<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan 5,75%! Ini Alasannya</title><description>RDG BI memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,75%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870327/bi-kembali-tahan-suku-bunga-acuan-5-75-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870327/bi-kembali-tahan-suku-bunga-acuan-5-75-ini-alasannya"/><item><title>BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan 5,75%! Ini Alasannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870327/bi-kembali-tahan-suku-bunga-acuan-5-75-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870327/bi-kembali-tahan-suku-bunga-acuan-5-75-ini-alasannya</guid><pubDate>Kamis 24 Agustus 2023 14:36 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/24/320/2870327/bi-kembali-tahan-suku-bunga-acuan-5-75-ini-alasannya-mftMd1OKEM.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo Jelaskan soal Suku Bunga (Foto: BI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/24/320/2870327/bi-kembali-tahan-suku-bunga-acuan-5-75-ini-alasannya-mftMd1OKEM.jpeg</image><title>Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo Jelaskan soal Suku Bunga (Foto: BI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMy80LzE2OTU4NC81L3g4bmZsbDQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,75% pada tanggal 23 dan 24 Agustus 2023.
Kemudian suku bunga Deposit Facility tetap sebesar level 5%, dan suku bunga Lending Facility tetap sebesar 6,5%.

BACA JUGA:
Menko Airlangga Prediksi Ekonomi Digital ASEAN Naik 2 Kali Lipat pada 2023

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan bahwa keputusan mempertahankan suku bunga BI7DRR sebesar 5,75% ini konsisten dengan stand kebijakan moneter yang preemptive dan forward looking.
Keputusan ini diambil dalam rangka memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan.

BACA JUGA:
Bos OJK Ungkap Peran Penting Pertumbuhan Ekonomi di ASEAN

&quot;Keputusan suku bunga 5,75% ini untuk memastikan inflasi inti tetap terkendali dalam kisaran sasaran 3&amp;plusmn;1% pada sisa tahun 2023 dan 2,5&amp;plusmn;1% pada tahun 2024,&quot; ujar Perry dalam konferensi pers RDG BI di Jakarta, Kamis (24/8/2023).Fokus kebijakan moneter akan diarahkan pada penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) dan memitigasi dampak rambatan ketidakpastian pasar keuangan global.
Sementara itu, untuk mendukung kebijakan insentif likuiditas makroprudensial tetap diperkuat untuk mendorong kredit pembiayaan dengan fokus hilirisasi, perumahan, pariwisata, dan pembiayaan inklusif dan hijau.
&quot;Akselerasi digitalisasi sistem pembayaran juga terus didorong untuk perluasan inklusi ekonomi dan keuangan digital,&quot; tandas Perry.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMy80LzE2OTU4NC81L3g4bmZsbDQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 5,75% pada tanggal 23 dan 24 Agustus 2023.
Kemudian suku bunga Deposit Facility tetap sebesar level 5%, dan suku bunga Lending Facility tetap sebesar 6,5%.

BACA JUGA:
Menko Airlangga Prediksi Ekonomi Digital ASEAN Naik 2 Kali Lipat pada 2023

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan bahwa keputusan mempertahankan suku bunga BI7DRR sebesar 5,75% ini konsisten dengan stand kebijakan moneter yang preemptive dan forward looking.
Keputusan ini diambil dalam rangka memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan.

BACA JUGA:
Bos OJK Ungkap Peran Penting Pertumbuhan Ekonomi di ASEAN

&quot;Keputusan suku bunga 5,75% ini untuk memastikan inflasi inti tetap terkendali dalam kisaran sasaran 3&amp;plusmn;1% pada sisa tahun 2023 dan 2,5&amp;plusmn;1% pada tahun 2024,&quot; ujar Perry dalam konferensi pers RDG BI di Jakarta, Kamis (24/8/2023).Fokus kebijakan moneter akan diarahkan pada penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) dan memitigasi dampak rambatan ketidakpastian pasar keuangan global.
Sementara itu, untuk mendukung kebijakan insentif likuiditas makroprudensial tetap diperkuat untuk mendorong kredit pembiayaan dengan fokus hilirisasi, perumahan, pariwisata, dan pembiayaan inklusif dan hijau.
&quot;Akselerasi digitalisasi sistem pembayaran juga terus didorong untuk perluasan inklusi ekonomi dan keuangan digital,&quot; tandas Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
