<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pidato Jerome Powell Bawa Dolar AS Menguat</title><description>Pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell bawa dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/26/320/2871462/pidato-jerome-powell-bawa-dolar-as-menguat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/26/320/2871462/pidato-jerome-powell-bawa-dolar-as-menguat"/><item><title>Pidato Jerome Powell Bawa Dolar AS Menguat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/26/320/2871462/pidato-jerome-powell-bawa-dolar-as-menguat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/26/320/2871462/pidato-jerome-powell-bawa-dolar-as-menguat</guid><pubDate>Sabtu 26 Agustus 2023 07:47 WIB</pubDate><dc:creator>Hafizhuddin </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/26/320/2871462/pidato-jerome-powell-bawa-dolar-as-menguat-zqrVaTAxXU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks dolar AS menguat (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/26/320/2871462/pidato-jerome-powell-bawa-dolar-as-menguat-zqrVaTAxXU.jpg</image><title>Indeks dolar AS menguat (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny81L3g4ajZtNmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell bawa dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Indeks dolar AS menguat setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell memberi isyarat bahwa bank sentral mungkin perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk memastikan inflasi terkendali.
Dilansir dari Antara, Sabtu (26/8/2023), indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,09% menjadi 104,0776 setelah pernyataan Powell.

BACA JUGA:
Bye Dolar AS! Bank Sentral RI, Malaysia dan Thailand Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal


&amp;ldquo;Meskipun inflasi telah turun dari puncaknya&amp;hellip; inflasi masih terlalu tinggi,&amp;rdquo; kata Powell pada Jumat (25/8/2023) di simposium ekonomi tahunan di Jackson Hole, Wyoming.
&amp;ldquo;Kami siap untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut jika diperlukan, dan bermaksud untuk mempertahankan kebijakan pada tingkat yang ketat sampai kami yakin bahwa inflasi bergerak turun secara berkelanjutan menuju target kami.&amp;rdquo;

BACA JUGA:
Rupiah Melemah Lawan Dolar AS ke Rp15.328/USD, Kena Sentimen PNS WFH


Para ahli mempunyai interpretasi tersendiri terhadap pidato Powell.
Pada Juni, The Fed untuk sementara menghentikan perjuangannya melawan inflasi karena kekhawatiran atas dampak tekanan perbankan terhadap pemberian pinjaman. Ada kemungkinan bahwa bank sentral akan memilih untuk berhenti sejenak lagi pada September, karena menunggu data tambahan di tengah ketidakpastian.
&amp;ldquo;Kami berpendapat bahwa The Fed lebih cenderung mengambil pendekatan  menunggu dan melihat (wait-and-see) dengan data dan mencoba memahami  lebih banyak tentang mengapa pasar tenaga kerja tetap kuat, terlepas  dari pengalaman inflasi yang kami alami dan suku bunga yang lebih tinggi  dalam perekonomian,&amp;rdquo; kata Sinead Colton Grant, kepala solusi investor  BNY Mellon.
Setelah pidato Powell, saham-saham memantul antara keuntungan dan  kerugian sebelum bergerak lebih kuat ke wilayah positif. Imbal hasil  obligasi pemerintah AS bertenor dua tahun naik 3,8 basis poin menjadi  5,054%, sementara imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun  sedikit berubah pada 4,239%.
Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,0808 dari  USD1,0809 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi  USD1,2596 dari USD1,2607.
Dolar AS dibeli 146,3690 yen Jepang, lebih tinggi dari 145,8610 yen  Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,8838 franc Swiss  dari 0,8845 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,3591 dolar Kanada dari  1,3575 dolar Kanada. Dolar AS menguat menjadi 11,0306 krona Swedia dari  10,9889 krona Swedia.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny81L3g4ajZtNmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell bawa dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Indeks dolar AS menguat setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell memberi isyarat bahwa bank sentral mungkin perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk memastikan inflasi terkendali.
Dilansir dari Antara, Sabtu (26/8/2023), indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,09% menjadi 104,0776 setelah pernyataan Powell.

BACA JUGA:
Bye Dolar AS! Bank Sentral RI, Malaysia dan Thailand Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal


&amp;ldquo;Meskipun inflasi telah turun dari puncaknya&amp;hellip; inflasi masih terlalu tinggi,&amp;rdquo; kata Powell pada Jumat (25/8/2023) di simposium ekonomi tahunan di Jackson Hole, Wyoming.
&amp;ldquo;Kami siap untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut jika diperlukan, dan bermaksud untuk mempertahankan kebijakan pada tingkat yang ketat sampai kami yakin bahwa inflasi bergerak turun secara berkelanjutan menuju target kami.&amp;rdquo;

BACA JUGA:
Rupiah Melemah Lawan Dolar AS ke Rp15.328/USD, Kena Sentimen PNS WFH


Para ahli mempunyai interpretasi tersendiri terhadap pidato Powell.
Pada Juni, The Fed untuk sementara menghentikan perjuangannya melawan inflasi karena kekhawatiran atas dampak tekanan perbankan terhadap pemberian pinjaman. Ada kemungkinan bahwa bank sentral akan memilih untuk berhenti sejenak lagi pada September, karena menunggu data tambahan di tengah ketidakpastian.
&amp;ldquo;Kami berpendapat bahwa The Fed lebih cenderung mengambil pendekatan  menunggu dan melihat (wait-and-see) dengan data dan mencoba memahami  lebih banyak tentang mengapa pasar tenaga kerja tetap kuat, terlepas  dari pengalaman inflasi yang kami alami dan suku bunga yang lebih tinggi  dalam perekonomian,&amp;rdquo; kata Sinead Colton Grant, kepala solusi investor  BNY Mellon.
Setelah pidato Powell, saham-saham memantul antara keuntungan dan  kerugian sebelum bergerak lebih kuat ke wilayah positif. Imbal hasil  obligasi pemerintah AS bertenor dua tahun naik 3,8 basis poin menjadi  5,054%, sementara imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun  sedikit berubah pada 4,239%.
Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,0808 dari  USD1,0809 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi  USD1,2596 dari USD1,2607.
Dolar AS dibeli 146,3690 yen Jepang, lebih tinggi dari 145,8610 yen  Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,8838 franc Swiss  dari 0,8845 franc Swiss, dan meningkat menjadi 1,3591 dolar Kanada dari  1,3575 dolar Kanada. Dolar AS menguat menjadi 11,0306 krona Swedia dari  10,9889 krona Swedia.</content:encoded></item></channel></rss>
