<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wall Street Menguat berkat Pidato Powell</title><description>Wall Street ditutup menguat pada Jumat (Sabtu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/26/278/2871450/wall-street-menguat-berkat-pidato-powell</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/26/278/2871450/wall-street-menguat-berkat-pidato-powell"/><item><title>Wall Street Menguat berkat Pidato Powell</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/26/278/2871450/wall-street-menguat-berkat-pidato-powell</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/26/278/2871450/wall-street-menguat-berkat-pidato-powell</guid><pubDate>Sabtu 26 Agustus 2023 07:14 WIB</pubDate><dc:creator>Hafizhuddin </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/26/278/2871450/wall-street-menguat-berkat-pidato-powell-sTPO05cW2H.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wall Street ditutup menguat hari ini (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/26/278/2871450/wall-street-menguat-berkat-pidato-powell-sTPO05cW2H.jpg</image><title>Wall Street ditutup menguat hari ini (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny81L3g4ajZtNmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wall Street ditutup menguat pada Jumat (Sabtu pagi WIB). Bursa saham AS menguat karena investor mencerna komentar Ketua Federal Reserve Jerome Powell bahwa bank sentral AS mungkin perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk memastikan inflasi terkendali.
Dilansir dari Antara, Sabtu (26/8/2023), Powell juga mengakui bahwa tekanan harga telah mereda dalam pidato paginya yang sangat dinantikan pada Simposium Kebijakan Ekonomi di Jackson Hole, Wyoming.

BACA JUGA:
Wall Street Lesu Jelang Pidato Ketua The Fed Jerome Powell

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 247,48 poin atau 0,73%, menjadi menetap di 34.346,90 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 bertambah 29,4 poin atau 0,67%, menjadi berakhir di 4.405,71 poin. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 126,67 poin atau 0,94%, menjadi ditutup di 13,590.65 poin.
Seluruh sektor utama S&amp;amp;P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor konsumen, teknologi, dan energi menjadi sektor yang memperoleh keuntungan terbesar.

BACA JUGA:
Saham Nvidia Meroket 9%, Wall Street Ditutup Menguat 


S&amp;amp;P 500 dan Nasdaq juga berakhir lebih tinggi untuk minggu ini, dengan Nasdaq naik sekitar 2,3% dan mengakhiri penurunan tiga minggu berturut-turut.
Pasar menguat menjelang rilis hasil kuartal kedua Nvidia pada Rabu (23/8). Perusahaan, yang membuat cip yang dirancang untuk tugas-tugas kecerdasan buatan, memberikan perkiraan optimis lainnya dalam laporannya.
Indeks-indeks utama AS, yang mengawali hari dengan kenaikan yang solid, bergantian antara memperpanjang dan mengurangi kenaikan tersebut di sebagian besar sesi.
Powell &quot;menunjukkan bahwa dia senang dengan sejauh mana kebijakan  moneter telah berjalan dan bagaimana inflasi telah diturunkan. Namun dia  masih berpegang teguh pada anggapan bahwa mereka mengawasinya dengan  hati-hati dan masih ada pekerjaan yang harus dilakukan,&quot; kata Michael  Arone, kepala strategi investasi di State Street Global Advisors di  Boston.
Menyusul komentar Powell pada Jumat (25/8), ekspektasi kenaikan suku  bunga pada November meningkat dari hari sebelumnya, menurut alat  FedWatch CME Group. Sebagian besar pedagang masih memperkirakan The Fed  akan menunda kenaikan suku bunga pada September.
Di sektor pengecer, saham Gap melonjak 7,2% setelah perusahaan  tersebut melampaui estimasi laba kuartal kedua, sementara Nordstrom  anjlok 7,7% setelah jaringan department store tersebut tidak mengubah  perkiraannya.
Saham Hostess Brands berakhir melambung 21,7%, setelah Reuters  melaporkan, mengutip orang-orang yang mengetahui masalah ini, bahwa  pembuat makanan ringan Twinkies itu sedang menjajaki penjualan.
Saham Marvell Technology jatuh 6,6% setelah pembuat cip tersebut  membukukan penurunan pendapatan kuartal kedua. Hawaiian Electric  Industries, yang mendapat sorotan atas kemungkinan perannya dalam  kebakaran hutan di Hawaii, menukik 18,5% setelah wilayah Maui menggugat  perusahaan listrik tersebut.
Volume transaksi di bursa AS mencapai 9,15 miliar lembar saham, lebih  ringan dibandingkan dengan rata-rata 10,82 miliar saham untuk sesi  penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny81L3g4ajZtNmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wall Street ditutup menguat pada Jumat (Sabtu pagi WIB). Bursa saham AS menguat karena investor mencerna komentar Ketua Federal Reserve Jerome Powell bahwa bank sentral AS mungkin perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk memastikan inflasi terkendali.
Dilansir dari Antara, Sabtu (26/8/2023), Powell juga mengakui bahwa tekanan harga telah mereda dalam pidato paginya yang sangat dinantikan pada Simposium Kebijakan Ekonomi di Jackson Hole, Wyoming.

BACA JUGA:
Wall Street Lesu Jelang Pidato Ketua The Fed Jerome Powell

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 247,48 poin atau 0,73%, menjadi menetap di 34.346,90 poin. Indeks S&amp;amp;P 500 bertambah 29,4 poin atau 0,67%, menjadi berakhir di 4.405,71 poin. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 126,67 poin atau 0,94%, menjadi ditutup di 13,590.65 poin.
Seluruh sektor utama S&amp;amp;P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor konsumen, teknologi, dan energi menjadi sektor yang memperoleh keuntungan terbesar.

BACA JUGA:
Saham Nvidia Meroket 9%, Wall Street Ditutup Menguat 


S&amp;amp;P 500 dan Nasdaq juga berakhir lebih tinggi untuk minggu ini, dengan Nasdaq naik sekitar 2,3% dan mengakhiri penurunan tiga minggu berturut-turut.
Pasar menguat menjelang rilis hasil kuartal kedua Nvidia pada Rabu (23/8). Perusahaan, yang membuat cip yang dirancang untuk tugas-tugas kecerdasan buatan, memberikan perkiraan optimis lainnya dalam laporannya.
Indeks-indeks utama AS, yang mengawali hari dengan kenaikan yang solid, bergantian antara memperpanjang dan mengurangi kenaikan tersebut di sebagian besar sesi.
Powell &quot;menunjukkan bahwa dia senang dengan sejauh mana kebijakan  moneter telah berjalan dan bagaimana inflasi telah diturunkan. Namun dia  masih berpegang teguh pada anggapan bahwa mereka mengawasinya dengan  hati-hati dan masih ada pekerjaan yang harus dilakukan,&quot; kata Michael  Arone, kepala strategi investasi di State Street Global Advisors di  Boston.
Menyusul komentar Powell pada Jumat (25/8), ekspektasi kenaikan suku  bunga pada November meningkat dari hari sebelumnya, menurut alat  FedWatch CME Group. Sebagian besar pedagang masih memperkirakan The Fed  akan menunda kenaikan suku bunga pada September.
Di sektor pengecer, saham Gap melonjak 7,2% setelah perusahaan  tersebut melampaui estimasi laba kuartal kedua, sementara Nordstrom  anjlok 7,7% setelah jaringan department store tersebut tidak mengubah  perkiraannya.
Saham Hostess Brands berakhir melambung 21,7%, setelah Reuters  melaporkan, mengutip orang-orang yang mengetahui masalah ini, bahwa  pembuat makanan ringan Twinkies itu sedang menjajaki penjualan.
Saham Marvell Technology jatuh 6,6% setelah pembuat cip tersebut  membukukan penurunan pendapatan kuartal kedua. Hawaiian Electric  Industries, yang mendapat sorotan atas kemungkinan perannya dalam  kebakaran hutan di Hawaii, menukik 18,5% setelah wilayah Maui menggugat  perusahaan listrik tersebut.
Volume transaksi di bursa AS mencapai 9,15 miliar lembar saham, lebih  ringan dibandingkan dengan rata-rata 10,82 miliar saham untuk sesi  penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.</content:encoded></item></channel></rss>
