<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Soroti 3 Hal Penting dalam Pengembangan Infrastruktur</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti tiga hal penting dalam pengembangan infrastruktur.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870347/sri-mulyani-soroti-3-hal-penting-dalam-pengembangan-infrastruktur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870347/sri-mulyani-soroti-3-hal-penting-dalam-pengembangan-infrastruktur"/><item><title>Sri Mulyani Soroti 3 Hal Penting dalam Pengembangan Infrastruktur</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870347/sri-mulyani-soroti-3-hal-penting-dalam-pengembangan-infrastruktur</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870347/sri-mulyani-soroti-3-hal-penting-dalam-pengembangan-infrastruktur</guid><pubDate>Kamis 24 Agustus 2023 14:52 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/24/320/2870347/sri-mulyani-soroti-3-hal-penting-dalam-pengembangan-infrastruktur-2C7uDiFBqL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani tekankan hal penting dalam pembangunan infrastruktur (Foto: Kemenkeu)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/24/320/2870347/sri-mulyani-soroti-3-hal-penting-dalam-pengembangan-infrastruktur-2C7uDiFBqL.jpg</image><title>Sri Mulyani tekankan hal penting dalam pembangunan infrastruktur (Foto: Kemenkeu)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xNS8xLzE2ODEyMS81L3g4bWpqazg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti tiga hal penting dalam pengembangan infrastruktur. Poin pertama adalah kondisi lingkungan yang memungkinkan.
&quot;Ini terkait dengan kebijakan, jika Anda bisa mendesain kebijakan yang tepat, maka tentu Anda bisa menarik modal yang tepat dan mewujudkan infrastrukturnya,&quot; ujar Sri Mulyani dalam High Level Dialogue on Promoting Sustainable Infrastructure Development di Jakarta, Kamis (24/8/2023).

BACA JUGA:
Daftar 8 Bidang Usaha Kalla Group, Otomotif hingga Infrastruktur


Hal penting kedua, sebut Sri, adalah saluran pipa. Dia mengatakan bahwa banyak pihak yang sudah menegaskan bahwa infrastruktur itu penting, tetapi mendesain dan menyiapkan sebelum pengembangan infrastruktur itu benar-benar dilaksanakan adalah hal yang paling penting.
&quot;Banyak negara sebenarnya menghadapi masalah ini, yaitu membuat dan membangun saluran pipa infrastruktur. Anda bisa mengidentifikasinya, bahwa kita membutuhkan air bersih, ruas jalan, listrik, dan bahkan port telekomunikasi, tetapi biasanya itu akan membutuhkan banyak persiapan, terutama jika kita mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan isu serta risiko pemerintahan,&quot; jelas Sri.

BACA JUGA:
PUPR Pastikan Infrastruktur Dasar IKN Rampung 2024


Hal ketiga yang penting menurut Sri adalah kolaborasi antar pemegang kepentingan (stakeholder) di dalam ekosistem. Jika membangun infrastruktur, biasanya tidak akan hanya bergantung pada satu sumber pembiayaan utama, misal dari publik. Bahkan, meskipun itu dari publik, masih ada perbedaan sumber dana publiknya.
&quot;Bisa saja ini datang dari anggaran langsung, tapi bisa juga berasal  dari bilateral, multilateral, atau bahkan meminjam dana. Jadi Anda  benar-benar butuh kolaborasi yang tidak meningkatkan biaya transaksi,  tetapi menyederhanakan prosesnya,&quot; tambah Sri.
Dalam konteks ini, isu pengadaan yang biasanya terkait dengan jangka  waktu yang lama, bahkan kadang tidak efisien dan tidak selalu menjamin  kualitasnya. Sehingga, kolaborasi dalam ekosistem ini berarti bisa  memiliki koordinasi tentang proses seperti apa yang dinilai sebagai good  governance, tetapi di saat yang bersamaan, juga cukup efisien untuk  dilaksanakan.
&quot;Jadi, kalau disimpulkan, tiga hal ini antara lain kerangka kerja  kebijakan (policy framework), saluran pipa, dan kolaborasi harus terus  dibangun dan ditingkatkan,&quot; tandas Sri.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8xNS8xLzE2ODEyMS81L3g4bWpqazg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti tiga hal penting dalam pengembangan infrastruktur. Poin pertama adalah kondisi lingkungan yang memungkinkan.
&quot;Ini terkait dengan kebijakan, jika Anda bisa mendesain kebijakan yang tepat, maka tentu Anda bisa menarik modal yang tepat dan mewujudkan infrastrukturnya,&quot; ujar Sri Mulyani dalam High Level Dialogue on Promoting Sustainable Infrastructure Development di Jakarta, Kamis (24/8/2023).

BACA JUGA:
Daftar 8 Bidang Usaha Kalla Group, Otomotif hingga Infrastruktur


Hal penting kedua, sebut Sri, adalah saluran pipa. Dia mengatakan bahwa banyak pihak yang sudah menegaskan bahwa infrastruktur itu penting, tetapi mendesain dan menyiapkan sebelum pengembangan infrastruktur itu benar-benar dilaksanakan adalah hal yang paling penting.
&quot;Banyak negara sebenarnya menghadapi masalah ini, yaitu membuat dan membangun saluran pipa infrastruktur. Anda bisa mengidentifikasinya, bahwa kita membutuhkan air bersih, ruas jalan, listrik, dan bahkan port telekomunikasi, tetapi biasanya itu akan membutuhkan banyak persiapan, terutama jika kita mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan isu serta risiko pemerintahan,&quot; jelas Sri.

BACA JUGA:
PUPR Pastikan Infrastruktur Dasar IKN Rampung 2024


Hal ketiga yang penting menurut Sri adalah kolaborasi antar pemegang kepentingan (stakeholder) di dalam ekosistem. Jika membangun infrastruktur, biasanya tidak akan hanya bergantung pada satu sumber pembiayaan utama, misal dari publik. Bahkan, meskipun itu dari publik, masih ada perbedaan sumber dana publiknya.
&quot;Bisa saja ini datang dari anggaran langsung, tapi bisa juga berasal  dari bilateral, multilateral, atau bahkan meminjam dana. Jadi Anda  benar-benar butuh kolaborasi yang tidak meningkatkan biaya transaksi,  tetapi menyederhanakan prosesnya,&quot; tambah Sri.
Dalam konteks ini, isu pengadaan yang biasanya terkait dengan jangka  waktu yang lama, bahkan kadang tidak efisien dan tidak selalu menjamin  kualitasnya. Sehingga, kolaborasi dalam ekosistem ini berarti bisa  memiliki koordinasi tentang proses seperti apa yang dinilai sebagai good  governance, tetapi di saat yang bersamaan, juga cukup efisien untuk  dilaksanakan.
&quot;Jadi, kalau disimpulkan, tiga hal ini antara lain kerangka kerja  kebijakan (policy framework), saluran pipa, dan kolaborasi harus terus  dibangun dan ditingkatkan,&quot; tandas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
