<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kembangkan Ekonomi Hijau, ASEAN Bisa Untung Rp15 Triliun</title><description>Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pengembangan ekonomi hijau (green economy), ASEAN mampu menambah nilai.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870383/kembangkan-ekonomi-hijau-asean-bisa-untung-rp15-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870383/kembangkan-ekonomi-hijau-asean-bisa-untung-rp15-triliun"/><item><title>Kembangkan Ekonomi Hijau, ASEAN Bisa Untung Rp15 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870383/kembangkan-ekonomi-hijau-asean-bisa-untung-rp15-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870383/kembangkan-ekonomi-hijau-asean-bisa-untung-rp15-triliun</guid><pubDate>Kamis 24 Agustus 2023 15:22 WIB</pubDate><dc:creator>Sri Kurnia Ningsih</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/24/320/2870383/kembangkan-ekonomi-hijau-asean-bisa-untung-rp15-triliun-D1tbcnbTit.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Airlangga Hartarto Jelaskan soal Ekonomi Hijau Bagi ASEAN (Foto: Kemenko)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/24/320/2870383/kembangkan-ekonomi-hijau-asean-bisa-untung-rp15-triliun-D1tbcnbTit.jpg</image><title>Menko Airlangga Hartarto Jelaskan soal Ekonomi Hijau Bagi ASEAN (Foto: Kemenko)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMC80LzE2OTQ1Mi81L3g4bmNrM28=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pengembangan ekonomi hijau (green economy), ASEAN mampu menambah nilai ekonomi hingga USD1 miliar atau setara Rp15 triliun (kurs Rp15.000).
&amp;ldquo;ASEAN kemungkinan akan diuntungkan sekitar satu miliar dolar AS untuk pengembangan ekonomi hijau,&amp;rdquo; kata Menko Airlangga dalam simposium &amp;lsquo;Digital Economy and Sustainibility&amp;rsquo; dikutip Antara, Kamis (24/8/2023).

BACA JUGA:
Keseriusan RI Wujudkan Dekarbonisasi dengan Aturan Bursa Karbon

Ekonomi hijau diartikan sebagai perekonomian yang rendah atau tidak menghasilkan emisi karbondioksida terhadap lingkungan, hemat sumber daya alam, dan berkeadilan sosial .
Pengembangan ekonomi hijau dihasilkan dari area pertumbuhan baru, efisiensi bisnis energi berbasis sumber daya alam (SDA), sistem pangan, serta logistik yang menjadi sektor prioritas utama dari ekonomi hijau.

BACA JUGA:
BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan 5,75%! Ini Alasannya

Menko Airlangga menjelaskan, dengan mulai menerapkan ekonomi hijau di kawasan, ASEAN dinilai mampu menciptakan 5 juta lapangan pekerjaan tambahan serta meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 7% pada 2030.&amp;ldquo;Selain keuntungan ekonomi, penerapan ekonomi hijau di ASEAN akan mengurangi emisi karbon sebesar 80% dan juga melakukan transisi untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan regional dalam menghadapi tantangan global,&amp;rdquo; tuturnya.
Indonesia sendiri saat ini tengah berfokus untuk membangun fasilitas manufaktur panel surya photovoltaic (PV) sebagai bagian dari hilirisasi industri andalan di samping sektor mineral.
&amp;ldquo;Jadi menurut saya ini akan menjadi pertumbuhan berikutnya yang memperdalam sektor digital dan sektor energi terbarukan,&amp;rdquo; kata Menko Airlangga.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMC80LzE2OTQ1Mi81L3g4bmNrM28=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pengembangan ekonomi hijau (green economy), ASEAN mampu menambah nilai ekonomi hingga USD1 miliar atau setara Rp15 triliun (kurs Rp15.000).
&amp;ldquo;ASEAN kemungkinan akan diuntungkan sekitar satu miliar dolar AS untuk pengembangan ekonomi hijau,&amp;rdquo; kata Menko Airlangga dalam simposium &amp;lsquo;Digital Economy and Sustainibility&amp;rsquo; dikutip Antara, Kamis (24/8/2023).

BACA JUGA:
Keseriusan RI Wujudkan Dekarbonisasi dengan Aturan Bursa Karbon

Ekonomi hijau diartikan sebagai perekonomian yang rendah atau tidak menghasilkan emisi karbondioksida terhadap lingkungan, hemat sumber daya alam, dan berkeadilan sosial .
Pengembangan ekonomi hijau dihasilkan dari area pertumbuhan baru, efisiensi bisnis energi berbasis sumber daya alam (SDA), sistem pangan, serta logistik yang menjadi sektor prioritas utama dari ekonomi hijau.

BACA JUGA:
BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan 5,75%! Ini Alasannya

Menko Airlangga menjelaskan, dengan mulai menerapkan ekonomi hijau di kawasan, ASEAN dinilai mampu menciptakan 5 juta lapangan pekerjaan tambahan serta meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 7% pada 2030.&amp;ldquo;Selain keuntungan ekonomi, penerapan ekonomi hijau di ASEAN akan mengurangi emisi karbon sebesar 80% dan juga melakukan transisi untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan regional dalam menghadapi tantangan global,&amp;rdquo; tuturnya.
Indonesia sendiri saat ini tengah berfokus untuk membangun fasilitas manufaktur panel surya photovoltaic (PV) sebagai bagian dari hilirisasi industri andalan di samping sektor mineral.
&amp;ldquo;Jadi menurut saya ini akan menjadi pertumbuhan berikutnya yang memperdalam sektor digital dan sektor energi terbarukan,&amp;rdquo; kata Menko Airlangga.</content:encoded></item></channel></rss>
