<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Merger Garuda Indonesia-Citilink dan Pelita Air Berbentuk Holding atau Subholding?</title><description>BUMN saat ini masih mengkaji skema penggabungan atau merger antara PT Garuda Indonesia Tbk, Citilink Indonesia, dan Pelita Air Service.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/23/320/2869851/merger-garuda-indonesia-citilink-dan-pelita-air-berbentuk-holding-atau-subholding</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/23/320/2869851/merger-garuda-indonesia-citilink-dan-pelita-air-berbentuk-holding-atau-subholding"/><item><title>Merger Garuda Indonesia-Citilink dan Pelita Air Berbentuk Holding atau Subholding?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/23/320/2869851/merger-garuda-indonesia-citilink-dan-pelita-air-berbentuk-holding-atau-subholding</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/23/320/2869851/merger-garuda-indonesia-citilink-dan-pelita-air-berbentuk-holding-atau-subholding</guid><pubDate>Rabu 23 Agustus 2023 19:15 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/23/320/2869851/merger-garuda-indonesia-citilink-dan-pelita-air-berbentuk-holding-atau-subholding-7BUVBZLYOK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Garuda Indonesia Bakal Marger (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/23/320/2869851/merger-garuda-indonesia-citilink-dan-pelita-air-berbentuk-holding-atau-subholding-7BUVBZLYOK.jpg</image><title>Garuda Indonesia Bakal Marger (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMy8xLzE2OTU2NS81L3g4bmY0YnY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat ini masih mengkaji skema penggabungan atau merger antara PT Garuda Indonesia Tbk, Citilink Indonesia, dan Pelita Air Service (PAS). Di mana opsi pendirian holding dan subholding baru pun menjadi sorotan.
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menyatakan, pihaknya hingga kini masih membahas aksi korporasi tersebut. Sehingga belum ada kesepakatan terkait pendirian subholding atau holding yang menaungi tiga maskapai penerbangan pelat merah tersebut.

BACA JUGA:
Merger Garuda-Citilink dan Pelita Air, Dirut AP II: Konsep yang Baik

Tak hanya itu, pemegang saham juga belum menentukan apakah saham Pelita Air Service akan di-inbreng-kan ke Garuda Indonesia atau justru sebaliknya.
&quot;Belum tahu (holding), ya inbreng-nya kemana, apakah inbreng-nya ke Garuda, apakah inbreng-nya ke Citilink kan kita nggak tau, apakah dia seperti subholding kita belum tahu juga nih, masih dikaji,&quot; ujar Arya saat ditemui wartawan di tempat kerjanya, Rabu (23/8/2023).
Saat ini Kementerian BUMN masih melakukan kajian mendalam terkait konsolidasi tersebut.

BACA JUGA:
Peninjauan Kembali Greylag Ditolak Pengadilan, Begini Respons Dirut Garuda Indonesia

Adapun komposisi pemegang saham Garuda Indonesia pasca tuntasnya proses restrukturisasi utang pada akhir tahun lalu, 64,54% dimiliki pemerintah, 7,99% Trans Airways, 7,99% publik, dan 4,83% kreditor.Sementara saham pengendali atas Pelita Air dimiliki PT Pertamina (Persero), selaku BUMN di sektor minyak dan gas bumi (migas). Pelita merupakan anak usaha Pertamina yang bergerak di sektor penerbangan.
&quot;(Dengan pertamina sudah ada pembicaraan?) lagi diskusi yang terbaik gimana,&quot; kata Arya.
Dia menegaskan bahwa tiga BUMN penerbangan itu baru berupa perencanaan, sehingga masih dalam tahap kajian mendalam. Namun begitu, arya berharap aksi ini segera direalisasikan.
&quot;Kan tadi saya bilang, dia bukan jadi lebur gitu, tapi kan apakah dia melebur ke Garuda, apakah melebur ke Citilink, atau dia identitasnya satu juga, tapi di bawah Garuda kita nggak tau. masih dihitung lah, mudah-mudahan cepat (terealisasi),&quot; tutupnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMy8xLzE2OTU2NS81L3g4bmY0YnY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat ini masih mengkaji skema penggabungan atau merger antara PT Garuda Indonesia Tbk, Citilink Indonesia, dan Pelita Air Service (PAS). Di mana opsi pendirian holding dan subholding baru pun menjadi sorotan.
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menyatakan, pihaknya hingga kini masih membahas aksi korporasi tersebut. Sehingga belum ada kesepakatan terkait pendirian subholding atau holding yang menaungi tiga maskapai penerbangan pelat merah tersebut.

BACA JUGA:
Merger Garuda-Citilink dan Pelita Air, Dirut AP II: Konsep yang Baik

Tak hanya itu, pemegang saham juga belum menentukan apakah saham Pelita Air Service akan di-inbreng-kan ke Garuda Indonesia atau justru sebaliknya.
&quot;Belum tahu (holding), ya inbreng-nya kemana, apakah inbreng-nya ke Garuda, apakah inbreng-nya ke Citilink kan kita nggak tau, apakah dia seperti subholding kita belum tahu juga nih, masih dikaji,&quot; ujar Arya saat ditemui wartawan di tempat kerjanya, Rabu (23/8/2023).
Saat ini Kementerian BUMN masih melakukan kajian mendalam terkait konsolidasi tersebut.

BACA JUGA:
Peninjauan Kembali Greylag Ditolak Pengadilan, Begini Respons Dirut Garuda Indonesia

Adapun komposisi pemegang saham Garuda Indonesia pasca tuntasnya proses restrukturisasi utang pada akhir tahun lalu, 64,54% dimiliki pemerintah, 7,99% Trans Airways, 7,99% publik, dan 4,83% kreditor.Sementara saham pengendali atas Pelita Air dimiliki PT Pertamina (Persero), selaku BUMN di sektor minyak dan gas bumi (migas). Pelita merupakan anak usaha Pertamina yang bergerak di sektor penerbangan.
&quot;(Dengan pertamina sudah ada pembicaraan?) lagi diskusi yang terbaik gimana,&quot; kata Arya.
Dia menegaskan bahwa tiga BUMN penerbangan itu baru berupa perencanaan, sehingga masih dalam tahap kajian mendalam. Namun begitu, arya berharap aksi ini segera direalisasikan.
&quot;Kan tadi saya bilang, dia bukan jadi lebur gitu, tapi kan apakah dia melebur ke Garuda, apakah melebur ke Citilink, atau dia identitasnya satu juga, tapi di bawah Garuda kita nggak tau. masih dihitung lah, mudah-mudahan cepat (terealisasi),&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
