<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Tips Berinvestasi untuk Pemula agar Cuan di Masa Depan</title><description>Empat tips berinvestasi untuk pemula agar cuan di masa depan. Dalam berinvestasi banyak hal yang perlu diperhatikan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870169/4-tips-berinvestasi-untuk-pemula-agar-cuan-di-masa-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870169/4-tips-berinvestasi-untuk-pemula-agar-cuan-di-masa-depan"/><item><title>4 Tips Berinvestasi untuk Pemula agar Cuan di Masa Depan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870169/4-tips-berinvestasi-untuk-pemula-agar-cuan-di-masa-depan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870169/4-tips-berinvestasi-untuk-pemula-agar-cuan-di-masa-depan</guid><pubDate>Kamis 24 Agustus 2023 11:38 WIB</pubDate><dc:creator>Hafizhuddin </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/24/320/2870169/4-tips-berinvestasi-untuk-pemula-agar-cuan-di-masa-depan-9a7TdYbk5D.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tips investasi agar cuan (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/24/320/2870169/4-tips-berinvestasi-untuk-pemula-agar-cuan-di-masa-depan-9a7TdYbk5D.jpg</image><title>Tips investasi agar cuan (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMi8xLzE2OTExMS81L3g4bjV1Y2Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Empat tips investasi untuk pemula agar cuan di masa depan. Dalam berinvestasi banyak hal yang perlu diperhatikan.
Seperti jangka waktu, likuiditas saham, potensi profit atau masalah mendasar seperti tujuan melakukan investasi. Namun hal-hal itu, masih menjadi bahasan terlalu jauh bagi orang yang benar-benar baru mau mulai berinvestasi.
Kali ini Okezone akan merangkum penuturan dari Direktur BCA, Haryanto Budiman terkait hal-hal lain selain yang disebutkan di atas, yang bisa lebih dioptimalkan lagi bagi mereka yang terbersit pikirannya untuk berinvestasi.

BACA JUGA:
Dapat Investasi Rp311 Triliun, RI Kebut Pengembangan Kendaraan Listrik


Sebelum memulai, Haryanto sempat berkata bahwa Indonesia berada dalam fase-fase awal tren investasi. Dia turut senang dengan fakta bahwa investor muda semakin banyak dan semakin aktif. Dengan berterus terang Haryanto juga mengungkapkan keinginannya untuk bisa masuk ke segmen anak-anak muda.
&amp;ldquo;Memang jumlah aset yang ingin diinvestasikan mungkin tidak terlalu besar. Tidak sebesar generasi-generasi yang lebih senior, tapi mereka sangat aktif,&amp;rdquo; tutur Haryanto pada konferensi pers Wealth Summit BCA, Jakarta, Rabu (23/8/2023).

BACA JUGA:
Segini Investasi yang Dibutuhkan Menuju Indonesia Emas 2045


Dia yakin untuk para pemuda tersebut, pada 10 hingga 30 tahun mendatang. Akan menjadi orang-orang yang besar dan bisa naik kelas.
Berikut tips-tips mulai berinvestasi:
1. Mulai Investasi Sedini Mungkin
Jelas investasi akan semakin terasa hasilnya jika sudah bertahun-tahun menanamkan modal di perusahaan yang terus berkembang. Akan tetapi, dengan memulainya sejak dini, artinya Anda juga sudah memberikan lebih banyak waktu untuk mencoba hal-hal yang tidak akan Anda ulangi lagi ke depannya.
&amp;ldquo;Investasi merupakan sesuatu yang amat sangat penting, bahkan perlu dimulai sedini mungkin&amp;rdquo; ujar Haryanto.
Dia menambahkan bahwa investasi bukan hanya diperuntukkan bagi segmen  affluent dan high net worth. Namun juga bagi segmen mass market ataupun  upper mass. Dengan kata lain, jangan tunggu kaya sebelum memutuskan  untuk mulai berinvestasi.
2. Hati-Hati dengan Investasi Bodong
Jika ingin investasi, lakukan di tempat yang benar. Haryanto  menegaskan bahwa investasi bodong sampai saat ini masih ada dan akan  selalu ada. Salah satu model investasi bodong itu dia contohkan kepada  oknum-oknum yang menawarkan suku bunga tidak masuk akal, 2% per bulan  atau 24% setahun.
&amp;ldquo;Ga ada satu perusahaan pun, kalau minjem duit mau bayar bunga 24% setahun,&amp;rdquo; tegas Haryanto.
Semua orang yang baru ingin memulai investasi harus diingatkan akan  hal ini. Baik itu yang masih muda ataupun tua. Namun menurut Haryanto,  biasanya itu paling rentan terjadi kepada orang dewasa yang baru  pensiun, setelah mereka bertahun-tahun mengumpulkan banyak harta dan  aset di masa bekerja.
&amp;ldquo;Cari sumber-sumber informasi yang kredibel. Jangan masuk ke sesuatu  yang keliatannya too good to be true. Kalau something is too good to be  true, saya punya filosofi, it must be untrue. Pasti bohong, ga mungkin,&amp;rdquo;  tambah Haryanto.
3. Diversifikasi Investasi
Selalu pisahkan investasi ke bermacam sektor. Selain memperluas  probabilitas meraup keuntungan lebih. Cara ini juga mencegah kerugian  total.
Dalam konferensi pers Wealth Summit ini, Haryanto berulang kali  mengatakan &amp;lsquo;Diversifikasi Investasi&amp;rsquo;. Bahwa hal tersebut penting sekali  diterapkan bagi seluruh orang dan merupakan bagian dari pembelajaran  semua orang yang mulai berinvestasi
&amp;ldquo;Diversifikasi itu amat sangat penting. Kita harus yakinkan pada  nasabah. Do not put all your eggs in one basket. Karena kalau itu  dimasukkan ke satu basket, something happened dengan basket itu, hilang  semua,&amp;rdquo; ucapnya.
4. Jangan Tanamkan Semua Aset ke Investasi Jangka Panjang
Pertimbangkan risiko masa depan dengan matang. Salah satunya dengan  tidak hanya fokus pada investasi jangka panjang seraya memasukkan semua  asetnya ke investasi tersebut.
Kita tidak akan pernah tahu, jika suatu ketika kita membutuhkan dana  yang banyak untuk keperluan mendesak. Misal ada keluarga atau sanak  saudara yang jatuh sakit, membutuhkan perawatan segera dan mengeluarkan  tagihan yang tidak sedikit.
Jika semua aset atau harta dipakai pada investasi jangka panjang,  investor tidak bisa serta merta mengambil kembali dana investasi  tersebut. Maka hal itu penting dijadikan konsiderasi bagi para calon  investor sebelum memulai investasinya.
Adapun terkait skema pertumbuhan investasi, setelah menilik ke  belakang dari bertambahnya 4.000 nasabah yang memulai investasi. BCA  memproyeksikan nilai investasi menjadi lebih dari 180 triliun sepanjang  2023. Jika terjadi, itu bisa menaikkan target y-o-y mereka hingga 20%.  Sedangkan terkait jumlah nasabahnya, BCA menargetkan kenaikan y-o-y  setara 25% dari nasabah yang memulai berinvestasi.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMi8xLzE2OTExMS81L3g4bjV1Y2Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Empat tips investasi untuk pemula agar cuan di masa depan. Dalam berinvestasi banyak hal yang perlu diperhatikan.
Seperti jangka waktu, likuiditas saham, potensi profit atau masalah mendasar seperti tujuan melakukan investasi. Namun hal-hal itu, masih menjadi bahasan terlalu jauh bagi orang yang benar-benar baru mau mulai berinvestasi.
Kali ini Okezone akan merangkum penuturan dari Direktur BCA, Haryanto Budiman terkait hal-hal lain selain yang disebutkan di atas, yang bisa lebih dioptimalkan lagi bagi mereka yang terbersit pikirannya untuk berinvestasi.

BACA JUGA:
Dapat Investasi Rp311 Triliun, RI Kebut Pengembangan Kendaraan Listrik


Sebelum memulai, Haryanto sempat berkata bahwa Indonesia berada dalam fase-fase awal tren investasi. Dia turut senang dengan fakta bahwa investor muda semakin banyak dan semakin aktif. Dengan berterus terang Haryanto juga mengungkapkan keinginannya untuk bisa masuk ke segmen anak-anak muda.
&amp;ldquo;Memang jumlah aset yang ingin diinvestasikan mungkin tidak terlalu besar. Tidak sebesar generasi-generasi yang lebih senior, tapi mereka sangat aktif,&amp;rdquo; tutur Haryanto pada konferensi pers Wealth Summit BCA, Jakarta, Rabu (23/8/2023).

BACA JUGA:
Segini Investasi yang Dibutuhkan Menuju Indonesia Emas 2045


Dia yakin untuk para pemuda tersebut, pada 10 hingga 30 tahun mendatang. Akan menjadi orang-orang yang besar dan bisa naik kelas.
Berikut tips-tips mulai berinvestasi:
1. Mulai Investasi Sedini Mungkin
Jelas investasi akan semakin terasa hasilnya jika sudah bertahun-tahun menanamkan modal di perusahaan yang terus berkembang. Akan tetapi, dengan memulainya sejak dini, artinya Anda juga sudah memberikan lebih banyak waktu untuk mencoba hal-hal yang tidak akan Anda ulangi lagi ke depannya.
&amp;ldquo;Investasi merupakan sesuatu yang amat sangat penting, bahkan perlu dimulai sedini mungkin&amp;rdquo; ujar Haryanto.
Dia menambahkan bahwa investasi bukan hanya diperuntukkan bagi segmen  affluent dan high net worth. Namun juga bagi segmen mass market ataupun  upper mass. Dengan kata lain, jangan tunggu kaya sebelum memutuskan  untuk mulai berinvestasi.
2. Hati-Hati dengan Investasi Bodong
Jika ingin investasi, lakukan di tempat yang benar. Haryanto  menegaskan bahwa investasi bodong sampai saat ini masih ada dan akan  selalu ada. Salah satu model investasi bodong itu dia contohkan kepada  oknum-oknum yang menawarkan suku bunga tidak masuk akal, 2% per bulan  atau 24% setahun.
&amp;ldquo;Ga ada satu perusahaan pun, kalau minjem duit mau bayar bunga 24% setahun,&amp;rdquo; tegas Haryanto.
Semua orang yang baru ingin memulai investasi harus diingatkan akan  hal ini. Baik itu yang masih muda ataupun tua. Namun menurut Haryanto,  biasanya itu paling rentan terjadi kepada orang dewasa yang baru  pensiun, setelah mereka bertahun-tahun mengumpulkan banyak harta dan  aset di masa bekerja.
&amp;ldquo;Cari sumber-sumber informasi yang kredibel. Jangan masuk ke sesuatu  yang keliatannya too good to be true. Kalau something is too good to be  true, saya punya filosofi, it must be untrue. Pasti bohong, ga mungkin,&amp;rdquo;  tambah Haryanto.
3. Diversifikasi Investasi
Selalu pisahkan investasi ke bermacam sektor. Selain memperluas  probabilitas meraup keuntungan lebih. Cara ini juga mencegah kerugian  total.
Dalam konferensi pers Wealth Summit ini, Haryanto berulang kali  mengatakan &amp;lsquo;Diversifikasi Investasi&amp;rsquo;. Bahwa hal tersebut penting sekali  diterapkan bagi seluruh orang dan merupakan bagian dari pembelajaran  semua orang yang mulai berinvestasi
&amp;ldquo;Diversifikasi itu amat sangat penting. Kita harus yakinkan pada  nasabah. Do not put all your eggs in one basket. Karena kalau itu  dimasukkan ke satu basket, something happened dengan basket itu, hilang  semua,&amp;rdquo; ucapnya.
4. Jangan Tanamkan Semua Aset ke Investasi Jangka Panjang
Pertimbangkan risiko masa depan dengan matang. Salah satunya dengan  tidak hanya fokus pada investasi jangka panjang seraya memasukkan semua  asetnya ke investasi tersebut.
Kita tidak akan pernah tahu, jika suatu ketika kita membutuhkan dana  yang banyak untuk keperluan mendesak. Misal ada keluarga atau sanak  saudara yang jatuh sakit, membutuhkan perawatan segera dan mengeluarkan  tagihan yang tidak sedikit.
Jika semua aset atau harta dipakai pada investasi jangka panjang,  investor tidak bisa serta merta mengambil kembali dana investasi  tersebut. Maka hal itu penting dijadikan konsiderasi bagi para calon  investor sebelum memulai investasinya.
Adapun terkait skema pertumbuhan investasi, setelah menilik ke  belakang dari bertambahnya 4.000 nasabah yang memulai investasi. BCA  memproyeksikan nilai investasi menjadi lebih dari 180 triliun sepanjang  2023. Jika terjadi, itu bisa menaikkan target y-o-y mereka hingga 20%.  Sedangkan terkait jumlah nasabahnya, BCA menargetkan kenaikan y-o-y  setara 25% dari nasabah yang memulai berinvestasi.</content:encoded></item></channel></rss>
