<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Manfaatkan Potensi Ekonomi Digital Rp4.000 Triliun pada 2030, Ini Caranya</title><description>Ekonomi digital dalam negeri diperkirakan mencapai Rp3.000 - Rp4.000 triliun pada 2030 mendatang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/27/320/2871865/ri-manfaatkan-potensi-ekonomi-digital-rp4-000-triliun-pada-2030-ini-caranya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/27/320/2871865/ri-manfaatkan-potensi-ekonomi-digital-rp4-000-triliun-pada-2030-ini-caranya"/><item><title>RI Manfaatkan Potensi Ekonomi Digital Rp4.000 Triliun pada 2030, Ini Caranya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/27/320/2871865/ri-manfaatkan-potensi-ekonomi-digital-rp4-000-triliun-pada-2030-ini-caranya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/27/320/2871865/ri-manfaatkan-potensi-ekonomi-digital-rp4-000-triliun-pada-2030-ini-caranya</guid><pubDate>Minggu 27 Agustus 2023 06:46 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/27/320/2871865/ri-manfaatkan-potensi-ekonomi-digital-rp4-000-triliun-pada-2030-ini-caranya-3MbTCadv5r.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Pengamat Digitalisasi sekaligus Direktur Pemberitaan MNC Group, Prabu Revolusi bahas soal ekonomi digital. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/27/320/2871865/ri-manfaatkan-potensi-ekonomi-digital-rp4-000-triliun-pada-2030-ini-caranya-3MbTCadv5r.JPG</image><title>Pengamat Digitalisasi sekaligus Direktur Pemberitaan MNC Group, Prabu Revolusi bahas soal ekonomi digital. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMC80LzE2OTQ1Mi81L3g4bmNrM28=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Ekonomi digital dalam negeri diperkirakan mencapai Rp3.000 - Rp4.000 triliun pada 2030 mendatang. Potensi ini menjadi instrumen penting untuk merealisasi visi Indonesia emas pada 2045.

Pengamat Digitalisasi, Prabu Revolusi mengatakan potensi ekonomi digital pada 2030 bisa mencapai Rp3.000 - Rp4.000 triliun. Hanya saja, dia khawatir bila sumber daya itu justru tidak dapat dimanfaatkan oleh Indonesia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Menko Airlangga Prediksi Ekonomi Digital ASEAN Naik 2 Kali Lipat pada 2023

&quot;Jangan sampai potensi ekonomi ini tidak bisa dimanfaatkan oleh bangsa sendiri, tapi malah larinya ke luar,&quot; ujar Prabu melalui akun Instagramnya, ditulis Sabtu, 26 Agustus 2023.

Untuk memanfaatkan potensi ekonomi digital di Tanah Air, lanjut Prabu, Indonesia harus diarahkan menjadi produsen teknologi yang bisa bersaing di pasar global.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Menko Airlangga Prediksi Ekonomi Digital ASEAN Naik pada 2023

Menurutnya, Indonesia bukan semata sebagai konsumsi digital atau digital user saja, namun harus dipastikan bisa menjadi pemain utama di sektor digital dunia.

&quot;Mesti kita harus pastikan bahwa di era digital nanti kita jadi bangsa pemenang, bangsa yang bisa memastikan manfaat ekonomi digitalnya sebagian besar adalah untuk kita sendiri,&quot; katanya.

Tak hanya itu, penting bagi Indonesia memperkuat budaya digital. Bahkan, pemerintah perlu merumuskan regulasi di sektor ini agar dapat mendorong pemanfaatan digital yang lebih masif lagi.

Prabu berhitung, Indonesia tengah menuju puncak era demografi, di mana mayoritas penduduknya didominasi oleh individu dengan usia produktif. Pada rentan usia ini, menjadi kesempatan besar bagi pemerintah untuk menguatkan sumber daya manusia (SDM) di bidang digitalisasi.


&amp;nbsp;BACA JUGA:

Menko Airlangga Jaga Pertumbuhan Ekonomi Tetap Tinggi dan Inklusif

&quot;Nah ini adalah kesempatan emas bagi kita untuk meningkatkan kompetensi kita dalam kanca global,&quot; ucap dia.



Oleh karena itu, Indonesia harus bisa bergerak cepat, bergerak dengan presisi, bukan saja menjadi pengguna aplikasi atau menjadi pengguna games, bukan saja hanya mengembangkan fitur, namun bagaimana menjadi pemenangnya, menjadi produsen digital, dan menjadi pemain utama digital.



Direktur Pemberitaan MNC Group ini juga memandang perlunya kedaulatan data. Dia mencatat belum banyak insentif untuk memastikan Indonesia bisa menjadi bangsa pemenang di era digital.



&quot;Bangsa kita ini masih dibiarkan hanya menjadi pasar digital, tanpa didorong untuk menjadi pemain digital. Dibiarkan menjadi pengguna saja, tanpa diarahkan menjadi produser digital,&quot; tuturnya.



Dia menyayangkan bila potensi ekonomi digital yang besar ujung-ujungnya hanya dinikmati oleh pemilik platform, tanpa ada dampak pada pembentukan ekosistem ekonomi digital nasional.



&quot;Berantas judi online satu, pinjaman online ilegal juga penting, tapi gak cukup hanya sampai di sana. Tanpa regulasi, kebijakan, dan program digital nasional, Indonesia tinggal tunggu waktu saja akan terseok-seok dalam kompetisi digital global yang akan memberi dampak besar pada ketahanan sosial, ekonomi, dan politik nasional kita,&quot; pungkasnya.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMC80LzE2OTQ1Mi81L3g4bmNrM28=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Ekonomi digital dalam negeri diperkirakan mencapai Rp3.000 - Rp4.000 triliun pada 2030 mendatang. Potensi ini menjadi instrumen penting untuk merealisasi visi Indonesia emas pada 2045.

Pengamat Digitalisasi, Prabu Revolusi mengatakan potensi ekonomi digital pada 2030 bisa mencapai Rp3.000 - Rp4.000 triliun. Hanya saja, dia khawatir bila sumber daya itu justru tidak dapat dimanfaatkan oleh Indonesia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Menko Airlangga Prediksi Ekonomi Digital ASEAN Naik 2 Kali Lipat pada 2023

&quot;Jangan sampai potensi ekonomi ini tidak bisa dimanfaatkan oleh bangsa sendiri, tapi malah larinya ke luar,&quot; ujar Prabu melalui akun Instagramnya, ditulis Sabtu, 26 Agustus 2023.

Untuk memanfaatkan potensi ekonomi digital di Tanah Air, lanjut Prabu, Indonesia harus diarahkan menjadi produsen teknologi yang bisa bersaing di pasar global.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Menko Airlangga Prediksi Ekonomi Digital ASEAN Naik pada 2023

Menurutnya, Indonesia bukan semata sebagai konsumsi digital atau digital user saja, namun harus dipastikan bisa menjadi pemain utama di sektor digital dunia.

&quot;Mesti kita harus pastikan bahwa di era digital nanti kita jadi bangsa pemenang, bangsa yang bisa memastikan manfaat ekonomi digitalnya sebagian besar adalah untuk kita sendiri,&quot; katanya.

Tak hanya itu, penting bagi Indonesia memperkuat budaya digital. Bahkan, pemerintah perlu merumuskan regulasi di sektor ini agar dapat mendorong pemanfaatan digital yang lebih masif lagi.

Prabu berhitung, Indonesia tengah menuju puncak era demografi, di mana mayoritas penduduknya didominasi oleh individu dengan usia produktif. Pada rentan usia ini, menjadi kesempatan besar bagi pemerintah untuk menguatkan sumber daya manusia (SDM) di bidang digitalisasi.


&amp;nbsp;BACA JUGA:

Menko Airlangga Jaga Pertumbuhan Ekonomi Tetap Tinggi dan Inklusif

&quot;Nah ini adalah kesempatan emas bagi kita untuk meningkatkan kompetensi kita dalam kanca global,&quot; ucap dia.



Oleh karena itu, Indonesia harus bisa bergerak cepat, bergerak dengan presisi, bukan saja menjadi pengguna aplikasi atau menjadi pengguna games, bukan saja hanya mengembangkan fitur, namun bagaimana menjadi pemenangnya, menjadi produsen digital, dan menjadi pemain utama digital.



Direktur Pemberitaan MNC Group ini juga memandang perlunya kedaulatan data. Dia mencatat belum banyak insentif untuk memastikan Indonesia bisa menjadi bangsa pemenang di era digital.



&quot;Bangsa kita ini masih dibiarkan hanya menjadi pasar digital, tanpa didorong untuk menjadi pemain digital. Dibiarkan menjadi pengguna saja, tanpa diarahkan menjadi produser digital,&quot; tuturnya.



Dia menyayangkan bila potensi ekonomi digital yang besar ujung-ujungnya hanya dinikmati oleh pemilik platform, tanpa ada dampak pada pembentukan ekosistem ekonomi digital nasional.



&quot;Berantas judi online satu, pinjaman online ilegal juga penting, tapi gak cukup hanya sampai di sana. Tanpa regulasi, kebijakan, dan program digital nasional, Indonesia tinggal tunggu waktu saja akan terseok-seok dalam kompetisi digital global yang akan memberi dampak besar pada ketahanan sosial, ekonomi, dan politik nasional kita,&quot; pungkasnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
