<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ancam Ketahanan Pangan, Thailand Diproyeksi Mengalami Kekeringan Selama 5 Tahun</title><description>Ketahanan pangan Thailand terancam lantaran cuaca diprediksi menjadi yang terpanas dalam 5 tahun ke depan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/27/320/2871746/ancam-ketahanan-pangan-thailand-diproyeksi-mengalami-kekeringan-selama-5-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/27/320/2871746/ancam-ketahanan-pangan-thailand-diproyeksi-mengalami-kekeringan-selama-5-tahun"/><item><title>Ancam Ketahanan Pangan, Thailand Diproyeksi Mengalami Kekeringan Selama 5 Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/27/320/2871746/ancam-ketahanan-pangan-thailand-diproyeksi-mengalami-kekeringan-selama-5-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/27/320/2871746/ancam-ketahanan-pangan-thailand-diproyeksi-mengalami-kekeringan-selama-5-tahun</guid><pubDate>Minggu 27 Agustus 2023 05:35 WIB</pubDate><dc:creator>Hafizhuddin </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/26/320/2871746/ancam-ketahanan-pangan-thailand-diproyeksi-mengalami-kekeringan-selama-5-tahun-fLZD1FCKCR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kekeringan di Thailand picu kemiskinan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/26/320/2871746/ancam-ketahanan-pangan-thailand-diproyeksi-mengalami-kekeringan-selama-5-tahun-fLZD1FCKCR.jpg</image><title>Kekeringan di Thailand picu kemiskinan (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wOS8xLzE2ODk5NC81L3g4bjQycHo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Ketahanan pangan Thailand terancam lantaran cuaca diprediksi menjadi yang terpanas dalam 5 tahun ke depan. Hal itu dikatakan merupakan akibat dari fenomena cuaca El Nino.
Thailand sudah merasakan cuaca yang panas itu sejak awal tahun ini. Pada April lalu contohnya, geografi mereka mencatat rekor indeks panas mencapai 53,9 derajat Celcius, dengan rata-rata per bulan 45,5 derajat Celcius.

BACA JUGA:
Irjen Kementan Bagikan Bibit dan Pupuk demi Jaga Ketahanan Pangan


Cuaca panas ini ditandai dengan turunnya curah hujan di Thailand hingga 25% secara nasional y-t-d (hingga Juli). Hal tersebut juga disinyalir dapat mengancam perekonomian hingga memicu kemiskinan.
Pakar cuaca dari Bangkok, Chaowat Siwapornchai, juga berkata bahwa bagian tengah Thailand mengalami curah hujan yang lebih sedikit beberapa bulan terakhir. Sementara April menjadi yang terpanas bagi Thailand meskipun World Meteorological Organization (WMO) mengatakan Juli tercatat bulan terpanas dalam sejarah.

BACA JUGA:
Jokowi Anggarkan Ketahanan Pangan Rp108,8 Triliun di 2024, Cukup?


&amp;ldquo;Curah hujan lebih sedikit di bagian tengah Thailand selama beberapa bulan terakhir. Sementara itu Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization/WMO) mengatakan Juli adalah bulan paling panas dalam sejarah. Tetapi bulan paling panas dalam setahun bagi Thailand adalah April,&amp;rdquo; kata Chaowat, seperti dikutip dari VOA, Sabtu (26/8/2023).
Suhu yang tinggi juga memaksa rumah-rumah di Thailand menggunakan lebih banyak listrik. Misalnya untuk keperluan tambahan seperti pendingin ruangan (AC), yang lantas menyebabkan konsumsi listrik membubung hingga ke level tertinggi pada April dan Mei.
Adapun fenomena cuaca El Nino merupakan kondisi ketika cuaca menjadi  lebih kering dan terjadi pengurangan curah hujan. Hal itu berkontribusi  kepada cuaca panas yang ekstrem di Asia. Panas ekstrem itu juga terjadi  tahun ini di India, China, Laos, Pakistan dan Vietnam.
Sedangkan fenomena kebalikan dari El Nino adalah La Nina. Yakni  pendinginan alami air di bagian tengah dan timur Samudra Pasifik. Ini  terjadi setiap beberapa tahun dan mempengaruhi perubahan cuaca di  seluruh dunia.
Baca selengkapnya: Kekeringan di Thailand Ancaman bagi Ekonomi hingga Picu Kemiskinan

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8wOS8xLzE2ODk5NC81L3g4bjQycHo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Ketahanan pangan Thailand terancam lantaran cuaca diprediksi menjadi yang terpanas dalam 5 tahun ke depan. Hal itu dikatakan merupakan akibat dari fenomena cuaca El Nino.
Thailand sudah merasakan cuaca yang panas itu sejak awal tahun ini. Pada April lalu contohnya, geografi mereka mencatat rekor indeks panas mencapai 53,9 derajat Celcius, dengan rata-rata per bulan 45,5 derajat Celcius.

BACA JUGA:
Irjen Kementan Bagikan Bibit dan Pupuk demi Jaga Ketahanan Pangan


Cuaca panas ini ditandai dengan turunnya curah hujan di Thailand hingga 25% secara nasional y-t-d (hingga Juli). Hal tersebut juga disinyalir dapat mengancam perekonomian hingga memicu kemiskinan.
Pakar cuaca dari Bangkok, Chaowat Siwapornchai, juga berkata bahwa bagian tengah Thailand mengalami curah hujan yang lebih sedikit beberapa bulan terakhir. Sementara April menjadi yang terpanas bagi Thailand meskipun World Meteorological Organization (WMO) mengatakan Juli tercatat bulan terpanas dalam sejarah.

BACA JUGA:
Jokowi Anggarkan Ketahanan Pangan Rp108,8 Triliun di 2024, Cukup?


&amp;ldquo;Curah hujan lebih sedikit di bagian tengah Thailand selama beberapa bulan terakhir. Sementara itu Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization/WMO) mengatakan Juli adalah bulan paling panas dalam sejarah. Tetapi bulan paling panas dalam setahun bagi Thailand adalah April,&amp;rdquo; kata Chaowat, seperti dikutip dari VOA, Sabtu (26/8/2023).
Suhu yang tinggi juga memaksa rumah-rumah di Thailand menggunakan lebih banyak listrik. Misalnya untuk keperluan tambahan seperti pendingin ruangan (AC), yang lantas menyebabkan konsumsi listrik membubung hingga ke level tertinggi pada April dan Mei.
Adapun fenomena cuaca El Nino merupakan kondisi ketika cuaca menjadi  lebih kering dan terjadi pengurangan curah hujan. Hal itu berkontribusi  kepada cuaca panas yang ekstrem di Asia. Panas ekstrem itu juga terjadi  tahun ini di India, China, Laos, Pakistan dan Vietnam.
Sedangkan fenomena kebalikan dari El Nino adalah La Nina. Yakni  pendinginan alami air di bagian tengah dan timur Samudra Pasifik. Ini  terjadi setiap beberapa tahun dan mempengaruhi perubahan cuaca di  seluruh dunia.
Baca selengkapnya: Kekeringan di Thailand Ancaman bagi Ekonomi hingga Picu Kemiskinan

</content:encoded></item></channel></rss>
