<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri ESDM Duduk Bareng 4 Perusahaan Listrik ASEAN, Bahas Apa?</title><description>Menteri ESDM Arifin Tasrif duduk bareng empat perusahaan listrik di ASEAN.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/25/320/2870920/menteri-esdm-duduk-bareng-4-perusahaan-listrik-asean-bahas-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/25/320/2870920/menteri-esdm-duduk-bareng-4-perusahaan-listrik-asean-bahas-apa"/><item><title>Menteri ESDM Duduk Bareng 4 Perusahaan Listrik ASEAN, Bahas Apa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/25/320/2870920/menteri-esdm-duduk-bareng-4-perusahaan-listrik-asean-bahas-apa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/25/320/2870920/menteri-esdm-duduk-bareng-4-perusahaan-listrik-asean-bahas-apa</guid><pubDate>Jum'at 25 Agustus 2023 11:08 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/25/320/2870920/menteri-esdm-duduk-bareng-4-perusahaan-listrik-asean-bahas-apa-s1tzWWFX4I.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri ESDM duduk bareng empat perusahaan listrik ASEAN (Foto: ESDM)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/25/320/2870920/menteri-esdm-duduk-bareng-4-perusahaan-listrik-asean-bahas-apa-s1tzWWFX4I.jpeg</image><title>Menteri ESDM duduk bareng empat perusahaan listrik ASEAN (Foto: ESDM)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8wNy80LzE2NjkyNC81L3g4bGtsZGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri ESDM Arifin Tasrif duduk bareng empat perusahaan listrik di ASEAN. Arifin menjelaskan negara anggota ASEAN sepakat bahwa ketahanan energi di atas segalanya yang antara lain diwujudkan dengan membangun konektivitas antar negara ASEAN.
Untuk itu, lanjutnya, empat perusahaan listrik ASEAN duduk bersama guna membahas peluang interkoneksi sistem antarnegara ini.

BACA JUGA:
Mobil Listrik Seres E1 Laris 688 Unit, Saingi Wuling Air ev


&quot;Tagline energi ASEAN memuat tiga pilar energi: keberlanjutan, keamanan, dan interkonektivitas. Pilar-pilar ini mewakili tantangan utama kami dalam mempercepat konektivitas energi untuk mencapai pertumbuhan ASEAN yang berkelanjutan,&quot; jelas Arifin di acara ASEAN Ministers on Energy Meeting (AMEM) ke-41 di Bali, seperti dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Jumat (25/8/2023).
Membuat sistem interkoneksi kelistrikan, lanjut Arifin, menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan menteri energi se-ASEAN kali ini. Sistem interkoneksi ini bisa menjadi tulang punggung (backbone) jika suplai listrik di sebuah wilayah berlebih, maka dapat dialirkan sesuai dengan kebutuhan kawasan.

BACA JUGA:
Dapat Investasi Rp311 Triliun, RI Kebut Pengembangan Kendaraan Listrik


&quot;Untuk mewujudkan hal ini, kami akan meningkatkan interkonektivitas melalui Trans-ASEAN Gas Pipeline (TAGP) dan ASEAN Power Grid (APG) untuk energi ASEAN yang berkelanjutan,&quot; imbuhnya.
Menindaklanjuti hasil pertemuan AMEM tersebut, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, sistem interkoneksi di ASEAN bukan hal yang baru bagi PLN. Indonesia dan Malaysia sudah membuat langkah agresif dengan menghubungkan sistem Kalimantan dengan Sabah. Namun, pengembangan interkoneksi ini memang perlu dilakukan apalagi di tengah tantangan pengembangan energi bersih.
&quot;Dengan adanya perencanaan ambisius mengenai pengembangan pembangkit EBT dalam skenario Transisi Energi Indonesia, maka inisiatif ini juga mampu meningkatkan fleksibilitas pasokan dan permintaan di sektor kelistrikan,&quot; ujar Darmawan.
Meski bukan hal yang asing, namun untuk mewujudkan sistem  interkoneksi antar negara ini bukan bukanlah perkara mudah, ada  tantangan dari sisi kebijakan, teknis maupun komersil. Namun tantangan  tersebut bukanlah hal yang mustahil apabila semua pihak mempunyai  semangat yang sama.
&quot;Pertanyaannya adalah bagaimana kita akan mewujudkan rencana ini.  Kita membutuhkan suatu semangat kolaborasi, persatuan, dan kesejahteraan  bersama,&quot; terang Darmawan.
Darmawan menambahkan semangat untuk duduk bersama mewujudkan  ketahanan energi di kawasan ASEAN merupakan langkah yang baik. Apalagi,  ASEAN merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dunia yang cukup  kuat.
&quot;Pertemuan ini juga akan menguatkan hubungan antar negara ASEAN yang  dahulu terfragmentasi menjadi satu kesatuan yang solid. Saya yakin  dengan semangat kolaborasi ini, kita bisa menghadapi segala tantangan  yang ada bersama-sama, hanya ada satu arah, yaitu maju,&quot; tambahnya.
Sementara itu President and Chief Executive Officer of Tenaga  Nasional Berhad Dato' Indera Ir. Baharin menyambut baik kerja sama ini.  Menurutnya, rencana interkoneksi sistem listrik ini merupakan peluang  investasi ke depan. Meski membutuhkan alokasi anggaran yang tak sedikit,  namun dengan kolaborasi yang kuat maka bisa menjadi peluang yang  menguntungkan bagi seluruh negara.
&quot;Iklim investasi yang menarik, dan juga daya tarik secara  pengembalian modal menjadi tantangan tersendiri. Meski memang model  interkoneksi ini sukses diterapkan di Eropa. Peluang kolaborasi ini akan  bisa ditingkatkan,&quot; terang Baharin.
Menindaklanjuti hal tersebut 4 (empat) perusahaan listrik ASEAN yang  hadir dalam pertemuan AMEM kali ini yakni, Perusahaan Listrik Negara  (PLN), Tenaga Nasional Berhad, perusahaan listrik asal Malaysia.
Electricite du Laos, perusahaan listrik asal Laos dan perusahaan  listrik asal Thailand, Electricity Generating Authority of Thailand  (EGAT) duduk bersama untuk membahas peluang pengembangan sistem  interkoneksi listrik antar negara.
PT PLN (Persero) dengan tiga perusahaan listrik asal Malaysia, Laos  dan Thailand membahas peluang adanya sistem interkoneksi listrik antar  negara-negara ASEAN. Penjajakan awal ini dilakukan untuk mendukung  semangat dalam menjaga ketahanan energi di ASEAN.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8wNy80LzE2NjkyNC81L3g4bGtsZGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri ESDM Arifin Tasrif duduk bareng empat perusahaan listrik di ASEAN. Arifin menjelaskan negara anggota ASEAN sepakat bahwa ketahanan energi di atas segalanya yang antara lain diwujudkan dengan membangun konektivitas antar negara ASEAN.
Untuk itu, lanjutnya, empat perusahaan listrik ASEAN duduk bersama guna membahas peluang interkoneksi sistem antarnegara ini.

BACA JUGA:
Mobil Listrik Seres E1 Laris 688 Unit, Saingi Wuling Air ev


&quot;Tagline energi ASEAN memuat tiga pilar energi: keberlanjutan, keamanan, dan interkonektivitas. Pilar-pilar ini mewakili tantangan utama kami dalam mempercepat konektivitas energi untuk mencapai pertumbuhan ASEAN yang berkelanjutan,&quot; jelas Arifin di acara ASEAN Ministers on Energy Meeting (AMEM) ke-41 di Bali, seperti dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Jumat (25/8/2023).
Membuat sistem interkoneksi kelistrikan, lanjut Arifin, menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan menteri energi se-ASEAN kali ini. Sistem interkoneksi ini bisa menjadi tulang punggung (backbone) jika suplai listrik di sebuah wilayah berlebih, maka dapat dialirkan sesuai dengan kebutuhan kawasan.

BACA JUGA:
Dapat Investasi Rp311 Triliun, RI Kebut Pengembangan Kendaraan Listrik


&quot;Untuk mewujudkan hal ini, kami akan meningkatkan interkonektivitas melalui Trans-ASEAN Gas Pipeline (TAGP) dan ASEAN Power Grid (APG) untuk energi ASEAN yang berkelanjutan,&quot; imbuhnya.
Menindaklanjuti hasil pertemuan AMEM tersebut, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, sistem interkoneksi di ASEAN bukan hal yang baru bagi PLN. Indonesia dan Malaysia sudah membuat langkah agresif dengan menghubungkan sistem Kalimantan dengan Sabah. Namun, pengembangan interkoneksi ini memang perlu dilakukan apalagi di tengah tantangan pengembangan energi bersih.
&quot;Dengan adanya perencanaan ambisius mengenai pengembangan pembangkit EBT dalam skenario Transisi Energi Indonesia, maka inisiatif ini juga mampu meningkatkan fleksibilitas pasokan dan permintaan di sektor kelistrikan,&quot; ujar Darmawan.
Meski bukan hal yang asing, namun untuk mewujudkan sistem  interkoneksi antar negara ini bukan bukanlah perkara mudah, ada  tantangan dari sisi kebijakan, teknis maupun komersil. Namun tantangan  tersebut bukanlah hal yang mustahil apabila semua pihak mempunyai  semangat yang sama.
&quot;Pertanyaannya adalah bagaimana kita akan mewujudkan rencana ini.  Kita membutuhkan suatu semangat kolaborasi, persatuan, dan kesejahteraan  bersama,&quot; terang Darmawan.
Darmawan menambahkan semangat untuk duduk bersama mewujudkan  ketahanan energi di kawasan ASEAN merupakan langkah yang baik. Apalagi,  ASEAN merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dunia yang cukup  kuat.
&quot;Pertemuan ini juga akan menguatkan hubungan antar negara ASEAN yang  dahulu terfragmentasi menjadi satu kesatuan yang solid. Saya yakin  dengan semangat kolaborasi ini, kita bisa menghadapi segala tantangan  yang ada bersama-sama, hanya ada satu arah, yaitu maju,&quot; tambahnya.
Sementara itu President and Chief Executive Officer of Tenaga  Nasional Berhad Dato' Indera Ir. Baharin menyambut baik kerja sama ini.  Menurutnya, rencana interkoneksi sistem listrik ini merupakan peluang  investasi ke depan. Meski membutuhkan alokasi anggaran yang tak sedikit,  namun dengan kolaborasi yang kuat maka bisa menjadi peluang yang  menguntungkan bagi seluruh negara.
&quot;Iklim investasi yang menarik, dan juga daya tarik secara  pengembalian modal menjadi tantangan tersendiri. Meski memang model  interkoneksi ini sukses diterapkan di Eropa. Peluang kolaborasi ini akan  bisa ditingkatkan,&quot; terang Baharin.
Menindaklanjuti hal tersebut 4 (empat) perusahaan listrik ASEAN yang  hadir dalam pertemuan AMEM kali ini yakni, Perusahaan Listrik Negara  (PLN), Tenaga Nasional Berhad, perusahaan listrik asal Malaysia.
Electricite du Laos, perusahaan listrik asal Laos dan perusahaan  listrik asal Thailand, Electricity Generating Authority of Thailand  (EGAT) duduk bersama untuk membahas peluang pengembangan sistem  interkoneksi listrik antar negara.
PT PLN (Persero) dengan tiga perusahaan listrik asal Malaysia, Laos  dan Thailand membahas peluang adanya sistem interkoneksi listrik antar  negara-negara ASEAN. Penjajakan awal ini dilakukan untuk mendukung  semangat dalam menjaga ketahanan energi di ASEAN.</content:encoded></item></channel></rss>
