<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bentuk Aliansi Lebih Baik Dibanding Merger Garuda Indonesia-Citilink dan Pelita Air, Ini Alasannya</title><description>Kabar rencana merger Garuda Indonesia, Citilink dan Pelita Air menuai perhatian dari beberapa pihak.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870195/bentuk-aliansi-lebih-baik-dibanding-merger-garuda-indonesia-citilink-dan-pelita-air-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870195/bentuk-aliansi-lebih-baik-dibanding-merger-garuda-indonesia-citilink-dan-pelita-air-ini-alasannya"/><item><title>Bentuk Aliansi Lebih Baik Dibanding Merger Garuda Indonesia-Citilink dan Pelita Air, Ini Alasannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870195/bentuk-aliansi-lebih-baik-dibanding-merger-garuda-indonesia-citilink-dan-pelita-air-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870195/bentuk-aliansi-lebih-baik-dibanding-merger-garuda-indonesia-citilink-dan-pelita-air-ini-alasannya</guid><pubDate>Kamis 24 Agustus 2023 12:09 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/24/320/2870195/bentuk-aliansi-lebih-baik-dibanding-merger-garuda-indonesia-citilink-dan-pelita-air-ini-alasannya-wkEhIUh0hG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bentuk aliansi disebut lebih baik dibanding merger Garuda Indonesia, Citilink dan Pelita Air. (Foto: Garuda Indonesia)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/24/320/2870195/bentuk-aliansi-lebih-baik-dibanding-merger-garuda-indonesia-citilink-dan-pelita-air-ini-alasannya-wkEhIUh0hG.jpg</image><title>Bentuk aliansi disebut lebih baik dibanding merger Garuda Indonesia, Citilink dan Pelita Air. (Foto: Garuda Indonesia)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8zMS8xLzE2NDgxMS81L3g4am1veWs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Kabar rencana merger Garuda Indonesia, Citilink dan Pelita Air menuai perhatian dari beberapa pihak.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Rencana Merger Citilink-Pelita Air, Dirut Garuda Indonesia Bilang Gini

Salah satunya Pengamat penerbangan Alvin Lie yang menyarankan pembuatan aliansi dibandingkan melakukan merger.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Rencana Merger Garuda Indonesia-Citilink dan Pelita Air, Alvin Lie: Harus Tahu Dulu Sakitnya Apa

Alvin mengatakan bahwa dengan adanya aliansi tiga maskapai tersebut dapat saling mengisi rute-rute penerbangan di Indonesia.
Hal ini ditujukan agar persaingan lebih kompetitif.

Pasalnya, jika merger dilakukan maka akan membuat daya saing melemah, karena tidak punya karakter yang khas untuk menarik pangsa pasar.

&quot;Karena pasar penerbangan ini cukup luas, jadi tidak bisa dilayani dengan satu jenis pelayanan saja. Dengan tiga maskapai tersebut itu jelas. Dan dipertegas saja agar tidak saling berebutan (pasar),&quot; katanya dalam Market Review IDX Channel, Kamis (24/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Erick Thohir Bakal Merger Garuda Indonesia, Citilink dan Pelita Air



&quot;Kenapa tidak mempertimbangkan membuat aliansi. Jadi ketika terbang dengan Garuda dan ada rute yang tidak dilayani Garuda bisa dilakukan dengan Pelita tanpa chek in lagi,&quot; tambahnya.



Alvin mengatakan bahwa pembuatan aliansi tersebut tidaklah sulit.



Pasalnya tiga maskapai tersebut merupakan milik pemerintah.



Terlebih lagi pembuatan aliansi ini lebih mudah dibandingkan adanya merger. Karena jika merger tersebut adalah melebur tiga maskapai jadi satu.



&quot;Secara permodalan bisa, adminstrasi bisa, tapi jangan dilupakan aspek manusia, karena mereka sudah punya kebiasaan tersendiri, budaya dan menggabungkan 3 perusahaan pasti tantangannya besar,&quot; pungkasnya.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8zMS8xLzE2NDgxMS81L3g4am1veWs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Kabar rencana merger Garuda Indonesia, Citilink dan Pelita Air menuai perhatian dari beberapa pihak.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Rencana Merger Citilink-Pelita Air, Dirut Garuda Indonesia Bilang Gini

Salah satunya Pengamat penerbangan Alvin Lie yang menyarankan pembuatan aliansi dibandingkan melakukan merger.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Rencana Merger Garuda Indonesia-Citilink dan Pelita Air, Alvin Lie: Harus Tahu Dulu Sakitnya Apa

Alvin mengatakan bahwa dengan adanya aliansi tiga maskapai tersebut dapat saling mengisi rute-rute penerbangan di Indonesia.
Hal ini ditujukan agar persaingan lebih kompetitif.

Pasalnya, jika merger dilakukan maka akan membuat daya saing melemah, karena tidak punya karakter yang khas untuk menarik pangsa pasar.

&quot;Karena pasar penerbangan ini cukup luas, jadi tidak bisa dilayani dengan satu jenis pelayanan saja. Dengan tiga maskapai tersebut itu jelas. Dan dipertegas saja agar tidak saling berebutan (pasar),&quot; katanya dalam Market Review IDX Channel, Kamis (24/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Erick Thohir Bakal Merger Garuda Indonesia, Citilink dan Pelita Air



&quot;Kenapa tidak mempertimbangkan membuat aliansi. Jadi ketika terbang dengan Garuda dan ada rute yang tidak dilayani Garuda bisa dilakukan dengan Pelita tanpa chek in lagi,&quot; tambahnya.



Alvin mengatakan bahwa pembuatan aliansi tersebut tidaklah sulit.



Pasalnya tiga maskapai tersebut merupakan milik pemerintah.



Terlebih lagi pembuatan aliansi ini lebih mudah dibandingkan adanya merger. Karena jika merger tersebut adalah melebur tiga maskapai jadi satu.



&quot;Secara permodalan bisa, adminstrasi bisa, tapi jangan dilupakan aspek manusia, karena mereka sudah punya kebiasaan tersendiri, budaya dan menggabungkan 3 perusahaan pasti tantangannya besar,&quot; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
