<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jasa Marga Raup Laba Rp1,1 Triliun, Naik 56% di Semester I-2023</title><description>Laba JSMR melesat 56,33% secara tahunan (yoy) menjadi Rp1,14 triliun pada semester I-2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/278/2870226/jasa-marga-raup-laba-rp1-1-triliun-naik-56-di-semester-i-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/278/2870226/jasa-marga-raup-laba-rp1-1-triliun-naik-56-di-semester-i-2023"/><item><title>Jasa Marga Raup Laba Rp1,1 Triliun, Naik 56% di Semester I-2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/278/2870226/jasa-marga-raup-laba-rp1-1-triliun-naik-56-di-semester-i-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/278/2870226/jasa-marga-raup-laba-rp1-1-triliun-naik-56-di-semester-i-2023</guid><pubDate>Kamis 24 Agustus 2023 12:45 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/24/278/2870226/jasa-marga-raup-laba-rp1-1-triliun-naik-56-di-semester-i-2023-zZn7iHKCaV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba Jasa Marga melesat di semester I-2023. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/24/278/2870226/jasa-marga-raup-laba-rp1-1-triliun-naik-56-di-semester-i-2023-zZn7iHKCaV.jpg</image><title>Laba Jasa Marga melesat di semester I-2023. (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Aksi korporasi pemisahan (spin-off) yang dilakukan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) terhadap unit regional Transjawa Tollroad kepada anak usaha membuahkan peningkatan pendapatan sekaligus laba perseroan.

Pada semester I-2023, laba JSMR melesat 56,33% secara tahunan (yoy) menjadi Rp1,14 triliun.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Idul Adha, Jasa Marga Catat 388 Ribu Kendaraan Keluar Jabotabek

Alhasil EPS JSM terdongkrak menjadi Rp158,27 per saham, dari semula Rp101,24 per saham.

Sebagaimana diketahui, pada 1 Juli 2022 lalu, JSMR melakukan spin off regional Transjawa Tollroad kepada Entitas Anak, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Libur Panjang, Jasa Marga Catat 168.375 Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek

Ini ditandai dengan mengalihkan empat segmen ruas hak pengusahaan jalan tol (Hak Konsesi) yang meliputi ruas Jakarta&amp;ndash;Cikampek, Palimanan&amp;ndash;Kanci, Semarang Seksi A, B, C dan Surabaya&amp;ndash; Gempol.

&quot;Sehubungan dengan transaksi tersebut, maka pencatatatan pendapatan tol pada empat ruas hak pengusahaan jalan tol dialihkan ke JTT,&quot; kata manajemen di laporan keuangan yang diunggah Kamis (24/8/2023).

Hingga 30 Juni 2023, JSMR membukukan pendapatan usaha Rp8,92 triliun alias naik 18,34% yoy. Kontribusi tol perseroan mencapai Rp6,13 triliun disusul konstruksi Rp1,94 triliun.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jasa Marga Tebar Dividen Rp549,38 Miliar


Setahun setelah spin-off, kontribusi pendapatan tol yang dipegang entitas meningkat dari total pendapatan tol JSMR, yakni mencapai 45,58% yoy, dibandingkan paruh pertama tahun lalu sebesar 27,41%.



Di bawah kendali JTT, ruas tol Jakarta-Cikampek berkontribusi utama sebesar Rp672,10 miliar, disusul ruas Surabaya-Gempol mencapai Rp401,18 miliar, Palimanan-Kanci Rp130,48 miliar, dan Semarang Seksi A, B, C sebanyak Rp115,17 miliar.



Kontribusi terbesar kedua berasal dari ruas tol Cikampek-Padalarang mencapai Rp581,67 miliar, disusul JORR Seksi non S mencapai Rp551,84 miliar, dan Jakarta-Bogor-Ciawi Rp542,81 miliar.



Tol Jakarta-Tangerang memberi pemasukan sebanyak Rp484,08 miliar, lalu Cawang-Tomang-Pluit sebanyak Rp472,75 miliiar, serta masih beberapa ruas lagi dengan pendapatan di bawah Rp400 miliar.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Aksi korporasi pemisahan (spin-off) yang dilakukan PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) terhadap unit regional Transjawa Tollroad kepada anak usaha membuahkan peningkatan pendapatan sekaligus laba perseroan.

Pada semester I-2023, laba JSMR melesat 56,33% secara tahunan (yoy) menjadi Rp1,14 triliun.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Idul Adha, Jasa Marga Catat 388 Ribu Kendaraan Keluar Jabotabek

Alhasil EPS JSM terdongkrak menjadi Rp158,27 per saham, dari semula Rp101,24 per saham.

Sebagaimana diketahui, pada 1 Juli 2022 lalu, JSMR melakukan spin off regional Transjawa Tollroad kepada Entitas Anak, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Libur Panjang, Jasa Marga Catat 168.375 Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek

Ini ditandai dengan mengalihkan empat segmen ruas hak pengusahaan jalan tol (Hak Konsesi) yang meliputi ruas Jakarta&amp;ndash;Cikampek, Palimanan&amp;ndash;Kanci, Semarang Seksi A, B, C dan Surabaya&amp;ndash; Gempol.

&quot;Sehubungan dengan transaksi tersebut, maka pencatatatan pendapatan tol pada empat ruas hak pengusahaan jalan tol dialihkan ke JTT,&quot; kata manajemen di laporan keuangan yang diunggah Kamis (24/8/2023).

Hingga 30 Juni 2023, JSMR membukukan pendapatan usaha Rp8,92 triliun alias naik 18,34% yoy. Kontribusi tol perseroan mencapai Rp6,13 triliun disusul konstruksi Rp1,94 triliun.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jasa Marga Tebar Dividen Rp549,38 Miliar


Setahun setelah spin-off, kontribusi pendapatan tol yang dipegang entitas meningkat dari total pendapatan tol JSMR, yakni mencapai 45,58% yoy, dibandingkan paruh pertama tahun lalu sebesar 27,41%.



Di bawah kendali JTT, ruas tol Jakarta-Cikampek berkontribusi utama sebesar Rp672,10 miliar, disusul ruas Surabaya-Gempol mencapai Rp401,18 miliar, Palimanan-Kanci Rp130,48 miliar, dan Semarang Seksi A, B, C sebanyak Rp115,17 miliar.



Kontribusi terbesar kedua berasal dari ruas tol Cikampek-Padalarang mencapai Rp581,67 miliar, disusul JORR Seksi non S mencapai Rp551,84 miliar, dan Jakarta-Bogor-Ciawi Rp542,81 miliar.



Tol Jakarta-Tangerang memberi pemasukan sebanyak Rp484,08 miliar, lalu Cawang-Tomang-Pluit sebanyak Rp472,75 miliiar, serta masih beberapa ruas lagi dengan pendapatan di bawah Rp400 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
