<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Instrumen Sekuritas Rupiah BI Jadi Upaya Bank Sentral Tarik Modal Asing</title><description>Instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menjadi upaya bank sentral menarik modal asing.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870549/instrumen-sekuritas-rupiah-bi-jadi-upaya-bank-sentral-tarik-modal-asing</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870549/instrumen-sekuritas-rupiah-bi-jadi-upaya-bank-sentral-tarik-modal-asing"/><item><title>Instrumen Sekuritas Rupiah BI Jadi Upaya Bank Sentral Tarik Modal Asing</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870549/instrumen-sekuritas-rupiah-bi-jadi-upaya-bank-sentral-tarik-modal-asing</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/320/2870549/instrumen-sekuritas-rupiah-bi-jadi-upaya-bank-sentral-tarik-modal-asing</guid><pubDate>Kamis 24 Agustus 2023 18:27 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/24/320/2870549/instrumen-sekuritas-rupiah-bi-jadi-upaya-bank-sentral-tarik-modal-asing-3N1YhFGCvP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia terbitkan instrumen sekuritas rupiah (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/24/320/2870549/instrumen-sekuritas-rupiah-bi-jadi-upaya-bank-sentral-tarik-modal-asing-3N1YhFGCvP.jpg</image><title>Bank Indonesia terbitkan instrumen sekuritas rupiah (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMi80LzE2MzY3NC81L3g4ajVkNTg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menjadi upaya bank sentral menarik modal asing. Bank Indonesia menerbitkan instrumen SRBI yang merupakan surat berharga dalam mata uang rupiah sebagai pengakuan utang berjangka waktu pendek dengan menggunakan underlying asset berupa Surat Berharga Negara (SBN) milik BI.

BACA JUGA:
BI Terbitkan Instrumen Sekuritas Rupiah (SRBI), Apa Itu?


Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan alasan diterbitkannya SRBI yakni untuk mengelola likuiditas, sekaligus mendukung pengembangan pasar uang dan stabilitas nilai tukar rupiah, karena dapat ditransaksikan dan dimiliki oleh nonbank (penduduk dan bukan penduduk) di pasar sekunder.
&quot;SRBI diterbitkan sebagai instrumen operasi moneter kontraksi yang pro market dalam rangka memperkuat upaya pendalaman pasar uang, mendukung upaya menarik masuk modal asing dalam bentuk investasi portofolio, serta untuk optimalisasi aset SBN yang dimiliki Bank Indonesia sebagai underlying,&quot; ungkap Perry dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (24/8/2023).

BACA JUGA:
IHSG Ditutup Melemah ke 6.899 Usai BI Tahan Suku Bunga Acuan


Menurut Perry, alasan mengapa instrumen ini dinamakan sekuritas karena bentuk sekuritisasi dari surat berharga nasional (SBN) yang dimiliki oleh BI, di mana BI memiliki SBN lebih dari Rp1.000 triliun.
SRBI akan mulai diimplementasikan pada 15 September 2023 sebagai instrumen operasi moneter rupiah kontraksi. Pada tahap awal, SRBI akan diterbitkan pada tenor 6, 9 dan 12 bulan (setelmen T+0) dengan jadwal dan hasil lelang yang akan diumumkan di website BI.
Untuk menarik peminat SRBI, Perry memastikan instrumen ini memiliki  suku bunga yang menarik. Penerbitan SRBI ini akan dilakukan melalui  lelang dengan bank umum yang menjadi peserta operasi pasar terbuka  konvensional dan SRBI dapat dipindah tangankan atau ditransaksikan di  pasar sekunder.
&quot;Setelah itu apakah eksportir, apakah investor luar negeri non  residen boleh numpang kepada perbankan itu untuk bidding (lelang) kepada  BI, biasanya yang ikut lelang adalah para primary dealer BI,&quot;  lanjutnya.
Perry menuturkan, instrumen operasi moneter yang dikembangkan BI  selalu pro market. Artinya, instrumennya sekaligus untuk memperdalam  pasar uang, salah satunya SRBI yang diperdagangkan di pasar uang  sehingga semakin memutarkan likuiditas di pasar uang.
&quot;Dan karenanya ini juga kita harapkan, kita yakini juga akan menarik  investasi portofolio, ini yang kemudian bisa memperdalam pasar valuta  asing, dan karena bisa mendukung stabilitas nilai tukar rupiah,&quot; pungkas  Perry.
Berikut adalah karakteristik SRBI:
1. Menggunakan underlying asset berupa SBN
2. Berjangka waktu 1 minggu sampai dengan 12 bukan
3. Diterbitkan tanpa warkat
4. Diterbitkan dan diperdagangkan dengan sistem diskonto
5. Dapat dipindahtangankan
6. Dapat dimiliki oleh penduduk atau penduduk di pasar sekunder.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8wMi80LzE2MzY3NC81L3g4ajVkNTg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) menjadi upaya bank sentral menarik modal asing. Bank Indonesia menerbitkan instrumen SRBI yang merupakan surat berharga dalam mata uang rupiah sebagai pengakuan utang berjangka waktu pendek dengan menggunakan underlying asset berupa Surat Berharga Negara (SBN) milik BI.

BACA JUGA:
BI Terbitkan Instrumen Sekuritas Rupiah (SRBI), Apa Itu?


Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan alasan diterbitkannya SRBI yakni untuk mengelola likuiditas, sekaligus mendukung pengembangan pasar uang dan stabilitas nilai tukar rupiah, karena dapat ditransaksikan dan dimiliki oleh nonbank (penduduk dan bukan penduduk) di pasar sekunder.
&quot;SRBI diterbitkan sebagai instrumen operasi moneter kontraksi yang pro market dalam rangka memperkuat upaya pendalaman pasar uang, mendukung upaya menarik masuk modal asing dalam bentuk investasi portofolio, serta untuk optimalisasi aset SBN yang dimiliki Bank Indonesia sebagai underlying,&quot; ungkap Perry dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (24/8/2023).

BACA JUGA:
IHSG Ditutup Melemah ke 6.899 Usai BI Tahan Suku Bunga Acuan


Menurut Perry, alasan mengapa instrumen ini dinamakan sekuritas karena bentuk sekuritisasi dari surat berharga nasional (SBN) yang dimiliki oleh BI, di mana BI memiliki SBN lebih dari Rp1.000 triliun.
SRBI akan mulai diimplementasikan pada 15 September 2023 sebagai instrumen operasi moneter rupiah kontraksi. Pada tahap awal, SRBI akan diterbitkan pada tenor 6, 9 dan 12 bulan (setelmen T+0) dengan jadwal dan hasil lelang yang akan diumumkan di website BI.
Untuk menarik peminat SRBI, Perry memastikan instrumen ini memiliki  suku bunga yang menarik. Penerbitan SRBI ini akan dilakukan melalui  lelang dengan bank umum yang menjadi peserta operasi pasar terbuka  konvensional dan SRBI dapat dipindah tangankan atau ditransaksikan di  pasar sekunder.
&quot;Setelah itu apakah eksportir, apakah investor luar negeri non  residen boleh numpang kepada perbankan itu untuk bidding (lelang) kepada  BI, biasanya yang ikut lelang adalah para primary dealer BI,&quot;  lanjutnya.
Perry menuturkan, instrumen operasi moneter yang dikembangkan BI  selalu pro market. Artinya, instrumennya sekaligus untuk memperdalam  pasar uang, salah satunya SRBI yang diperdagangkan di pasar uang  sehingga semakin memutarkan likuiditas di pasar uang.
&quot;Dan karenanya ini juga kita harapkan, kita yakini juga akan menarik  investasi portofolio, ini yang kemudian bisa memperdalam pasar valuta  asing, dan karena bisa mendukung stabilitas nilai tukar rupiah,&quot; pungkas  Perry.
Berikut adalah karakteristik SRBI:
1. Menggunakan underlying asset berupa SBN
2. Berjangka waktu 1 minggu sampai dengan 12 bukan
3. Diterbitkan tanpa warkat
4. Diterbitkan dan diperdagangkan dengan sistem diskonto
5. Dapat dipindahtangankan
6. Dapat dimiliki oleh penduduk atau penduduk di pasar sekunder.</content:encoded></item></channel></rss>
