<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berapa Biaya Pembuatan Bandara Soekarno-Hatta?</title><description>Berapa biaya pembuatan Bandara Soekarno-Hatta?</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/25/320/2871151/berapa-biaya-pembuatan-bandara-soekarno-hatta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/25/320/2871151/berapa-biaya-pembuatan-bandara-soekarno-hatta"/><item><title>Berapa Biaya Pembuatan Bandara Soekarno-Hatta?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/25/320/2871151/berapa-biaya-pembuatan-bandara-soekarno-hatta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/25/320/2871151/berapa-biaya-pembuatan-bandara-soekarno-hatta</guid><pubDate>Sabtu 26 Agustus 2023 15:01 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/25/320/2871151/berapa-biaya-pembuatan-bandara-soekarno-hatta-jljAp3vt9x.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Berapa biaya pembuatan Bandara Soetta (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/25/320/2871151/berapa-biaya-pembuatan-bandara-soekarno-hatta-jljAp3vt9x.jpg</image><title>Berapa biaya pembuatan Bandara Soetta (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wMi8xLzE2NzczMi81L3g4bTdmd2Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Berapa biaya pembuatan Bandara Soekarno-Hatta? Seperti diketahui, Bandara Soekarno-Hatta mulai beroperasi pada 1 April 1985 di Tanggerang, Banten.
Dalam pengoperasiannya, Bandara Soekarno-Hatta terus melakukan pembangunan agar menjadi terminal pesawat terbaik dalam pelayanannya. Hal ini membuat orang penasaran berapa biaya pembuatan Bandara Soekarno Hatta.

BACA JUGA:
Revitalisasi Bandara Soetta, Menhub: Kapasitas Penumpang Naik Jadi 110 Juta/Tahun


Berdasarkan data Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPIP), Sabtu (26/8/2023), pengembangan bandara dengan kode CGK ini menelan biaya hingga Rp4,7 triliun saat berdiri pertama kali.
Apalagi, Bandar udara utama Indonesia ini merupakan hasil rancangan arsitek terkenal asal Perancis, Paul Andreu. Dia juga lah yang telah mendesain bandar udara internasional Charles de Gaulle, Paris, Prancis. Melalui tangan dinginnya, bandara internasional Soekarno-Hatta mengusung konsep arsitektur lokal dengan kebun tropis di antara lounge dan tempat tunggunya.

BACA JUGA:
 Rute Transjakarta Kalideres-Bandara Soetta Diresmikan, Selama 2 Pekan Tarif Rp0


Sebelumnya, Bandara Soetta dibangun untuk menggantikan bandara internasional komersial pertama Indonesia, Bandara Kemayoran. Bandara Kemayoran dibangun pada tahun 1940 dan pesawat DC-3 Dakota milik perusahaan penerbangan Hindia Belanda Koninklijk Nederlends Indische Luchvaart Maatschapij (KNILM) menjadi pesawat pertama yang mendarat di sana. Lokasi bandara pengangkut penumpang sebaiknya memang menjauh dari basis militer. Maka, dipilihlah Cengkareng, Tangerang, Banten yang jauh dari Bandara Halim Perdanakusuma sebagai lokasi penggantinya.
Sebelum memakai nama Bandar Udara Soekarno Hatta, proyek bandara  utama Indonesia ini diberi nama Jakarta International Airport Cengkareng  (JIA-C). Kemudian, nama dua tokoh proklamator besar Indonesia sekaligus  bapak presiden dan wakil presiden pertama Indonesia, Soekarno Hatta  dipilih sebagai nama bandara utama Indonesia.
Kini, Bandara Soekarno Hatta telah dilengkapi dengan Automated People  Mover System (APMS) atau Skytrain. Skytrain merupakan kereta yang  memiliki bentuk mirip kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) tapi  memiliki sistem otomatis sehingga tidak perlu ada masinis untuk  mengendalikannya. Sistem ini sendiri merupakan sistem yang baru  diterapkan Indonesia. Bisa dibilang, skytrain bandara Soekarno-Hatta  adalah skytrain pertama di Indonesia. Namun, saat ini skytrain Bandara  Soekarno Hatta baru melayani perpindahan penumpang dari Terminal 2 ke  Terminal 3 maupun sebaliknya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8wMi8xLzE2NzczMi81L3g4bTdmd2Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Berapa biaya pembuatan Bandara Soekarno-Hatta? Seperti diketahui, Bandara Soekarno-Hatta mulai beroperasi pada 1 April 1985 di Tanggerang, Banten.
Dalam pengoperasiannya, Bandara Soekarno-Hatta terus melakukan pembangunan agar menjadi terminal pesawat terbaik dalam pelayanannya. Hal ini membuat orang penasaran berapa biaya pembuatan Bandara Soekarno Hatta.

BACA JUGA:
Revitalisasi Bandara Soetta, Menhub: Kapasitas Penumpang Naik Jadi 110 Juta/Tahun


Berdasarkan data Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPIP), Sabtu (26/8/2023), pengembangan bandara dengan kode CGK ini menelan biaya hingga Rp4,7 triliun saat berdiri pertama kali.
Apalagi, Bandar udara utama Indonesia ini merupakan hasil rancangan arsitek terkenal asal Perancis, Paul Andreu. Dia juga lah yang telah mendesain bandar udara internasional Charles de Gaulle, Paris, Prancis. Melalui tangan dinginnya, bandara internasional Soekarno-Hatta mengusung konsep arsitektur lokal dengan kebun tropis di antara lounge dan tempat tunggunya.

BACA JUGA:
 Rute Transjakarta Kalideres-Bandara Soetta Diresmikan, Selama 2 Pekan Tarif Rp0


Sebelumnya, Bandara Soetta dibangun untuk menggantikan bandara internasional komersial pertama Indonesia, Bandara Kemayoran. Bandara Kemayoran dibangun pada tahun 1940 dan pesawat DC-3 Dakota milik perusahaan penerbangan Hindia Belanda Koninklijk Nederlends Indische Luchvaart Maatschapij (KNILM) menjadi pesawat pertama yang mendarat di sana. Lokasi bandara pengangkut penumpang sebaiknya memang menjauh dari basis militer. Maka, dipilihlah Cengkareng, Tangerang, Banten yang jauh dari Bandara Halim Perdanakusuma sebagai lokasi penggantinya.
Sebelum memakai nama Bandar Udara Soekarno Hatta, proyek bandara  utama Indonesia ini diberi nama Jakarta International Airport Cengkareng  (JIA-C). Kemudian, nama dua tokoh proklamator besar Indonesia sekaligus  bapak presiden dan wakil presiden pertama Indonesia, Soekarno Hatta  dipilih sebagai nama bandara utama Indonesia.
Kini, Bandara Soekarno Hatta telah dilengkapi dengan Automated People  Mover System (APMS) atau Skytrain. Skytrain merupakan kereta yang  memiliki bentuk mirip kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) tapi  memiliki sistem otomatis sehingga tidak perlu ada masinis untuk  mengendalikannya. Sistem ini sendiri merupakan sistem yang baru  diterapkan Indonesia. Bisa dibilang, skytrain bandara Soekarno-Hatta  adalah skytrain pertama di Indonesia. Namun, saat ini skytrain Bandara  Soekarno Hatta baru melayani perpindahan penumpang dari Terminal 2 ke  Terminal 3 maupun sebaliknya.</content:encoded></item></channel></rss>
