<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kerugian Kebakaran Hawaii Ditaksir Tembus Rp91,2 Triliun</title><description>Kerugian ekonomi akibat kebakaran hutan dahsyat di Hawaii diperkirakan mencapai USD6 miliar, menurut Moody's RMS.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/25/320/2871168/kerugian-kebakaran-hawaii-ditaksir-tembus-rp91-2-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/25/320/2871168/kerugian-kebakaran-hawaii-ditaksir-tembus-rp91-2-triliun"/><item><title>Kerugian Kebakaran Hawaii Ditaksir Tembus Rp91,2 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/25/320/2871168/kerugian-kebakaran-hawaii-ditaksir-tembus-rp91-2-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/25/320/2871168/kerugian-kebakaran-hawaii-ditaksir-tembus-rp91-2-triliun</guid><pubDate>Jum'at 25 Agustus 2023 16:07 WIB</pubDate><dc:creator>Kharisma Rizkika Rahmawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/25/320/2871168/kerugian-kebakaran-hawaii-ditaksir-tembus-rp91-2-triliun-DWkrkLenvq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kerugian akibat kebakaran hawaii (Foto: Newyorkpost)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/25/320/2871168/kerugian-kebakaran-hawaii-ditaksir-tembus-rp91-2-triliun-DWkrkLenvq.jpg</image><title>Kerugian akibat kebakaran hawaii (Foto: Newyorkpost)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMi8xLzE2OTUzNy81L3g4bmU0ZTc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Kerugian ekonomi akibat kebakaran hutan dahsyat di Hawaii diperkirakan mencapai USD6 miliar, menurut Moody's RMS.
Melansir CNN Business di Jakarta, Jum'at (25/8/2023), lalu kebakaran yang menewaskan sedikitnya 115 orang dan menghancurkan banyak rumah dan properti bisnis ini menimbulkan kerugian berkisar antara USD4 miliar hingga USD6 miliar setara Rp91,2 triliun (kurs Rp15.200 per USD).

BACA JUGA:
1.000 Orang Hilang Akibat Kebakaran Hutan Hawaii Belum Ditemukan, Polisi Rilis Daftar Orang Hilang


Menurut lembaga pemodelan risiko, Moody's, sekitar 75% dari kerugian tersebut akan ditanggung oleh asuransi karena tingkat penetrasi asuransi yang tinggi di pulau ini. Perkiraan kerugiannya sangat luas.
&quot;Kerusakan properti, isi, dan gangguan bisnis, di seluruh aset perumahan, komersial, industri, mobil, dan infrastruktur,&quot; kata Moody's.

BACA JUGA:
Rumah Atap Merah Masih Utuh Saat Kebakaran Dahsyat di Hawaii, Ini Kisah Pemiliknya


&quot;Amplifikasi kerugian pasca bencana diperkirakan akan tinggi dalam peristiwa ini karena efek pulau pada rantai pasokan, biaya tenaga kerja konstruksi yang tinggi secara umum, dampak inflasi selama waktu pemulihan yang diperkirakan lama, dan potensi persyaratan peraturan dan hukum,&quot; ujar Wakil Presiden Moody's RMS Rajkiran Vojjala, dalam sebuah siaran pers.
Pada tanggal 11 Agustus 2023, Moody's mengatakan bahwa mereka  menganalisa citra satelit dan udara, serta peta-peta kerusakan dari  Badan Manajemen Darurat Maui.
Perkiraan ini menghitung kerugian fisik, tetapi tidak menghitung  dampak ekonomi makro jangka panjang. Ini tidak termasuk kerugian PDB  karena pulau ini mencoba untuk memulihkan diri dari kerusakan,  pembayaran pemerintah atau biaya sosial lainnya.
Sebagian besar kerugian terkonsentrasi di Lahaina, kata Moody's, di  mana nilai properti yang diasuransikan berkisar antara USD2,5 miliar  hingga USD4 miliar.
Sementara itu, pembangunan ulang Hawaii akan menghabiskan banyak  sekali biaya untuk pulih kembali. Menurut perkiraan penyedia analisis  data asuransi global, Verisk, biaya konstruksi sekitar 44% lebih mahal  dibandingkan dengan daratan utama.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMi8xLzE2OTUzNy81L3g4bmU0ZTc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Kerugian ekonomi akibat kebakaran hutan dahsyat di Hawaii diperkirakan mencapai USD6 miliar, menurut Moody's RMS.
Melansir CNN Business di Jakarta, Jum'at (25/8/2023), lalu kebakaran yang menewaskan sedikitnya 115 orang dan menghancurkan banyak rumah dan properti bisnis ini menimbulkan kerugian berkisar antara USD4 miliar hingga USD6 miliar setara Rp91,2 triliun (kurs Rp15.200 per USD).

BACA JUGA:
1.000 Orang Hilang Akibat Kebakaran Hutan Hawaii Belum Ditemukan, Polisi Rilis Daftar Orang Hilang


Menurut lembaga pemodelan risiko, Moody's, sekitar 75% dari kerugian tersebut akan ditanggung oleh asuransi karena tingkat penetrasi asuransi yang tinggi di pulau ini. Perkiraan kerugiannya sangat luas.
&quot;Kerusakan properti, isi, dan gangguan bisnis, di seluruh aset perumahan, komersial, industri, mobil, dan infrastruktur,&quot; kata Moody's.

BACA JUGA:
Rumah Atap Merah Masih Utuh Saat Kebakaran Dahsyat di Hawaii, Ini Kisah Pemiliknya


&quot;Amplifikasi kerugian pasca bencana diperkirakan akan tinggi dalam peristiwa ini karena efek pulau pada rantai pasokan, biaya tenaga kerja konstruksi yang tinggi secara umum, dampak inflasi selama waktu pemulihan yang diperkirakan lama, dan potensi persyaratan peraturan dan hukum,&quot; ujar Wakil Presiden Moody's RMS Rajkiran Vojjala, dalam sebuah siaran pers.
Pada tanggal 11 Agustus 2023, Moody's mengatakan bahwa mereka  menganalisa citra satelit dan udara, serta peta-peta kerusakan dari  Badan Manajemen Darurat Maui.
Perkiraan ini menghitung kerugian fisik, tetapi tidak menghitung  dampak ekonomi makro jangka panjang. Ini tidak termasuk kerugian PDB  karena pulau ini mencoba untuk memulihkan diri dari kerusakan,  pembayaran pemerintah atau biaya sosial lainnya.
Sebagian besar kerugian terkonsentrasi di Lahaina, kata Moody's, di  mana nilai properti yang diasuransikan berkisar antara USD2,5 miliar  hingga USD4 miliar.
Sementara itu, pembangunan ulang Hawaii akan menghabiskan banyak  sekali biaya untuk pulih kembali. Menurut perkiraan penyedia analisis  data asuransi global, Verisk, biaya konstruksi sekitar 44% lebih mahal  dibandingkan dengan daratan utama.</content:encoded></item></channel></rss>
