<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani: Penggunaan Dana Darurat Pandemi di ASEAN Harus Lebih Fleksibel</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, penggunaan dana darurat pandemi di ASEAN harus lebih fleksibel.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870144/sri-mulyani-penggunaan-dana-darurat-pandemi-di-asean-harus-lebih-fleksibel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870144/sri-mulyani-penggunaan-dana-darurat-pandemi-di-asean-harus-lebih-fleksibel"/><item><title>Sri Mulyani: Penggunaan Dana Darurat Pandemi di ASEAN Harus Lebih Fleksibel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870144/sri-mulyani-penggunaan-dana-darurat-pandemi-di-asean-harus-lebih-fleksibel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870144/sri-mulyani-penggunaan-dana-darurat-pandemi-di-asean-harus-lebih-fleksibel</guid><pubDate>Kamis 24 Agustus 2023 11:15 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/24/320/2870144/sri-mulyani-penggunaan-dana-darurat-pandemi-di-asean-harus-lebih-fleksibel-j0amtScf5f.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani ingin dana pandemi lebih fleksibel (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/24/320/2870144/sri-mulyani-penggunaan-dana-darurat-pandemi-di-asean-harus-lebih-fleksibel-j0amtScf5f.jpg</image><title>Sri Mulyani ingin dana pandemi lebih fleksibel (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wOS8xLzE2ODk2My81L3g4bjNwejQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, penggunaan dana darurat pandemi di ASEAN harus lebih fleksibel. Dia menyebutkan bahwa diskusi para Menkeu dan Menteri Kesehatan (Menkes) se-ASEAN menyepakati sejumlah hal, khususnya terkait dana tanggapan pandemi ataupun kondisi kesehatan darurat.

BACA JUGA:
Anak Buah Sri Mulyani Sebut Kenaikan Gaji PNS Tak Picu Inflasi


&quot;Dana ini sudah dinilai ulang, dan dari penilaian tersebut, disebutkan bahwa dana ini perlu menjadi lebih fleksibel agar semua pihak dapat menggunakannya untuk kesehatan publik dan penyakit menular lainnya yang mungkin muncul,&quot; ujar Sri dalam Joint Press Statement AFHMM di Jakarta, Kamis (24/8/2023).
Terlebih lagi, para anggota ASEAN dan Indonesia bersumbang kepada dana tersebut dan ada juga dana dari ASEAN+3 dan ASEAN Development Fund. &quot;Pertemuan ini menjadi landasan untuk kerjasama lebih lanjut dan kemajuan di wilayah kesehatan dan keuangan ASEAN untuk memastikan bahwa kami dapat mencapai apa yang sudah menjadi mandat dari pemimpin ASEAN kami,&quot; tambah Sri.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Yakin KPR Hijau Dilirik Milenial yang Belum Punya Rumah


Dalam kesempatan tersebut, mereka juga menyepakati bahwa pihaknya dapat mempercepat penyaluran perjanjian pendirian dan fase persiapan ASEAN Center for Public Health Emergency dan penyakit menular yang mungkin muncul.
Urgensi ini ditunjukkan dengan adanya studi yang menunjukkan bahwa kapasitas Prevention, Preparedness, dan Response (PPR) di wilayah Asia Tenggara perlu ditingkatkan, karena masih adanya kesenjangan keuangan berkaitan dengan persiapan dan tanggapan terhadap pandemi antara negara anggota ASEAN.
Para menteri juga mengafirmasi kembali tentang kebutuhan investasi  nasional untuk meningkatkan kapasitas PPR ini, dan menelusuri  kemungkinan adanya pembiayaan lain serta inisiatif multilateral dan  kerjasama yang melibatkan mitra internasional dan pembangunan untuk  mendukung implementasi dari deklarasi pemimpin ASEAN terkait One Health  Initiative.
&quot;Kami juga ingin menegaskan komitmen kami untuk memperkuat arsitektur  kesehatan regional atau wilayah di luar COVID-19. Ini untuk  meningkatkan ketahanan dalam komunitas ASEAN mengingat kerangka  pemulihan ASEAN atau ASEAN Comprehensive Recovery Framework (ACRF),&quot;  kata Sri.
Mereka melihat bahwa ada dana tanggapan pandemi COVID-19 dan ini  dapat digunakan untuk pandemi COVID-19 dan keadaan darurat kesehatan  lainnya.
&quot;Kami juga menyepakati bahwa kita dapat mempercepat penyaluran  perjanjian pendirian dan fase persiapan ASEAN Center for Public Health  Emergency dan penyakit menular yang mungkin muncul,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wOS8xLzE2ODk2My81L3g4bjNwejQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, penggunaan dana darurat pandemi di ASEAN harus lebih fleksibel. Dia menyebutkan bahwa diskusi para Menkeu dan Menteri Kesehatan (Menkes) se-ASEAN menyepakati sejumlah hal, khususnya terkait dana tanggapan pandemi ataupun kondisi kesehatan darurat.

BACA JUGA:
Anak Buah Sri Mulyani Sebut Kenaikan Gaji PNS Tak Picu Inflasi


&quot;Dana ini sudah dinilai ulang, dan dari penilaian tersebut, disebutkan bahwa dana ini perlu menjadi lebih fleksibel agar semua pihak dapat menggunakannya untuk kesehatan publik dan penyakit menular lainnya yang mungkin muncul,&quot; ujar Sri dalam Joint Press Statement AFHMM di Jakarta, Kamis (24/8/2023).
Terlebih lagi, para anggota ASEAN dan Indonesia bersumbang kepada dana tersebut dan ada juga dana dari ASEAN+3 dan ASEAN Development Fund. &quot;Pertemuan ini menjadi landasan untuk kerjasama lebih lanjut dan kemajuan di wilayah kesehatan dan keuangan ASEAN untuk memastikan bahwa kami dapat mencapai apa yang sudah menjadi mandat dari pemimpin ASEAN kami,&quot; tambah Sri.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Yakin KPR Hijau Dilirik Milenial yang Belum Punya Rumah


Dalam kesempatan tersebut, mereka juga menyepakati bahwa pihaknya dapat mempercepat penyaluran perjanjian pendirian dan fase persiapan ASEAN Center for Public Health Emergency dan penyakit menular yang mungkin muncul.
Urgensi ini ditunjukkan dengan adanya studi yang menunjukkan bahwa kapasitas Prevention, Preparedness, dan Response (PPR) di wilayah Asia Tenggara perlu ditingkatkan, karena masih adanya kesenjangan keuangan berkaitan dengan persiapan dan tanggapan terhadap pandemi antara negara anggota ASEAN.
Para menteri juga mengafirmasi kembali tentang kebutuhan investasi  nasional untuk meningkatkan kapasitas PPR ini, dan menelusuri  kemungkinan adanya pembiayaan lain serta inisiatif multilateral dan  kerjasama yang melibatkan mitra internasional dan pembangunan untuk  mendukung implementasi dari deklarasi pemimpin ASEAN terkait One Health  Initiative.
&quot;Kami juga ingin menegaskan komitmen kami untuk memperkuat arsitektur  kesehatan regional atau wilayah di luar COVID-19. Ini untuk  meningkatkan ketahanan dalam komunitas ASEAN mengingat kerangka  pemulihan ASEAN atau ASEAN Comprehensive Recovery Framework (ACRF),&quot;  kata Sri.
Mereka melihat bahwa ada dana tanggapan pandemi COVID-19 dan ini  dapat digunakan untuk pandemi COVID-19 dan keadaan darurat kesehatan  lainnya.
&quot;Kami juga menyepakati bahwa kita dapat mempercepat penyaluran  perjanjian pendirian dan fase persiapan ASEAN Center for Public Health  Emergency dan penyakit menular yang mungkin muncul,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
