<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bos OJK Ungkap Peran Penting Pertumbuhan Ekonomi di ASEAN</title><description>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap peran penting pertumbuhan ekonomi di ASEAN.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870197/bos-ojk-ungkap-peran-penting-pertumbuhan-ekonomi-di-asean</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870197/bos-ojk-ungkap-peran-penting-pertumbuhan-ekonomi-di-asean"/><item><title>Bos OJK Ungkap Peran Penting Pertumbuhan Ekonomi di ASEAN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870197/bos-ojk-ungkap-peran-penting-pertumbuhan-ekonomi-di-asean</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870197/bos-ojk-ungkap-peran-penting-pertumbuhan-ekonomi-di-asean</guid><pubDate>Kamis 24 Agustus 2023 12:11 WIB</pubDate><dc:creator>Hafizhuddin </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/24/320/2870197/bos-ojk-ungkap-peran-penting-pertumbuhan-ekonomi-di-asean-D6PE0NIvlo.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pentingnya pertumbuhan ekonomi di ASEAN (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/24/320/2870197/bos-ojk-ungkap-peran-penting-pertumbuhan-ekonomi-di-asean-D6PE0NIvlo.jpeg</image><title>Pentingnya pertumbuhan ekonomi di ASEAN (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMS8xLzE2OTQ5Ni81L3g4bmQ2YWU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap peran penting pertumbuhan ekonomi di ASEAN. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan pertumbuhan ekonomi di ASEAN berperan untuk memastikan sektor keuangan memiliki sumber daya untuk memperluas integrasi keuangan.
&quot;Selain itu, sektor keuangan yang kuat juga berperan penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi,&quot; kata Mahendra dalam ASEAN Fest 2023: OJK Seminar on Financial Inclusion dilansir dari Antara, Kamis (24/8/2023).

BACA JUGA:
Menkop Teten: ASEAN Harus Tingkatkan Daya Saing demi Pertumbuhan Ekonomi


Selama beberapa dekade terakhir, lanjut dia, ASEAN dianggap sebagai lokasi yang baik untuk manufaktur karena memiliki sumber daya alam dan tenaga kerja murah yang berlimpah.
Meskipun memberikan manfaat awal bagi industrialisasi di beberapa negara anggota ASEAN, tetapi hal tersebut belum memberikan sumber daya keuangan yang dapat mengintegrasikan penduduk pedesaan dan komunitas daerah terpencil ke dalam sistem ekonomi dan keuangan yang lebih luas.

BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Harap Yogyakarta-Solo-Semarang Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi


Mengingat kawasan ASEAN mencakup sebagian besar negara berkembang, maka ASEAN dinilai perlu perlu fokus pada nilai tambah dengan mengintegrasikan manufaktur vertikal hulu dan hilir (vertical upstream and downstream manufacturing).
Hal ini menimbang ASEAN memiliki banyak bahan mentah dan mineral, sehingga memberikan nilai tambah sangat besar terhadap prospek industri.
&quot;ASEAN bukan lagi sekedar bagian dari pabrik dunia. ASEAN telah  menjadi salah satu pasar terbesar di dunia pada saat yang bersamaan,&quot;  ujar dia.
Kendati situasi geopolitik dan geoekonomi akan semakin memburuk pada  dekade mendatang, ASEAN dianggap harus memanfaatkan momentum ini dengan  menangkap peluang untuk menjadi episentrum pertumbuhan dunia dengan  mempromosikan model pembangunan berkelanjutan.
&quot;Integrasi ekonomi ASEAN didasarkan pada keunggulan kompetitif yang  dinamis sebagai sumber rantai nilai global untuk melayani pasar  intra-regional dan global,&quot; ungkap Mahendra.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMS8xLzE2OTQ5Ni81L3g4bmQ2YWU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap peran penting pertumbuhan ekonomi di ASEAN. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan pertumbuhan ekonomi di ASEAN berperan untuk memastikan sektor keuangan memiliki sumber daya untuk memperluas integrasi keuangan.
&quot;Selain itu, sektor keuangan yang kuat juga berperan penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi,&quot; kata Mahendra dalam ASEAN Fest 2023: OJK Seminar on Financial Inclusion dilansir dari Antara, Kamis (24/8/2023).

BACA JUGA:
Menkop Teten: ASEAN Harus Tingkatkan Daya Saing demi Pertumbuhan Ekonomi


Selama beberapa dekade terakhir, lanjut dia, ASEAN dianggap sebagai lokasi yang baik untuk manufaktur karena memiliki sumber daya alam dan tenaga kerja murah yang berlimpah.
Meskipun memberikan manfaat awal bagi industrialisasi di beberapa negara anggota ASEAN, tetapi hal tersebut belum memberikan sumber daya keuangan yang dapat mengintegrasikan penduduk pedesaan dan komunitas daerah terpencil ke dalam sistem ekonomi dan keuangan yang lebih luas.

BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Harap Yogyakarta-Solo-Semarang Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi


Mengingat kawasan ASEAN mencakup sebagian besar negara berkembang, maka ASEAN dinilai perlu perlu fokus pada nilai tambah dengan mengintegrasikan manufaktur vertikal hulu dan hilir (vertical upstream and downstream manufacturing).
Hal ini menimbang ASEAN memiliki banyak bahan mentah dan mineral, sehingga memberikan nilai tambah sangat besar terhadap prospek industri.
&quot;ASEAN bukan lagi sekedar bagian dari pabrik dunia. ASEAN telah  menjadi salah satu pasar terbesar di dunia pada saat yang bersamaan,&quot;  ujar dia.
Kendati situasi geopolitik dan geoekonomi akan semakin memburuk pada  dekade mendatang, ASEAN dianggap harus memanfaatkan momentum ini dengan  menangkap peluang untuk menjadi episentrum pertumbuhan dunia dengan  mempromosikan model pembangunan berkelanjutan.
&quot;Integrasi ekonomi ASEAN didasarkan pada keunggulan kompetitif yang  dinamis sebagai sumber rantai nilai global untuk melayani pasar  intra-regional dan global,&quot; ungkap Mahendra.</content:encoded></item></channel></rss>
