indonesia merupakan salah satu bentuk komitmen negara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/23/320/2869667/mengungkap-dinasti-bupati-klaten</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/23/320/2869667/mengungkap-dinasti-bupati-klaten"/><item><title>Mengungkap Dinasti Bupati Klaten</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/23/320/2869667/mengungkap-dinasti-bupati-klaten</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/23/320/2869667/mengungkap-dinasti-bupati-klaten</guid><pubDate>Rabu 23 Agustus 2023 20:01 WIB</pubDate><dc:creator>Sri Kurnia Ningsih</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/23/320/2869667/mengungkap-dinasti-bupati-klaten-0xT3HPSprI.PNG" expression="full" type="image/jpeg">Dinasti Bupati Klaten (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/23/320/2869667/mengungkap-dinasti-bupati-klaten-0xT3HPSprI.PNG</image><title>Dinasti Bupati Klaten (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMy8xLzE2OTU2NS81L3g4bmY0YnY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Dinasti Bupati Klaten menarik untuk diulas dalam artikel ini. Pelaksanaan Pilkada di Indonesia merupakan salah satu bentuk komitmen negara untuk mewujudkan negara yang demokratis.
Salah satu tujuannya adalah untuk memilih pemimpin daerah yang berkualitas dan amanah, melansir dari Okezone, Rabu (23/8/2023).

BACA JUGA:
Deretan Orang Kaya Indonesia karena Harta Warisan

Namun, dalam pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Klaten, khususnya yang terjadi pada tahun 2015, justru memperlihatkan sisi lain dari demokrasi Politik di Indonesia.
Sejak Orde Baru tumbang, pasca reformasi 1998 sampai sekarang, tampuk pemerintahan di Kabupaten Klaten hanya berkutat pada dua pasangan suami-istri. Dua pasutri itu Haryanto Wibowo - Sri Hartini dan Sunarna - Sri Mulyani. Mereka bergantian menjabat Bupati Klaten hampir 22 tahun.

BACA JUGA:
Orang Kaya Ini Punya Harta Rp10,1 Triliun Gegara Jualan Minuman Boba&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Komisioner KPU Kabupaten Klaten Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi dan SDM, Wandyo Supriyanto mengatakan, Haryanto Wibowo adalah bupati pertama di Klaten pasca reformasi. Haryanto dan wakilnya, Wisnu Hardono, dipilih DPRD.&quot;Pasca Reformasi, yang jadi Bupati Haryanto Wibowo (tahun 2000). Berdasarkan UU 22/1999, yang berhak memilih bupati saat itu DPRD, belum ada pilkada langsung,&quot; kata Wandyo, pada Sabtu 5 Febuari 2022 silam.
Dengan itulah, kekuasaan politik tertinggi di Klaten membikin kita sadar bahwa ajang pemilihan daerah tak ubahnya cuma bagi-bagi jatah antarpasangan suami-istri.
Ketika periode jabatan Sunarna habis, Sri Hartini naik ke tampuk kepemimpinan. Pada 2016, dia dilantik bersama Sri Mulyani, yang notabene istri dari Sunarna. Pasangan ini lantas menyabet gelar sebagai pasangan perempuan pertama yang memimpin daerah di Indonesia.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMy8xLzE2OTU2NS81L3g4bmY0YnY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Dinasti Bupati Klaten menarik untuk diulas dalam artikel ini. Pelaksanaan Pilkada di Indonesia merupakan salah satu bentuk komitmen negara untuk mewujudkan negara yang demokratis.
Salah satu tujuannya adalah untuk memilih pemimpin daerah yang berkualitas dan amanah, melansir dari Okezone, Rabu (23/8/2023).

BACA JUGA:
Deretan Orang Kaya Indonesia karena Harta Warisan

Namun, dalam pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Klaten, khususnya yang terjadi pada tahun 2015, justru memperlihatkan sisi lain dari demokrasi Politik di Indonesia.
Sejak Orde Baru tumbang, pasca reformasi 1998 sampai sekarang, tampuk pemerintahan di Kabupaten Klaten hanya berkutat pada dua pasangan suami-istri. Dua pasutri itu Haryanto Wibowo - Sri Hartini dan Sunarna - Sri Mulyani. Mereka bergantian menjabat Bupati Klaten hampir 22 tahun.

BACA JUGA:
Orang Kaya Ini Punya Harta Rp10,1 Triliun Gegara Jualan Minuman Boba&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Komisioner KPU Kabupaten Klaten Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi dan SDM, Wandyo Supriyanto mengatakan, Haryanto Wibowo adalah bupati pertama di Klaten pasca reformasi. Haryanto dan wakilnya, Wisnu Hardono, dipilih DPRD.&quot;Pasca Reformasi, yang jadi Bupati Haryanto Wibowo (tahun 2000). Berdasarkan UU 22/1999, yang berhak memilih bupati saat itu DPRD, belum ada pilkada langsung,&quot; kata Wandyo, pada Sabtu 5 Febuari 2022 silam.
Dengan itulah, kekuasaan politik tertinggi di Klaten membikin kita sadar bahwa ajang pemilihan daerah tak ubahnya cuma bagi-bagi jatah antarpasangan suami-istri.
Ketika periode jabatan Sunarna habis, Sri Hartini naik ke tampuk kepemimpinan. Pada 2016, dia dilantik bersama Sri Mulyani, yang notabene istri dari Sunarna. Pasangan ini lantas menyabet gelar sebagai pasangan perempuan pertama yang memimpin daerah di Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
