<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Ungkap 3 Kunci Ciptakan Ketangguhan ASEAN</title><description>Sri Mulyani menyatakan bahwa ada tiga kunci dalam upaya menciptakan ketangguhan ASEAN, yakni kebijakan struktural.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/25/320/2871358/sri-mulyani-ungkap-3-kunci-ciptakan-ketangguhan-asean</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/25/320/2871358/sri-mulyani-ungkap-3-kunci-ciptakan-ketangguhan-asean"/><item><title>Sri Mulyani Ungkap 3 Kunci Ciptakan Ketangguhan ASEAN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/25/320/2871358/sri-mulyani-ungkap-3-kunci-ciptakan-ketangguhan-asean</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/25/320/2871358/sri-mulyani-ungkap-3-kunci-ciptakan-ketangguhan-asean</guid><pubDate>Jum'at 25 Agustus 2023 21:16 WIB</pubDate><dc:creator>Hafizhuddin </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/25/320/2871358/sri-mulyani-ungkap-3-kunci-ciptakan-ketangguhan-asean-orM5bPzrS4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani Jelaskan soal Ketangguhan ASEAN (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/25/320/2871358/sri-mulyani-ungkap-3-kunci-ciptakan-ketangguhan-asean-orM5bPzrS4.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani Jelaskan soal Ketangguhan ASEAN (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yNC8xLzE2OTY2MS81L3g4bmdncGk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyatakan bahwa ada tiga kunci dalam upaya menciptakan ketangguhan ASEAN, yakni kebijakan struktural, interkonektivitas, serta pembiayaan infrastruktur dan transisi.
&amp;ldquo;Dalam konteks apakah tekanan global dapat menimbulkan fragmentasi, fokusnya adalah bagaimana ASEAN bisa menciptakan ketangguhan. Fokusnya itu pada kebijakan struktural, interkonektivitas, dan pembiayaan infrastruktur dan transisi,&amp;rdquo; kata Sri Mulyani saat konferensi pers Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (AFMGM) di Jakarta, Jumat (25/8/2023).

BACA JUGA:
Tekanan Global, Sri Mulyani Minta Negara ASEAN Kompak

Dia menjelaskan pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral ASEAN menekankan pentingnya penguatan bauran kebijakan makroekonomi kawasan agar negara-negara anggota dapat menggunakan semua alat yang ada untuk menjamin stabilitas perekonomian.
Hal itu dilakukan dengan mengedepankan kebijakan yang terkoordinasi dengan baik. Dengan begitu, kebijakan dapat mengatasi risiko-risiko yang muncul dari ketegangan global.

BACA JUGA:
Bahas Ketahanan Pangan dengan Menkeu ASEAN, Sri Mulyani: Penguatan Kolaborasi

Kemudian, pertemuan juga menyoroti perluasan agenda kerja sama lintas sektor, seperti sektor keuangan dengan perumahan maupun ketahanan pangan.&amp;ldquo;Untuk mengatasi tantangan regional dan global yang muncul, permasalahan apa pun tidak dapat diselesaikan oleh hanya satu menteri. Oleh karena itu, kami memulai pertemuan lintas sektoral,&amp;rdquo; jelas Menkeu.
Pertemuan juga menyepakati tentang pembiayaan infrastruktur dan pembiayaan transisi. Dalam hal pembiayaan infrastruktur, para menteri keuangan membahas tentang penyelarasan pembiayaan infrastruktur dengan taksonomi untuk keuangan yang berkelanjutan.
Salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan memperkuat pembiayaan dengan mereposisi ASEAN Infrastructure Fund menjadi ASEAN Green Fund. Hal itu dilakukan untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan untuk setiap infrastruktur di negara-negara kawasan.
Adapun pembiayaan transisi atau transition financing bertujuan untuk mendukung pencapaian ekonomi rendah karbon di ASEAN.
&amp;ldquo;Kita semua menyadari sepenuhnya bahwa perubahan iklim adalah ancaman nyata dan kita perlu menyikapinya. Oleh karena itu, transition financing menjadi salah satu isu yang penting,&amp;rdquo; ujar Sri Mulyani.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yNC8xLzE2OTY2MS81L3g4bmdncGk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyatakan bahwa ada tiga kunci dalam upaya menciptakan ketangguhan ASEAN, yakni kebijakan struktural, interkonektivitas, serta pembiayaan infrastruktur dan transisi.
&amp;ldquo;Dalam konteks apakah tekanan global dapat menimbulkan fragmentasi, fokusnya adalah bagaimana ASEAN bisa menciptakan ketangguhan. Fokusnya itu pada kebijakan struktural, interkonektivitas, dan pembiayaan infrastruktur dan transisi,&amp;rdquo; kata Sri Mulyani saat konferensi pers Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (AFMGM) di Jakarta, Jumat (25/8/2023).

BACA JUGA:
Tekanan Global, Sri Mulyani Minta Negara ASEAN Kompak

Dia menjelaskan pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral ASEAN menekankan pentingnya penguatan bauran kebijakan makroekonomi kawasan agar negara-negara anggota dapat menggunakan semua alat yang ada untuk menjamin stabilitas perekonomian.
Hal itu dilakukan dengan mengedepankan kebijakan yang terkoordinasi dengan baik. Dengan begitu, kebijakan dapat mengatasi risiko-risiko yang muncul dari ketegangan global.

BACA JUGA:
Bahas Ketahanan Pangan dengan Menkeu ASEAN, Sri Mulyani: Penguatan Kolaborasi

Kemudian, pertemuan juga menyoroti perluasan agenda kerja sama lintas sektor, seperti sektor keuangan dengan perumahan maupun ketahanan pangan.&amp;ldquo;Untuk mengatasi tantangan regional dan global yang muncul, permasalahan apa pun tidak dapat diselesaikan oleh hanya satu menteri. Oleh karena itu, kami memulai pertemuan lintas sektoral,&amp;rdquo; jelas Menkeu.
Pertemuan juga menyepakati tentang pembiayaan infrastruktur dan pembiayaan transisi. Dalam hal pembiayaan infrastruktur, para menteri keuangan membahas tentang penyelarasan pembiayaan infrastruktur dengan taksonomi untuk keuangan yang berkelanjutan.
Salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan memperkuat pembiayaan dengan mereposisi ASEAN Infrastructure Fund menjadi ASEAN Green Fund. Hal itu dilakukan untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan untuk setiap infrastruktur di negara-negara kawasan.
Adapun pembiayaan transisi atau transition financing bertujuan untuk mendukung pencapaian ekonomi rendah karbon di ASEAN.
&amp;ldquo;Kita semua menyadari sepenuhnya bahwa perubahan iklim adalah ancaman nyata dan kita perlu menyikapinya. Oleh karena itu, transition financing menjadi salah satu isu yang penting,&amp;rdquo; ujar Sri Mulyani.</content:encoded></item></channel></rss>
