<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Menguat ke Level Tertinggi dalam Satu Minggu</title><description>Harga minyak berjangka menguat 1% ke level tertinggi satu minggu pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/26/320/2871505/harga-minyak-menguat-ke-level-tertinggi-dalam-satu-minggu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/26/320/2871505/harga-minyak-menguat-ke-level-tertinggi-dalam-satu-minggu"/><item><title>Harga Minyak Menguat ke Level Tertinggi dalam Satu Minggu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/26/320/2871505/harga-minyak-menguat-ke-level-tertinggi-dalam-satu-minggu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/26/320/2871505/harga-minyak-menguat-ke-level-tertinggi-dalam-satu-minggu</guid><pubDate>Sabtu 26 Agustus 2023 10:12 WIB</pubDate><dc:creator>Hafizhuddin </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/26/320/2871505/harga-minyak-menguat-ke-level-tertinggi-dalam-satu-minggu-gMVMhLZ6aF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga Minyak Mentah naik (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/26/320/2871505/harga-minyak-menguat-ke-level-tertinggi-dalam-satu-minggu-gMVMhLZ6aF.jpg</image><title>Harga Minyak Mentah naik (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wMy8xLzE2NTgxNC81L3g4a21xMjk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Harga minyak berjangka menguat 1% ke level tertinggi satu minggu pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga minyak mentah naik karena harga bahan bakar solar di AS melonjak, jumlah rig minyak turun dan kebakaran terjadi di sebuah kilang di Louisiana.
Dilansir dari Antara, Sabtu (26/8/2023), Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober meningkat USD1,12 atau 1,3% menjadi USD84,48 per barel di London ICE Futures Exchange.

BACA JUGA:
Harga Minyak Rebound, Brent dan WTI Naik 0,2%


Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober menguat 78 sen atau 1% menjadi USD79,83 per barel di New York Mercantile Exchange.
Harga solar melonjak sekitar 5,0% ke level tertinggi dalam hampir tujuh bulan, meningkatkan crack spread solar, yang merupakan ukuran margin keuntungan penyulingan, ke level tertinggi sejak Januari 2023.

BACA JUGA:
Harga Minyak Turun karena Stok Bensin AS Meningkat 1,5 Juta Barel


&amp;ldquo;Hal utama adalah kekhawatiran mengenai harga solar, crack spread solar, dan kekhawatiran tentang kekurangan solar ketika kilang melakukan pemeliharaan,&amp;rdquo; kata Phil Flynn, analis di Price Futures Group. Dia menambahkan harga juga mendapat dukungan dari kebakaran di kilang Louisiana dan jatuhnya jumlah rig AS.
Data ekonomi yang lemah dan penguatan dolar membatasi kenaikan. Untuk minggu ini, Brent turun kurang dari 1,0% dan WTI kehilangan sekitar 2,0%. Pekan lalu, kedua harga acuan tersebut turun sekitar 2,0%.
Kebakaran di tangki penyimpanan nafta raksasa berhasil diatasi pada Jumat (25/8/2023) sore di kilang Marathon Petroleum yang berkapasitas 596.000 barel per hari (bph) di Garyville, Louisiana.
Pada Agustus, perusahaan-perusahaan energi AS mengurangi jumlah rig  minyak aktif selama sembilan bulan berturut-turut, kata perusahaan jasa  energi Baker Hughes dalam laporannya yang diikuti dengan cermat.
Harga minyak mentah naik meskipun ada berita ekonomi yang lemah dari  Jerman, negara dengan ekonomi terbesar di Eropa, dan dolar AS naik ke  level tertinggi dalam 11 minggu terhadap sejumlah mata uang lainnya  setelah Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan kenaikan suku  bunga lebih lanjut mungkin diperlukan untuk melawan inflasi.
Suku bunga yang lebih tinggi dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi  dan mengurangi permintaan minyak. Penguatan dolar juga dapat  memperlambat permintaan karena membuat minyak lebih mahal bagi pemegang  mata uang lainnya.
Sementara itu, sentimen konsumen AS sedikit turun pada Agustus,  seiring memburuknya ekspektasi inflasi jangka pendek dan jangka panjang,  sebuah survei menunjukkan pada Jumat (25/8/2023).
Analis di Morgan Stanley mengatakan mereka memperkirakan harga Brent  akan didukung dengan baik di kisaran 80 dolar AS per barel, dengan  minyak mentah kemungkinan akan tetap mengalami defisit selama sisa tahun  ini sebelum kembali ke surplus kecil pada awal tahun 2024.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wMy8xLzE2NTgxNC81L3g4a21xMjk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Harga minyak berjangka menguat 1% ke level tertinggi satu minggu pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga minyak mentah naik karena harga bahan bakar solar di AS melonjak, jumlah rig minyak turun dan kebakaran terjadi di sebuah kilang di Louisiana.
Dilansir dari Antara, Sabtu (26/8/2023), Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober meningkat USD1,12 atau 1,3% menjadi USD84,48 per barel di London ICE Futures Exchange.

BACA JUGA:
Harga Minyak Rebound, Brent dan WTI Naik 0,2%


Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober menguat 78 sen atau 1% menjadi USD79,83 per barel di New York Mercantile Exchange.
Harga solar melonjak sekitar 5,0% ke level tertinggi dalam hampir tujuh bulan, meningkatkan crack spread solar, yang merupakan ukuran margin keuntungan penyulingan, ke level tertinggi sejak Januari 2023.

BACA JUGA:
Harga Minyak Turun karena Stok Bensin AS Meningkat 1,5 Juta Barel


&amp;ldquo;Hal utama adalah kekhawatiran mengenai harga solar, crack spread solar, dan kekhawatiran tentang kekurangan solar ketika kilang melakukan pemeliharaan,&amp;rdquo; kata Phil Flynn, analis di Price Futures Group. Dia menambahkan harga juga mendapat dukungan dari kebakaran di kilang Louisiana dan jatuhnya jumlah rig AS.
Data ekonomi yang lemah dan penguatan dolar membatasi kenaikan. Untuk minggu ini, Brent turun kurang dari 1,0% dan WTI kehilangan sekitar 2,0%. Pekan lalu, kedua harga acuan tersebut turun sekitar 2,0%.
Kebakaran di tangki penyimpanan nafta raksasa berhasil diatasi pada Jumat (25/8/2023) sore di kilang Marathon Petroleum yang berkapasitas 596.000 barel per hari (bph) di Garyville, Louisiana.
Pada Agustus, perusahaan-perusahaan energi AS mengurangi jumlah rig  minyak aktif selama sembilan bulan berturut-turut, kata perusahaan jasa  energi Baker Hughes dalam laporannya yang diikuti dengan cermat.
Harga minyak mentah naik meskipun ada berita ekonomi yang lemah dari  Jerman, negara dengan ekonomi terbesar di Eropa, dan dolar AS naik ke  level tertinggi dalam 11 minggu terhadap sejumlah mata uang lainnya  setelah Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan kenaikan suku  bunga lebih lanjut mungkin diperlukan untuk melawan inflasi.
Suku bunga yang lebih tinggi dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi  dan mengurangi permintaan minyak. Penguatan dolar juga dapat  memperlambat permintaan karena membuat minyak lebih mahal bagi pemegang  mata uang lainnya.
Sementara itu, sentimen konsumen AS sedikit turun pada Agustus,  seiring memburuknya ekspektasi inflasi jangka pendek dan jangka panjang,  sebuah survei menunjukkan pada Jumat (25/8/2023).
Analis di Morgan Stanley mengatakan mereka memperkirakan harga Brent  akan didukung dengan baik di kisaran 80 dolar AS per barel, dengan  minyak mentah kemungkinan akan tetap mengalami defisit selama sisa tahun  ini sebelum kembali ke surplus kecil pada awal tahun 2024.</content:encoded></item></channel></rss>
