<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pendapatan Premi Asuransi Umum Capai Rp48,9 Triliun di Semester I-2023</title><description>Pendapatan premi asuransi umum mencapai Rp48,9 triliun di semester I 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/26/320/2871684/pendapatan-premi-asuransi-umum-capai-rp48-9-triliun-di-semester-i-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/26/320/2871684/pendapatan-premi-asuransi-umum-capai-rp48-9-triliun-di-semester-i-2023"/><item><title>Pendapatan Premi Asuransi Umum Capai Rp48,9 Triliun di Semester I-2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/26/320/2871684/pendapatan-premi-asuransi-umum-capai-rp48-9-triliun-di-semester-i-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/26/320/2871684/pendapatan-premi-asuransi-umum-capai-rp48-9-triliun-di-semester-i-2023</guid><pubDate>Sabtu 26 Agustus 2023 17:41 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/26/320/2871684/pendapatan-premi-asuransi-umum-capai-rp48-9-triliun-di-semester-i-2023-686uoPY3J0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Premi asuransi alami kenaikan (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/26/320/2871684/pendapatan-premi-asuransi-umum-capai-rp48-9-triliun-di-semester-i-2023-686uoPY3J0.jpg</image><title>Premi asuransi alami kenaikan (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wNy80LzE2MjIwNy81L3g4ajZnbzg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pendapatan premi asuransi umum mencapai Rp48,9 triliun di semester I 2023.  Angka itu tumbuh jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp46 triliun.
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) melaporkan kinerja 72 Perusahaan Asuransi Umum Anggotanya untuk periode Januari-Juni di pertengahan tahun 2023 ini. Industri asuransi umum masih mencatatkan hasil positif untuk pertumbuhan perolehan premi yang tercatat sebesar 6,2% di enam bulan pertama tahun 2023 ini.

BACA JUGA:
Bagikan KTA Berasuransi, Bacaleg Sebut Perindo Hadir Berikan Manfaat ke Masyarakat


&amp;ldquo;Sebagian besar lini bisnis asuransi umum mencatatkan pertumbuhan positif pada semester pertama ini, namun ada empat lini bisnis yang pertumbuhan preminya terkontraksi pada periode ini yaitu, Asuransi Harta Benda, Asuransi Satelit, Asuransi Energy Onshore dan Asuransi Aneka,&amp;rdquo; kata Wakil Ketua AAUI untuk Bidang Statistik &amp;amp; Analisa, Trinita Situmeang dalam siaran pers, dikutip Sabtu (26/8/2023).
Di sisi lain, untuk klaim industri asuransi umum yang dilaporkan oleh AAUI pada periode semester 1 2023 ini mencatat sebesar Rp20,1 triliun tumbuh sebesar 13,2%, apabila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu yang mencatatkan Rp17,7 triliun.

BACA JUGA:
Bacaleg Perindo Bagikan KTA Berasuransi ke Masyarakat Purwakarta


Pada periode ini juga, AAUI menyampaikan adanya kenaikan klaim rasio dari periode sebelumnya yang dicatatkan naik 2,6%. Pada periode ini, dicatat klaim rasio sebesar 41,2% sedangkan pada periode yang sama di tahun sebelumnya adalah 38,6%.
Lebih lanjut, pangsa pasar yang mendominasi dalam pencatatan premi dari industri asuransi umum pada semester pertama 2023 masih diisi oleh Asuransi Harta Benda dan Asuransi Kendaraan Bermotor yang memperoleh jumlah porsi keduanya sebesar 45,7%.
Di posisi selanjutnya, yang mengisi pangsa pasar ketiga untuk  dominasi pangsa pasar premi asuransi umum adalah Asuransi Kredit dengan  porsi sebesar 17,2%. Untuk pangsa pasar selanjutnya, lanjut Trinita,  yang juga turut mendominasi pangsa pasar terbanyak diisi oleh lini  bisnis Asuransi Kesehatan dan Asuransi Marine Cargo.
Trinita melanjutkan, seperti semakin meningkatnya jumlah penumpang  moda transportasi, kunjungan wisatawan mancanegara, juga dampak dari  penyelenggaraan KTT Asean, serta adanya libur lebaran dan libur sekolah  di kuartal dua ini sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi global.
&amp;ldquo;Juga daya beli masyarakat yang terlihat dari data Badan Pusat  Statistik bahwa daya beli masyarakat mulai meningkat dapat dilihat dari  nilai transaksi uang elektronik, kartu debit dan kredit juga tumbuh,&amp;rdquo;  ujar Trinita.
Lebih lanjut, pada pertengahan tahun 2023 ini, pencatatan premi untuk  Reasuransi Umum mengalami kontraksi jika dibandingkan periode yang sama  pada tahun 2022. Perolehan premi Reasuransi Umum tercatat Rp10 triliun,  sementara di tahun sebelumnya sebesar Rp10,7 triliun.
Hasil tersebut mencatatkan adanya kontraksi dari perolehan premi  Reasuransi Umum sebanyak 7,2% di Semester 1 2023 ini. Sedangkan untuk  jumlah klaim yang dicatatkan oleh AAUI pada Semester 1 2023, klaim dari  Reasuransi Umum mengalami perbaikan atau penurunan klaim sebesar 14,1%.  Tercatat total klaim di Semester 1 tahun 2022 lalu sebesar Rp4,2  triliun, sedangkan pada periode tahun ini hanya Rp3,6 triliun.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8wNy80LzE2MjIwNy81L3g4ajZnbzg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pendapatan premi asuransi umum mencapai Rp48,9 triliun di semester I 2023.  Angka itu tumbuh jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang sebesar Rp46 triliun.
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) melaporkan kinerja 72 Perusahaan Asuransi Umum Anggotanya untuk periode Januari-Juni di pertengahan tahun 2023 ini. Industri asuransi umum masih mencatatkan hasil positif untuk pertumbuhan perolehan premi yang tercatat sebesar 6,2% di enam bulan pertama tahun 2023 ini.

BACA JUGA:
Bagikan KTA Berasuransi, Bacaleg Sebut Perindo Hadir Berikan Manfaat ke Masyarakat


&amp;ldquo;Sebagian besar lini bisnis asuransi umum mencatatkan pertumbuhan positif pada semester pertama ini, namun ada empat lini bisnis yang pertumbuhan preminya terkontraksi pada periode ini yaitu, Asuransi Harta Benda, Asuransi Satelit, Asuransi Energy Onshore dan Asuransi Aneka,&amp;rdquo; kata Wakil Ketua AAUI untuk Bidang Statistik &amp;amp; Analisa, Trinita Situmeang dalam siaran pers, dikutip Sabtu (26/8/2023).
Di sisi lain, untuk klaim industri asuransi umum yang dilaporkan oleh AAUI pada periode semester 1 2023 ini mencatat sebesar Rp20,1 triliun tumbuh sebesar 13,2%, apabila dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu yang mencatatkan Rp17,7 triliun.

BACA JUGA:
Bacaleg Perindo Bagikan KTA Berasuransi ke Masyarakat Purwakarta


Pada periode ini juga, AAUI menyampaikan adanya kenaikan klaim rasio dari periode sebelumnya yang dicatatkan naik 2,6%. Pada periode ini, dicatat klaim rasio sebesar 41,2% sedangkan pada periode yang sama di tahun sebelumnya adalah 38,6%.
Lebih lanjut, pangsa pasar yang mendominasi dalam pencatatan premi dari industri asuransi umum pada semester pertama 2023 masih diisi oleh Asuransi Harta Benda dan Asuransi Kendaraan Bermotor yang memperoleh jumlah porsi keduanya sebesar 45,7%.
Di posisi selanjutnya, yang mengisi pangsa pasar ketiga untuk  dominasi pangsa pasar premi asuransi umum adalah Asuransi Kredit dengan  porsi sebesar 17,2%. Untuk pangsa pasar selanjutnya, lanjut Trinita,  yang juga turut mendominasi pangsa pasar terbanyak diisi oleh lini  bisnis Asuransi Kesehatan dan Asuransi Marine Cargo.
Trinita melanjutkan, seperti semakin meningkatnya jumlah penumpang  moda transportasi, kunjungan wisatawan mancanegara, juga dampak dari  penyelenggaraan KTT Asean, serta adanya libur lebaran dan libur sekolah  di kuartal dua ini sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi global.
&amp;ldquo;Juga daya beli masyarakat yang terlihat dari data Badan Pusat  Statistik bahwa daya beli masyarakat mulai meningkat dapat dilihat dari  nilai transaksi uang elektronik, kartu debit dan kredit juga tumbuh,&amp;rdquo;  ujar Trinita.
Lebih lanjut, pada pertengahan tahun 2023 ini, pencatatan premi untuk  Reasuransi Umum mengalami kontraksi jika dibandingkan periode yang sama  pada tahun 2022. Perolehan premi Reasuransi Umum tercatat Rp10 triliun,  sementara di tahun sebelumnya sebesar Rp10,7 triliun.
Hasil tersebut mencatatkan adanya kontraksi dari perolehan premi  Reasuransi Umum sebanyak 7,2% di Semester 1 2023 ini. Sedangkan untuk  jumlah klaim yang dicatatkan oleh AAUI pada Semester 1 2023, klaim dari  Reasuransi Umum mengalami perbaikan atau penurunan klaim sebesar 14,1%.  Tercatat total klaim di Semester 1 tahun 2022 lalu sebesar Rp4,2  triliun, sedangkan pada periode tahun ini hanya Rp3,6 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
