<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PNS Terapkan WFH Imbas Polusi Udara, Sektor Properti Mulai Khawatir</title><description>Pemerintah menerapkan kembali sistem Work From Home (WFH) untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKI Jakarta imbas polusi udara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/470/2870301/pns-terapkan-wfh-imbas-polusi-udara-sektor-properti-mulai-khawatir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/470/2870301/pns-terapkan-wfh-imbas-polusi-udara-sektor-properti-mulai-khawatir"/><item><title>PNS Terapkan WFH Imbas Polusi Udara, Sektor Properti Mulai Khawatir</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/470/2870301/pns-terapkan-wfh-imbas-polusi-udara-sektor-properti-mulai-khawatir</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/24/470/2870301/pns-terapkan-wfh-imbas-polusi-udara-sektor-properti-mulai-khawatir</guid><pubDate>Kamis 24 Agustus 2023 14:07 WIB</pubDate><dc:creator>Nasya Emmanuela Lilipaly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/24/470/2870301/pns-terapkan-wfh-imbas-polusi-udara-sektor-properti-mulai-khawatir-CB9Ej3be5B.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penerapan WFH PNS bikin sektor properti khawatir. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/24/470/2870301/pns-terapkan-wfh-imbas-polusi-udara-sektor-properti-mulai-khawatir-CB9Ej3be5B.jpg</image><title>Penerapan WFH PNS bikin sektor properti khawatir. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMS8xLzE2OTUwMi81L3g4bmRheTE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Pemerintah menerapkan kembali sistem Work From Home (WFH) untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKI Jakarta imbas polusi udara.

Hal ini dilakukan dalam upaya mengurangi polusi udara berat yang sedang terjadi di Jakarta.

BACA JUGA:
Alasan PNS di Bawah Masa Kerja 10 Tahun Tak Bisa Pindah&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Para PNS pun sudah mulai bekerja dari rumah sejak 21 Agustus 2023 kemarin.

Adanya kebijakan ini pun membuat sektor properti mulai khawatir.

Salah satu yang utama adalah mengenai sewa kantor yang dianggap berpengaruh dengan diberlakukannya WFH. Minat untuk menyewa  kantor pasti jadi akan berkurang.

BACA JUGA:
WFH Bisa Kurangi Polusi Udara? Begini Faktanya

Senior Research Advisor Knight Frank Syarifah Syauka menyebut kalau dampak hal memang menjadi kekhawatiran.

&amp;ldquo;Untuk hybrid office yah, ketika ada opsi hybrid office, opsi yang berarti pilihan bukan mandatory,&quot; katanya dikutip Okezone dalam acara virtual, Kamis (24/8/2023).
Menurutnya, hingga saat ini sebagian besar perkantoran masih banyak juga yang menggunakan metode Work From Office (WFO).

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pemprov DKI Bakal Sanksi ASN yang Langgar WFH


&amp;ldquo;Jika sebagai opsi dari beberapa publikasi yang disebutkan di Knight Frank Asia Pacific dan juga Knight Frank Global memang WFH diterapkan cukup efektif dengan pola work life seperti hybrid,&quot; jelasnya.



&amp;ldquo;Hybrid ini memang dipilih oleh 56% setidaknya occupier di ranah global, dari hybrid ini sebagian besar occupier menyatakan bahwa sentrik office masih menjadi pilihan. Dalam arti bahwa kombinasi WFO dan WFH masih berorientasi kepada WFO dengan tagline sentrik office,&quot; tambahnya.



Menurutnya, WFO masih menjadi pilihan beberapa perkantoran dikarenakan ada pertemuan-pertemuan yang tak bisa dijalankan online.



Sehingga hal tersebut menjadikan alasan kalau WFO masih dilanjutkan di beberapa kantor Jakarta.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMS8xLzE2OTUwMi81L3g4bmRheTE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Pemerintah menerapkan kembali sistem Work From Home (WFH) untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKI Jakarta imbas polusi udara.

Hal ini dilakukan dalam upaya mengurangi polusi udara berat yang sedang terjadi di Jakarta.

BACA JUGA:
Alasan PNS di Bawah Masa Kerja 10 Tahun Tak Bisa Pindah&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Para PNS pun sudah mulai bekerja dari rumah sejak 21 Agustus 2023 kemarin.

Adanya kebijakan ini pun membuat sektor properti mulai khawatir.

Salah satu yang utama adalah mengenai sewa kantor yang dianggap berpengaruh dengan diberlakukannya WFH. Minat untuk menyewa  kantor pasti jadi akan berkurang.

BACA JUGA:
WFH Bisa Kurangi Polusi Udara? Begini Faktanya

Senior Research Advisor Knight Frank Syarifah Syauka menyebut kalau dampak hal memang menjadi kekhawatiran.

&amp;ldquo;Untuk hybrid office yah, ketika ada opsi hybrid office, opsi yang berarti pilihan bukan mandatory,&quot; katanya dikutip Okezone dalam acara virtual, Kamis (24/8/2023).
Menurutnya, hingga saat ini sebagian besar perkantoran masih banyak juga yang menggunakan metode Work From Office (WFO).

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pemprov DKI Bakal Sanksi ASN yang Langgar WFH


&amp;ldquo;Jika sebagai opsi dari beberapa publikasi yang disebutkan di Knight Frank Asia Pacific dan juga Knight Frank Global memang WFH diterapkan cukup efektif dengan pola work life seperti hybrid,&quot; jelasnya.



&amp;ldquo;Hybrid ini memang dipilih oleh 56% setidaknya occupier di ranah global, dari hybrid ini sebagian besar occupier menyatakan bahwa sentrik office masih menjadi pilihan. Dalam arti bahwa kombinasi WFO dan WFH masih berorientasi kepada WFO dengan tagline sentrik office,&quot; tambahnya.



Menurutnya, WFO masih menjadi pilihan beberapa perkantoran dikarenakan ada pertemuan-pertemuan yang tak bisa dijalankan online.



Sehingga hal tersebut menjadikan alasan kalau WFO masih dilanjutkan di beberapa kantor Jakarta.</content:encoded></item></channel></rss>
