<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini 5 Jurus BI Jaga Laju Pertumbuhan Ekonomi</title><description>Bank Indonesia (BI) memiliki strategi untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870358/ini-5-jurus-bi-jaga-laju-pertumbuhan-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870358/ini-5-jurus-bi-jaga-laju-pertumbuhan-ekonomi"/><item><title>Ini 5 Jurus BI Jaga Laju Pertumbuhan Ekonomi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870358/ini-5-jurus-bi-jaga-laju-pertumbuhan-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870358/ini-5-jurus-bi-jaga-laju-pertumbuhan-ekonomi</guid><pubDate>Kamis 24 Agustus 2023 14:58 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/24/320/2870358/ini-5-jurus-bi-jaga-laju-pertumbuhan-ekonomi-ZB0St9wCUk.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Jurus Bank Indonesia jaga perekonomian. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/24/320/2870358/ini-5-jurus-bi-jaga-laju-pertumbuhan-ekonomi-ZB0St9wCUk.JPG</image><title>Jurus Bank Indonesia jaga perekonomian. (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memiliki strategi untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Gubernur BI, Perry Warjiyo menyebut kalau yang pertama dengan memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah melalui intervensi di pasar valas dengan fokus pada transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan 5,75%! Ini Alasannya

&quot;Strategi kedua, menerbitkan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebagai instrumen OM (kontraksi) yang pro-market dalam rangka memperkuat upaya pendalaman pasar uang, mendukung upaya menarik aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi portofolio, serta untuk optimalisasi aset SBN yang dimiliki Bank Indonesia sebagai underlying,&quot; kata Perry dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (24/8/2023).
Adapun yang ketiga melanjutkan kebijakan transparansi suku bunga dasar kredit (SBDK) dengan pendalaman pada suku bunga perbankan pada Sektor Perumahan dan Pariwisata.
Keempat, mengakselerasi digitalisasi sistem pembayaran untuk memperluas ekosistem ekonomi dan keuangan digital, dengan: Implementasi kebijakan QRIS Tarik Tunai, Transfer, dan Setor Tunai (TUNTAS) bersama dengan industri; dan Implementasi uji coba QRIS antarnegara dengan Singapura;

BACA JUGA:
Pengaruh Ekonomi China Lebih Berdampak pada RI Dibanding Kenaikan Suku Bunga The Fed

&quot;Strategi yang kelima, menyukseskan Keketuaan ASEAN 2023 khususnya melalui jalur keuangan, dengan lima fokus pencapaian, yaitu terkait bauran kebijakan, local currency transaction, regional payment connectivity, inklusi keuangan, dan strengthening ASEAN finance process,&quot; tambah Perry.Selain itu, koordinasi kebijakan dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan mitra strategis terus diperkuat. Dalam kaitan ini, koordinasi dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) dilanjutkan melalui penguatan program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Intip Kinerja Perbankan di Era Suku Bunga Tinggi dan Tahun Politik

&quot;Sinergi kebijakan antara Bank Indonesia dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) diperkuat dalam rangka menjaga stabilitas makroekonomi dan sektor keuangan, mendorong kredit/pembiayaan kepada dunia usaha khususnya pada sektor-sektor prioritas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan ekspor, serta meningkatkan ekonomi dan keuangan inklusif dan hijau,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memiliki strategi untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Gubernur BI, Perry Warjiyo menyebut kalau yang pertama dengan memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah melalui intervensi di pasar valas dengan fokus pada transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan 5,75%! Ini Alasannya

&quot;Strategi kedua, menerbitkan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebagai instrumen OM (kontraksi) yang pro-market dalam rangka memperkuat upaya pendalaman pasar uang, mendukung upaya menarik aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi portofolio, serta untuk optimalisasi aset SBN yang dimiliki Bank Indonesia sebagai underlying,&quot; kata Perry dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (24/8/2023).
Adapun yang ketiga melanjutkan kebijakan transparansi suku bunga dasar kredit (SBDK) dengan pendalaman pada suku bunga perbankan pada Sektor Perumahan dan Pariwisata.
Keempat, mengakselerasi digitalisasi sistem pembayaran untuk memperluas ekosistem ekonomi dan keuangan digital, dengan: Implementasi kebijakan QRIS Tarik Tunai, Transfer, dan Setor Tunai (TUNTAS) bersama dengan industri; dan Implementasi uji coba QRIS antarnegara dengan Singapura;

BACA JUGA:
Pengaruh Ekonomi China Lebih Berdampak pada RI Dibanding Kenaikan Suku Bunga The Fed

&quot;Strategi yang kelima, menyukseskan Keketuaan ASEAN 2023 khususnya melalui jalur keuangan, dengan lima fokus pencapaian, yaitu terkait bauran kebijakan, local currency transaction, regional payment connectivity, inklusi keuangan, dan strengthening ASEAN finance process,&quot; tambah Perry.Selain itu, koordinasi kebijakan dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan mitra strategis terus diperkuat. Dalam kaitan ini, koordinasi dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) dilanjutkan melalui penguatan program Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Intip Kinerja Perbankan di Era Suku Bunga Tinggi dan Tahun Politik

&quot;Sinergi kebijakan antara Bank Indonesia dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) diperkuat dalam rangka menjaga stabilitas makroekonomi dan sektor keuangan, mendorong kredit/pembiayaan kepada dunia usaha khususnya pada sektor-sektor prioritas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan ekspor, serta meningkatkan ekonomi dan keuangan inklusif dan hijau,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
