<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Nongkrong Bareng Menkeu dan Menkes se-ASEAN, Singgung Penyakit Baru!</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati nongkrong bareng Menkeu dan Menkes se-ASEAN.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870156/sri-mulyani-nongkrong-bareng-menkeu-dan-menkes-se-asean-singgung-penyakit-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870156/sri-mulyani-nongkrong-bareng-menkeu-dan-menkes-se-asean-singgung-penyakit-baru"/><item><title>Sri Mulyani Nongkrong Bareng Menkeu dan Menkes se-ASEAN, Singgung Penyakit Baru!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870156/sri-mulyani-nongkrong-bareng-menkeu-dan-menkes-se-asean-singgung-penyakit-baru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870156/sri-mulyani-nongkrong-bareng-menkeu-dan-menkes-se-asean-singgung-penyakit-baru</guid><pubDate>Kamis 24 Agustus 2023 11:24 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/24/320/2870156/sri-mulyani-nongkrong-bareng-menkeu-dan-menkes-se-asean-singgung-penyakit-baru-yJuq5Kb9eR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani bertemu Menkeu dan Menkes se-ASEAN (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/24/320/2870156/sri-mulyani-nongkrong-bareng-menkeu-dan-menkes-se-asean-singgung-penyakit-baru-yJuq5Kb9eR.jpg</image><title>Sri Mulyani bertemu Menkeu dan Menkes se-ASEAN (Foto: Okezone)</title></images><description>


JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati nongkrong bareng Menkeu dan Menkes se-ASEAN. Pertemuan tersebut berisikan diskusi yang sangat produktif.
Adapun diskusi tersebut untuk memfasilitasi bagaimana semua pihak dapat meningkatkan koordinasi antara pejabat bidang keuangan dengan pejabat lainnya secara efektif.

BACA JUGA:
Sri Mulyani: Penggunaan Dana Darurat Pandemi di ASEAN Harus Lebih Fleksibel

&quot;Pada akhirnya ini akan meningkatkan ketepatan waktu dan efektivitas tanggapan atau respon terhadap tantangan kesehatan dan ekonomi yang dapat ditimbulkan pandemi lain di masa depan,&quot; ujar Sri dalam Joint Press Statement AFHMM di Jakarta, Kamis (24/8/2023).
Selain itu, dia berharap mereka juga dapat berbagi pengalaman dan praktek baik antara negara anggota ASEAN. Dari diskusi tersebut, mereka pun menyepakati sejumlah hal.

BACA JUGA:
Anak Buah Sri Mulyani Sebut Kenaikan Gaji PNS Tak Picu Inflasi

&quot;Pertama, kami mencatat bahwa ada studi untuk meningkatkan Prevention, Preparedness, dan Response (PPR) pasca pandemi di wilayah Asia Tenggara,&quot; ucap Sri. Studi ini, kata dia, sudah mengindikasikan adanya kesenjangan keuangan berkaitan dengan persiapan dan tanggapan terhadap pandemi antara negara anggota ASEAN.
&quot;Kedua, modalitas untuk investasi untuk meningkatkan kapasitas PPR, kontribusinya, dan juga dunia yang terintegrasi, serta secara efektif menggunakan dana respon ASEAN untuk pandemi COVID-19 eksisting maupun penyakit-penyakit lain yang baru muncul,&quot; tambah Sri.Dalam diskusi tersebut, mereka juga menegaskan kembali tentang  kebutuhan untuk membangun momentum menuju pemulihan yang tangguh dan  berkelanjutan dengan berfokus pada implementasi mekanisme dan strategi  yang sudah ada, sekaligus mengoptimalkan sumber daya kawasan dan  memastikan sinergi dan interoperabilitas dengan upaya global seperti  dana pandemi yang secara resmi diluncurkan oleh Indonesia selama masa  Presidensi G20 di 2022.
&quot;Kami juga ingin memastikan bahwa ASEAN memiliki kapasitas PPR yang  meningkat terhadap potensi ancaman kesehatan publik yang disebabkan oleh  penyakit menular yang baru muncul maupun pernah muncul di masa  mendatang,&quot; tegasnya.
Para menteri juga mengafirmasi kembali tentang kebutuhan investasi  nasional untuk meningkatkan kapasitas PPR ini, dan menelusuri  kemungkinan adanya pembiayaan lain serta inisiatif multilateral dan  kerjasama yang melibatkan mitra internasional dan pembangunan untuk  mendukung implementasi dari deklarasi pemimpin ASEAN terkait One Health  Initiative.
&quot;Kami juga ingin menegaskan komitmen kami untuk memperkuat arsitektur  kesehatan regional atau wilayah di luar COVID-19. Ini untuk  meningkatkan ketahanan dalam komunitas ASEAN mengingat kerangka  pemulihan ASEAN atau ASEAN Comprehensive Recovery Framework (ACRF),&quot;  kata Sri.
Mereka melihat bahwa ada dana tanggapan pandemi COVID-19 dan ini  dapat digunakan untuk pandemi COVID-19 dan keadaan darurat kesehatan  lainnya. &quot;Kami juga menyepakati bahwa kita dapat mempercepat penyaluran  perjanjian pendirian dan fase persiapan ASEAN Center for Public Health  Emergency dan penyakit menular yang mungkin muncul,&quot; tambah Sri.Dari dana tersebut, nampak bahwa tujuannya adalah untuk mengumpulkan  dana untuk menanggapi penyebaran pandemi COVID-19. Dana ini sudah  dinilai ulang, dan dari penilaian tersebut, disebutkan bahwa dana ini  perlu menjadi lebih fleksibel agar semua pihak dapat menggunakannya  untuk kesehatan publik dan penyakit menular lainnya yang mungkin muncul.
&quot;Negara anggota ASEAN dan Indonesia bersumbang kepada dana tersebut  dan ada juga dana dari ASEAN+3 dan ASEAN Development Fund. Pertemuan ini  menjadi landasan untuk kerjasama lebih lanjut dan kemajuan di wilayah  kesehatan dan keuangan ASEAN untuk memastikan bahwa kami dapat mencapai  apa yang sudah menjadi mandat dari pemimpin ASEAN kami,&quot; jelas Sri.
Di pertemuan Menkes dan Menkeu ini, hasilnya akan dilaporkan pada  tanggal 5-7 September 2023 pada pertemuan berikutnya. Mereka berkomitmen  untuk meningkatkan kekuatan kerjasama antar anggota untuk meningkatkan  ketahanan komunitas ASEAN.
&quot;Dengan ini, Indonesia terus memberikan dukungan untuk  menindaklanjuti agenda tersebut yang disepakati oleh para menteri yang  hadir pada hari ini untuk dilaksanakan pada tahun 2024 dibawah  Kepresidenan Laos,&quot; tandas Sri.</description><content:encoded>


JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati nongkrong bareng Menkeu dan Menkes se-ASEAN. Pertemuan tersebut berisikan diskusi yang sangat produktif.
Adapun diskusi tersebut untuk memfasilitasi bagaimana semua pihak dapat meningkatkan koordinasi antara pejabat bidang keuangan dengan pejabat lainnya secara efektif.

BACA JUGA:
Sri Mulyani: Penggunaan Dana Darurat Pandemi di ASEAN Harus Lebih Fleksibel

&quot;Pada akhirnya ini akan meningkatkan ketepatan waktu dan efektivitas tanggapan atau respon terhadap tantangan kesehatan dan ekonomi yang dapat ditimbulkan pandemi lain di masa depan,&quot; ujar Sri dalam Joint Press Statement AFHMM di Jakarta, Kamis (24/8/2023).
Selain itu, dia berharap mereka juga dapat berbagi pengalaman dan praktek baik antara negara anggota ASEAN. Dari diskusi tersebut, mereka pun menyepakati sejumlah hal.

BACA JUGA:
Anak Buah Sri Mulyani Sebut Kenaikan Gaji PNS Tak Picu Inflasi

&quot;Pertama, kami mencatat bahwa ada studi untuk meningkatkan Prevention, Preparedness, dan Response (PPR) pasca pandemi di wilayah Asia Tenggara,&quot; ucap Sri. Studi ini, kata dia, sudah mengindikasikan adanya kesenjangan keuangan berkaitan dengan persiapan dan tanggapan terhadap pandemi antara negara anggota ASEAN.
&quot;Kedua, modalitas untuk investasi untuk meningkatkan kapasitas PPR, kontribusinya, dan juga dunia yang terintegrasi, serta secara efektif menggunakan dana respon ASEAN untuk pandemi COVID-19 eksisting maupun penyakit-penyakit lain yang baru muncul,&quot; tambah Sri.Dalam diskusi tersebut, mereka juga menegaskan kembali tentang  kebutuhan untuk membangun momentum menuju pemulihan yang tangguh dan  berkelanjutan dengan berfokus pada implementasi mekanisme dan strategi  yang sudah ada, sekaligus mengoptimalkan sumber daya kawasan dan  memastikan sinergi dan interoperabilitas dengan upaya global seperti  dana pandemi yang secara resmi diluncurkan oleh Indonesia selama masa  Presidensi G20 di 2022.
&quot;Kami juga ingin memastikan bahwa ASEAN memiliki kapasitas PPR yang  meningkat terhadap potensi ancaman kesehatan publik yang disebabkan oleh  penyakit menular yang baru muncul maupun pernah muncul di masa  mendatang,&quot; tegasnya.
Para menteri juga mengafirmasi kembali tentang kebutuhan investasi  nasional untuk meningkatkan kapasitas PPR ini, dan menelusuri  kemungkinan adanya pembiayaan lain serta inisiatif multilateral dan  kerjasama yang melibatkan mitra internasional dan pembangunan untuk  mendukung implementasi dari deklarasi pemimpin ASEAN terkait One Health  Initiative.
&quot;Kami juga ingin menegaskan komitmen kami untuk memperkuat arsitektur  kesehatan regional atau wilayah di luar COVID-19. Ini untuk  meningkatkan ketahanan dalam komunitas ASEAN mengingat kerangka  pemulihan ASEAN atau ASEAN Comprehensive Recovery Framework (ACRF),&quot;  kata Sri.
Mereka melihat bahwa ada dana tanggapan pandemi COVID-19 dan ini  dapat digunakan untuk pandemi COVID-19 dan keadaan darurat kesehatan  lainnya. &quot;Kami juga menyepakati bahwa kita dapat mempercepat penyaluran  perjanjian pendirian dan fase persiapan ASEAN Center for Public Health  Emergency dan penyakit menular yang mungkin muncul,&quot; tambah Sri.Dari dana tersebut, nampak bahwa tujuannya adalah untuk mengumpulkan  dana untuk menanggapi penyebaran pandemi COVID-19. Dana ini sudah  dinilai ulang, dan dari penilaian tersebut, disebutkan bahwa dana ini  perlu menjadi lebih fleksibel agar semua pihak dapat menggunakannya  untuk kesehatan publik dan penyakit menular lainnya yang mungkin muncul.
&quot;Negara anggota ASEAN dan Indonesia bersumbang kepada dana tersebut  dan ada juga dana dari ASEAN+3 dan ASEAN Development Fund. Pertemuan ini  menjadi landasan untuk kerjasama lebih lanjut dan kemajuan di wilayah  kesehatan dan keuangan ASEAN untuk memastikan bahwa kami dapat mencapai  apa yang sudah menjadi mandat dari pemimpin ASEAN kami,&quot; jelas Sri.
Di pertemuan Menkes dan Menkeu ini, hasilnya akan dilaporkan pada  tanggal 5-7 September 2023 pada pertemuan berikutnya. Mereka berkomitmen  untuk meningkatkan kekuatan kerjasama antar anggota untuk meningkatkan  ketahanan komunitas ASEAN.
&quot;Dengan ini, Indonesia terus memberikan dukungan untuk  menindaklanjuti agenda tersebut yang disepakati oleh para menteri yang  hadir pada hari ini untuk dilaksanakan pada tahun 2024 dibawah  Kepresidenan Laos,&quot; tandas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
