<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Emas Berjangka Anjlok di Tengah Peluang Kenaikan Suku Bunga</title><description>Harga emas berjangka anjlok pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/26/320/2871480/harga-emas-berjangka-anjlok-di-tengah-peluang-kenaikan-suku-bunga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/26/320/2871480/harga-emas-berjangka-anjlok-di-tengah-peluang-kenaikan-suku-bunga"/><item><title>Harga Emas Berjangka Anjlok di Tengah Peluang Kenaikan Suku Bunga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/26/320/2871480/harga-emas-berjangka-anjlok-di-tengah-peluang-kenaikan-suku-bunga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/26/320/2871480/harga-emas-berjangka-anjlok-di-tengah-peluang-kenaikan-suku-bunga</guid><pubDate>Sabtu 26 Agustus 2023 09:05 WIB</pubDate><dc:creator>Nasya Emmanuela Lilipaly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/26/320/2871480/harga-emas-berjangka-anjlok-di-tengah-peluang-kenaikan-suku-bunga-YIrucMIumE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga emas berjangka turun (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/26/320/2871480/harga-emas-berjangka-anjlok-di-tengah-peluang-kenaikan-suku-bunga-YIrucMIumE.jpg</image><title>Harga emas berjangka turun (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny81L3g4ajZtNmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Harga emas berjangka anjlok pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga emas mencatat kerugian untuk sesi kedua berturut-turut, karena dolar AS menguat seiring dengan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell membiarkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut pada tahun ini.
Melansir Antara, Sabtu (26/8/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, jatuh USD7,20 atau 0,37% menjadi ditutup pada USD1.939,90 per ounce.

BACA JUGA:
Harga Emas Akhirnya Turun, Investor Fokus pada Kebijakan The Fed 


Namun kemundurannya pada Jumat (25/8/2023) tidak menghentikan harga emas untuk mencatat kenaikan mingguan pertamanya setelah empat minggu berturut-turut mengalami penurunan.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun naik 4 basis poin menjadi 4,274% dan indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap mata uang utama lainnya, diperdagangkan naik 0,1% pada 104,08, menyusul pernyataan Powell.

BACA JUGA:
Naik Rp7.000, Harga Emas Antam Jadi Rp1.069.000/Gram


Ketua Fed dalam pidatonya di Simposium Ekonomi Jackson Hole di negara bagian Wyoming, AS pada Jumat (25/8/2023), mengakui sifat inflasi yang persisten, mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut bukanlah hal yang mustahil. Federal Reserve bermaksud mempertahankan kebijakan pada tingkat yang restriktif sampai mereka yakin bahwa inflasi bergerak turun secara berkelanjutan menuju target 2,0%. .
Powell melihat data ekonomi yang &quot;suram&quot; dan mengatakan dia akan melanjutkan dengan hati-hati.
Komentar tersebut meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada  pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) berikutnya pada September,  sehingga melemahkan harga emas.
Bergabung dengan diskusi Squawk on the Street, Presiden Federal  Reserve Cleveland Loretta Mester pada Jumat (25/8/2023) mencatat bahwa  inflasi inti masih terlalu tinggi, bertahan di atas 4,0%, &quot;kita mungkin  masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan.&quot;
Indeks Sentimen Konsumen yang dirilis pada Jumat (25/8/2023) oleh  Survei Konsumen Universitas Michigan (UM) turun menjadi 69,5 pada survei  Agustus 2023, dari 71,6 pada Juli dan di atas 58,2 pada Agustus tahun  lalu.
&amp;ldquo;Emas mengalami pemulihan kecil pada minggu ini namun masih bersifat  tentatif dan kecuali jika narasi dari The Fed berubah, atau kita melihat  perbaikan yang signifikan dalam data inflasi (atau penurunan dalam  angka pasar tenaga kerja dan data lainnya), maka bank sentral mungkin  akan kesulitan untuk menghasilkan banyak momentum ke arah positif,&quot; kata  Craig Erlam dari OANDA dalam sebuah catatan kepada klien.
&amp;ldquo;Komentar dari Powell tidak menenangkan pikiran para pedagang dan  para pedagang semakin dipaksa untuk menerima suku bunga yang tetap lebih  tinggi untuk waktu yang lebih lama, sehingga memperkuat dolar dan  kembali membebani emas hari ini.&amp;rdquo;
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September terkerek 0,40  sen atau 0,02% menjadi USD24,234 per ounce. Platinum untuk pengiriman  Oktober bertambah USD5,20 atau 0,55% menjadi USD948,20 per ounce.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8xNi80LzE2MDg5Ny81L3g4ajZtNmo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Harga emas berjangka anjlok pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga emas mencatat kerugian untuk sesi kedua berturut-turut, karena dolar AS menguat seiring dengan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell membiarkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut pada tahun ini.
Melansir Antara, Sabtu (26/8/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, jatuh USD7,20 atau 0,37% menjadi ditutup pada USD1.939,90 per ounce.

BACA JUGA:
Harga Emas Akhirnya Turun, Investor Fokus pada Kebijakan The Fed 


Namun kemundurannya pada Jumat (25/8/2023) tidak menghentikan harga emas untuk mencatat kenaikan mingguan pertamanya setelah empat minggu berturut-turut mengalami penurunan.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun naik 4 basis poin menjadi 4,274% dan indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap mata uang utama lainnya, diperdagangkan naik 0,1% pada 104,08, menyusul pernyataan Powell.

BACA JUGA:
Naik Rp7.000, Harga Emas Antam Jadi Rp1.069.000/Gram


Ketua Fed dalam pidatonya di Simposium Ekonomi Jackson Hole di negara bagian Wyoming, AS pada Jumat (25/8/2023), mengakui sifat inflasi yang persisten, mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut bukanlah hal yang mustahil. Federal Reserve bermaksud mempertahankan kebijakan pada tingkat yang restriktif sampai mereka yakin bahwa inflasi bergerak turun secara berkelanjutan menuju target 2,0%. .
Powell melihat data ekonomi yang &quot;suram&quot; dan mengatakan dia akan melanjutkan dengan hati-hati.
Komentar tersebut meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada  pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) berikutnya pada September,  sehingga melemahkan harga emas.
Bergabung dengan diskusi Squawk on the Street, Presiden Federal  Reserve Cleveland Loretta Mester pada Jumat (25/8/2023) mencatat bahwa  inflasi inti masih terlalu tinggi, bertahan di atas 4,0%, &quot;kita mungkin  masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan.&quot;
Indeks Sentimen Konsumen yang dirilis pada Jumat (25/8/2023) oleh  Survei Konsumen Universitas Michigan (UM) turun menjadi 69,5 pada survei  Agustus 2023, dari 71,6 pada Juli dan di atas 58,2 pada Agustus tahun  lalu.
&amp;ldquo;Emas mengalami pemulihan kecil pada minggu ini namun masih bersifat  tentatif dan kecuali jika narasi dari The Fed berubah, atau kita melihat  perbaikan yang signifikan dalam data inflasi (atau penurunan dalam  angka pasar tenaga kerja dan data lainnya), maka bank sentral mungkin  akan kesulitan untuk menghasilkan banyak momentum ke arah positif,&quot; kata  Craig Erlam dari OANDA dalam sebuah catatan kepada klien.
&amp;ldquo;Komentar dari Powell tidak menenangkan pikiran para pedagang dan  para pedagang semakin dipaksa untuk menerima suku bunga yang tetap lebih  tinggi untuk waktu yang lebih lama, sehingga memperkuat dolar dan  kembali membebani emas hari ini.&amp;rdquo;
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September terkerek 0,40  sen atau 0,02% menjadi USD24,234 per ounce. Platinum untuk pengiriman  Oktober bertambah USD5,20 atau 0,55% menjadi USD948,20 per ounce.</content:encoded></item></channel></rss>
