<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Transaksi Digital Banking di RI Tembus Rp5.035 Triliun</title><description>Bank Indonesia (BI) menyampaikan kalau kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap kuat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870427/transaksi-digital-banking-di-ri-tembus-rp5-035-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870427/transaksi-digital-banking-di-ri-tembus-rp5-035-triliun"/><item><title>Transaksi Digital Banking di RI Tembus Rp5.035 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870427/transaksi-digital-banking-di-ri-tembus-rp5-035-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870427/transaksi-digital-banking-di-ri-tembus-rp5-035-triliun</guid><pubDate>Kamis 24 Agustus 2023 16:16 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/24/320/2870427/transaksi-digital-banking-di-ri-tembus-rp5-035-triliun-zQK8kRBnQn.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Transaksi digital banking di RI tembus Rp5.035 triliun. (Foto: BI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/24/320/2870427/transaksi-digital-banking-di-ri-tembus-rp5-035-triliun-zQK8kRBnQn.JPG</image><title>Transaksi digital banking di RI tembus Rp5.035 triliun. (Foto: BI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNC80LzE2MjY3Ny81L3g4ajVnZGg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyampaikan kalau kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap kuat.

Hal itu didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

7 Fakta Suku Bunga Acuan Bank Indonesia

&quot;Nilai transaksi Uang Elektronik (UE) pada Juli 2023 meningkat 10,50% (yoy) sehingga mencapai Rp39,21 triliun, sementara nilai transaksi digital banking tercatat Rp5.035,37 triliun atau tumbuh sebesar 15,50% (yoy),&quot; kata Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (24/8/2023).

Dia menyebut, nilai nominal transaksi QRIS terus menunjukkan pertumbuhan sebesar 84,50% (yoy) sehingga mencapai Rp18,01 triliun, dengan jumlah pengguna 38,24 juta dan jumlah merchant 27,51 juta yang sebagian besar merupakan UMKM.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bank Indonesia Diprediksi Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 6%

&quot;Bank Indonesia terus mendorong akselerasi digitalisasi sistem pembayaran dan perluasan kerja sama sistem pembayaran antarnegara guna mendorong inklusi ekonomi keuangan serta perluasan ekonomi dan keuangan digital,&quot; kata Perry.

Sementara itu, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit mencapai Rp707,90 triliun atau turun sebesar 4,26% (yoy).

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bank Indonesia Buka Lowongan Kerja hingga 10 Mei, Ini Cara Daftar hingga Syaratnya


Dari sisi pengelolaan uang Rupiah, jumlah Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Juli 2023 meningkat 4,14% (yoy) sehingga menjadi Rp951,13 triliun .



&quot;Bank Indonesia terus memastikan ketersediaan uang Rupiah dengan kualitas yang terjaga di seluruh wilayah NKRI melalui program pengedaran uang Rupiah ke daerah 3T (Terluar, Terdepan, Terpencil) serta melalui kegiatan Kas Keliling, Kas Titipan dan Ekspedisi Rupiah Berdaulat,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNC80LzE2MjY3Ny81L3g4ajVnZGg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyampaikan kalau kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap kuat.

Hal itu didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

7 Fakta Suku Bunga Acuan Bank Indonesia

&quot;Nilai transaksi Uang Elektronik (UE) pada Juli 2023 meningkat 10,50% (yoy) sehingga mencapai Rp39,21 triliun, sementara nilai transaksi digital banking tercatat Rp5.035,37 triliun atau tumbuh sebesar 15,50% (yoy),&quot; kata Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Kamis (24/8/2023).

Dia menyebut, nilai nominal transaksi QRIS terus menunjukkan pertumbuhan sebesar 84,50% (yoy) sehingga mencapai Rp18,01 triliun, dengan jumlah pengguna 38,24 juta dan jumlah merchant 27,51 juta yang sebagian besar merupakan UMKM.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bank Indonesia Diprediksi Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 6%

&quot;Bank Indonesia terus mendorong akselerasi digitalisasi sistem pembayaran dan perluasan kerja sama sistem pembayaran antarnegara guna mendorong inklusi ekonomi keuangan serta perluasan ekonomi dan keuangan digital,&quot; kata Perry.

Sementara itu, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit mencapai Rp707,90 triliun atau turun sebesar 4,26% (yoy).

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bank Indonesia Buka Lowongan Kerja hingga 10 Mei, Ini Cara Daftar hingga Syaratnya


Dari sisi pengelolaan uang Rupiah, jumlah Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Juli 2023 meningkat 4,14% (yoy) sehingga menjadi Rp951,13 triliun .



&quot;Bank Indonesia terus memastikan ketersediaan uang Rupiah dengan kualitas yang terjaga di seluruh wilayah NKRI melalui program pengedaran uang Rupiah ke daerah 3T (Terluar, Terdepan, Terpencil) serta melalui kegiatan Kas Keliling, Kas Titipan dan Ekspedisi Rupiah Berdaulat,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
