<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspadai China, BI Prediksi Ekonomi Global Hanya Tumbuh 2,7% di 2023</title><description>Bank Indonesia memproyeksi ekonomi global tumbuh 2,7% tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870417/waspadai-china-bi-prediksi-ekonomi-global-hanya-tumbuh-2-7-di-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870417/waspadai-china-bi-prediksi-ekonomi-global-hanya-tumbuh-2-7-di-2023"/><item><title>Waspadai China, BI Prediksi Ekonomi Global Hanya Tumbuh 2,7% di 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870417/waspadai-china-bi-prediksi-ekonomi-global-hanya-tumbuh-2-7-di-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870417/waspadai-china-bi-prediksi-ekonomi-global-hanya-tumbuh-2-7-di-2023</guid><pubDate>Kamis 24 Agustus 2023 16:06 WIB</pubDate><dc:creator>Hafizhuddin </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/24/320/2870417/waspadai-china-bi-prediksi-ekonomi-global-hanya-tumbuh-2-7-di-2023-CcooKFqucJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BI ramal ekonomi dunia tumbuh 2,7% (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/24/320/2870417/waspadai-china-bi-prediksi-ekonomi-global-hanya-tumbuh-2-7-di-2023-CcooKFqucJ.jpg</image><title>BI ramal ekonomi dunia tumbuh 2,7% (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMS80LzE2OTA1OC81L3g4bjU3OGE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia memproyeksi ekonomi global tumbuh 2,7% tahun ini. Hal ini mempertimbangkan ketidakpastian perekonomian global kembali meningkat.
&amp;ldquo;Pergeseran komposisi pertumbuhan ekonomi global 2023 semakin kuat, meskipun secara keseluruhan tahun pertumbuhan ekonomi global sama dengan prakiraan sebelumnya sebesar 2,7%,&amp;rdquo; kata Gubernur BI Perry Warjiyo, Kamis (24/8/2023).

BACA JUGA:
Gubernur BI Yakin Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,3% Tahun Ini


Bank sentral juga menyoroti pertumbuhan ekonomi China yang tumbuh lebih rendah akibat keyakinan pelaku ekonomi yang melemah serta utang rumah tangga yang tinggi. Hal ini menurunkan konsumsi dan kinerja properti yang turun yang berdampak pada investasi.

BACA JUGA:
Kembangkan Ekonomi Hijau, ASEAN Bisa Untung Rp15 Triliun


Sementara itu, ekonomi Eropa juga melemah dipicu oleh dampak eskalasi ketegangan geopolitik Rusia dan Ukraina. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) lebih baik dari prakiraan semula dipengaruhi konsumsi yang membaik ditopang kenaikan upah dan pemanfaatan tabungan yang tinggi (excess saving).
Di sisi lain, tekanan inflasi negara maju masih tinggi dipengaruhi  perekonomian yang kuat dan pasar tenaga kerja yang ketat, sedangkan  inflasi di negara berkembang telah menurun. Hal ini diprakirakan  mendorong berlanjutnya kenaikan suku bunga kebijakan moneter di negara  maju, termasuk Federal Funds Rate (FFR) AS.
&amp;ldquo;Berbagai perkembangan tersebut semakin menaikkan ketidakpastian  pasar keuangan global dan mendorong aliran modal ke negara berkembang  lebih selektif,&amp;rdquo; tegasnya.
Dia menilai, tekanan nilai tukar di negara berkembang meningkat,  sehingga memerlukan penguatan respons kebijakan untuk memitigasi risiko  rambatan global tersebut, termasuk di Indonesia.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMS80LzE2OTA1OC81L3g4bjU3OGE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia memproyeksi ekonomi global tumbuh 2,7% tahun ini. Hal ini mempertimbangkan ketidakpastian perekonomian global kembali meningkat.
&amp;ldquo;Pergeseran komposisi pertumbuhan ekonomi global 2023 semakin kuat, meskipun secara keseluruhan tahun pertumbuhan ekonomi global sama dengan prakiraan sebelumnya sebesar 2,7%,&amp;rdquo; kata Gubernur BI Perry Warjiyo, Kamis (24/8/2023).

BACA JUGA:
Gubernur BI Yakin Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,3% Tahun Ini


Bank sentral juga menyoroti pertumbuhan ekonomi China yang tumbuh lebih rendah akibat keyakinan pelaku ekonomi yang melemah serta utang rumah tangga yang tinggi. Hal ini menurunkan konsumsi dan kinerja properti yang turun yang berdampak pada investasi.

BACA JUGA:
Kembangkan Ekonomi Hijau, ASEAN Bisa Untung Rp15 Triliun


Sementara itu, ekonomi Eropa juga melemah dipicu oleh dampak eskalasi ketegangan geopolitik Rusia dan Ukraina. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) lebih baik dari prakiraan semula dipengaruhi konsumsi yang membaik ditopang kenaikan upah dan pemanfaatan tabungan yang tinggi (excess saving).
Di sisi lain, tekanan inflasi negara maju masih tinggi dipengaruhi  perekonomian yang kuat dan pasar tenaga kerja yang ketat, sedangkan  inflasi di negara berkembang telah menurun. Hal ini diprakirakan  mendorong berlanjutnya kenaikan suku bunga kebijakan moneter di negara  maju, termasuk Federal Funds Rate (FFR) AS.
&amp;ldquo;Berbagai perkembangan tersebut semakin menaikkan ketidakpastian  pasar keuangan global dan mendorong aliran modal ke negara berkembang  lebih selektif,&amp;rdquo; tegasnya.
Dia menilai, tekanan nilai tukar di negara berkembang meningkat,  sehingga memerlukan penguatan respons kebijakan untuk memitigasi risiko  rambatan global tersebut, termasuk di Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
