<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hubungan China-Jepang Memanas Gegara Limbah Nuklir, Rusia Siap Ambil Untung</title><description>Beijing melarang impor makanan laut Jepang. Hal itu membuat Rusia berharap dapat menggenjot ekspor produk lautnya ke China.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/27/320/2872010/hubungan-china-jepang-memanas-gegara-limbah-nuklir-rusia-siap-ambil-untung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/27/320/2872010/hubungan-china-jepang-memanas-gegara-limbah-nuklir-rusia-siap-ambil-untung"/><item><title>Hubungan China-Jepang Memanas Gegara Limbah Nuklir, Rusia Siap Ambil Untung</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/27/320/2872010/hubungan-china-jepang-memanas-gegara-limbah-nuklir-rusia-siap-ambil-untung</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/27/320/2872010/hubungan-china-jepang-memanas-gegara-limbah-nuklir-rusia-siap-ambil-untung</guid><pubDate>Minggu 27 Agustus 2023 15:54 WIB</pubDate><dc:creator>Kharisma Rizkika Rahmawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/27/320/2872010/hubungan-china-jepang-memanas-gegara-limbah-nuklir-rusia-siap-ambil-untung-bBbptTl7gJ.JPG" expression="full" type="image/jpeg">China larang impor produk laut dari Jepang. (Foto: VOA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/27/320/2872010/hubungan-china-jepang-memanas-gegara-limbah-nuklir-rusia-siap-ambil-untung-bBbptTl7gJ.JPG</image><title>China larang impor produk laut dari Jepang. (Foto: VOA)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yOC8xLzE2ODQ3Mi81L3g4bXVhZWc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Beijing melarang impor makanan laut Jepang. Hal itu membuat Rusia berharap dapat menggenjot ekspor produk lautnya ke China.

Dilansir VOA di Jakarta, Minggu (27/8/2023), pelarangan tersebut diberlakukan setelah pemerintah Jepang memutuskan untuk membuang air limbah radioaktif yang telah diolah dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PKN) Fukushima yang hancur akibat tsunami, ke laut.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Heboh Limbah PLTN Fukushima Dibuang ke Laut, China Langsung Stop Impor Produk Jepang

Rusia adalah salah satu pemasok produk kelautan terbesar ke China. Sebanyak 894 perusahaan Rusia diizinkan mengekspor makanan laut, kata Rosselkhoznadzor, pengawas keamanan pangan Rusia, pada Juli

Dalam sebuah pernyataan Rosselkhoznadzor mengatakan pihaknya berupaya meningkatkan jumlah eksportir.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

AS-China Memanas, Sri Mulyani: Kita Tak Bisa Memilih Negara Tetangganya

&amp;ldquo;Pasar China secara umum menjanjikan untuk produk ikan Rusia. Kami berharap dapat meningkatkan jumlah perusahaan dan kapal Rusia yang bersertifikat, volume produk dan jangkauannya,&amp;rdquo; kata pernyataan Rosselkhoznadzor.

Rosselkhoznadzor berencana untuk melanjutkan dialog dengan China mengenai masalah keamanan makanan laut dan menyelesaikan negosiasi dengan Beijing mengenai peraturan pasokan produk laut Rusia ke negara tersebut, kata pernyataan itu.

China melarang impor sejumlah makanan dari Jepang. Namun larangan total yang dikeluarkan pada Kamis itu dipicu oleh kekhawatiran tentang risiko kontaminasi radioaktif setelah negara tersebut mulai melepaskan air yang telah diolah.


&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jepang Buang Air Limbah Nuklir ke Samudra Pasifik, China Balas Dendam Blokir Impor Makanan Laut

China adalah tujuan lebih dari setengah ekspor produk perikanan Rusia Januari dan Agustus, kata pernyataan itu tanpa memberikan angka. Ekspor didominasi oleh ikan pollock, ikan haring, ikan sebelah, ikan sarden, ikan kod, dan kepiting.



Rusia mengekspor 2,3 juta metrik ton hasil laut tahun lalu senilai sekitar USD6,1 miliar atau setara Rp93 miliar, sekitar setengah dari keseluruhan hasil tangkapan mereka. China, Korea Selatan, dan Jepang menjadi importir terbesar, menurut Badan Perikanan Rusia.



Jepang mengatakan kritik dari Rusia dan China tersebut tidak didukung oleh bukti ilmiah dan tingkat polusi di air akan berada di bawah batas yang dianggap aman untuk diminum berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).



Namun, Rosselkhoznadzor mengatakan pihaknya telah memperketat pemeriksaan impor makanan laut Jepang meskipun volumenya tidak signifikan.



Regulator juga mengatakan arah arus di Timur Jauh Rusia, tempat sekitar 70% makanan laut Rusia ditangkap, akan mencegah kontaminasi produk laut yang ditangkap oleh kapal-kapal Rusia.



Mereka juga memperketat kontrol radiologi terhadap makanan laut yang ditangkap di perairan Rusia yang relatif dekat dengan Fukushima dan akan menguji sampel tertentu untuk mengetahui tingkat radiasi, Interfax melaporkan pada Kamis, mengutip kantor Rosselkhoznadzor di Pasifik.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8yOC8xLzE2ODQ3Mi81L3g4bXVhZWc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Beijing melarang impor makanan laut Jepang. Hal itu membuat Rusia berharap dapat menggenjot ekspor produk lautnya ke China.

Dilansir VOA di Jakarta, Minggu (27/8/2023), pelarangan tersebut diberlakukan setelah pemerintah Jepang memutuskan untuk membuang air limbah radioaktif yang telah diolah dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PKN) Fukushima yang hancur akibat tsunami, ke laut.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Heboh Limbah PLTN Fukushima Dibuang ke Laut, China Langsung Stop Impor Produk Jepang

Rusia adalah salah satu pemasok produk kelautan terbesar ke China. Sebanyak 894 perusahaan Rusia diizinkan mengekspor makanan laut, kata Rosselkhoznadzor, pengawas keamanan pangan Rusia, pada Juli

Dalam sebuah pernyataan Rosselkhoznadzor mengatakan pihaknya berupaya meningkatkan jumlah eksportir.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

AS-China Memanas, Sri Mulyani: Kita Tak Bisa Memilih Negara Tetangganya

&amp;ldquo;Pasar China secara umum menjanjikan untuk produk ikan Rusia. Kami berharap dapat meningkatkan jumlah perusahaan dan kapal Rusia yang bersertifikat, volume produk dan jangkauannya,&amp;rdquo; kata pernyataan Rosselkhoznadzor.

Rosselkhoznadzor berencana untuk melanjutkan dialog dengan China mengenai masalah keamanan makanan laut dan menyelesaikan negosiasi dengan Beijing mengenai peraturan pasokan produk laut Rusia ke negara tersebut, kata pernyataan itu.

China melarang impor sejumlah makanan dari Jepang. Namun larangan total yang dikeluarkan pada Kamis itu dipicu oleh kekhawatiran tentang risiko kontaminasi radioaktif setelah negara tersebut mulai melepaskan air yang telah diolah.


&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jepang Buang Air Limbah Nuklir ke Samudra Pasifik, China Balas Dendam Blokir Impor Makanan Laut

China adalah tujuan lebih dari setengah ekspor produk perikanan Rusia Januari dan Agustus, kata pernyataan itu tanpa memberikan angka. Ekspor didominasi oleh ikan pollock, ikan haring, ikan sebelah, ikan sarden, ikan kod, dan kepiting.



Rusia mengekspor 2,3 juta metrik ton hasil laut tahun lalu senilai sekitar USD6,1 miliar atau setara Rp93 miliar, sekitar setengah dari keseluruhan hasil tangkapan mereka. China, Korea Selatan, dan Jepang menjadi importir terbesar, menurut Badan Perikanan Rusia.



Jepang mengatakan kritik dari Rusia dan China tersebut tidak didukung oleh bukti ilmiah dan tingkat polusi di air akan berada di bawah batas yang dianggap aman untuk diminum berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).



Namun, Rosselkhoznadzor mengatakan pihaknya telah memperketat pemeriksaan impor makanan laut Jepang meskipun volumenya tidak signifikan.



Regulator juga mengatakan arah arus di Timur Jauh Rusia, tempat sekitar 70% makanan laut Rusia ditangkap, akan mencegah kontaminasi produk laut yang ditangkap oleh kapal-kapal Rusia.



Mereka juga memperketat kontrol radiologi terhadap makanan laut yang ditangkap di perairan Rusia yang relatif dekat dengan Fukushima dan akan menguji sampel tertentu untuk mengetahui tingkat radiasi, Interfax melaporkan pada Kamis, mengutip kantor Rosselkhoznadzor di Pasifik.</content:encoded></item></channel></rss>
