<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Belum Bisa Andalkan Pajak, Erick Thohir Geber Pendapatan BUMN</title><description>Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tengah mendorong pendapatan perusahaan BUMN.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/27/320/2872072/ri-belum-bisa-andalkan-pajak-erick-thohir-geber-pendapatan-bumn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/27/320/2872072/ri-belum-bisa-andalkan-pajak-erick-thohir-geber-pendapatan-bumn"/><item><title>RI Belum Bisa Andalkan Pajak, Erick Thohir Geber Pendapatan BUMN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/27/320/2872072/ri-belum-bisa-andalkan-pajak-erick-thohir-geber-pendapatan-bumn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/27/320/2872072/ri-belum-bisa-andalkan-pajak-erick-thohir-geber-pendapatan-bumn</guid><pubDate>Minggu 27 Agustus 2023 19:02 WIB</pubDate><dc:creator>Himayatul Azizah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/27/320/2872072/ri-belum-bisa-andalkan-pajak-erick-thohir-geber-pendapatan-bumn-gz5KgfND0K.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Kementerian BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/27/320/2872072/ri-belum-bisa-andalkan-pajak-erick-thohir-geber-pendapatan-bumn-gz5KgfND0K.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Kementerian BUMN)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yNC80LzE2OTYyNC81L3g4bmcwdzQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tengah mendorong pendapatan perusahaan BUMN.

Hal itu karena Indonesia belum bisa mengandalkan pendapatan negara dari penerimaan pajak.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Target Penerimaan Pajak Rp2.037 Triliun pada 2024, Bisa Tercapai?

&quot;Tidak akan mungkin suatu negara hanya mengandalkan dari satu sisi saja seperti pajak dan hal itu akan naik, negara kita belum bisa seperti Finlandia yang penerapan pajaknya itu tinggi,&quot; ujarnya  saat memberi kuliah umum kepada mahasiswa dalam acara yang digelar oleh Kejaksaan Agung dengan tajuk &quot;Sound of Justice Road to Campus 2023&quot; di Aseec Tower Universitas Airlangga Surabaya, Jawa Timur seperti dilansir Antara, Minggu (27/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Di Depan Mahasiswa, Erick Thohir Bahas soal Bersih-Bersih BUMN

Menurut Erick, Indonesia merupakan sebuah negara yang menganut pasar bebas tetapi juga menyeimbangkan program pemerintah dalam hal ini BUMN, sektor privat dan investasi.

&quot;Artinya keseimbangan itu harus terjadi, jika BUMN-nya sendiri bobrok, bagaimana bisa mengintervensi pasar,&quot; ucapnya.

Erick mencontohkan, intervensi pasar yang dilakukan BUMN saat terjadi pandemi Covid-19 di Indonesia ialah membeli vaksin terlebih dahulu.



&quot;Karena saat itu situasi genting dan jika beli vaksin prosesnya akan panjang, oleh karena itu negara menugaskan BUMN untuk menjadi pelopor pembelian vaksin,&quot; kata Erick.



Oleh karena itu, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tersebut akan terus melakukan program &quot;bersih-bersih&quot; BUMN untuk menjadi lebih baik.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

DJP Kantongi Rp13,87 Triliun dari Pajak Google Cs



&quot;Saya sadari, bersih-bersih itu tidak akan bisa jika tidak didukung oleh berbagai pihak, salah satunya adalah Kejaksaan,&quot; tuturnya.



Namun, Erick menekankan bahwa konsep bersih-bersih tidak hanya sekedar pencitraan saja dan harus berjalan terus ke depannya.



&quot;Oleh karena itu Kementerian BUMN punya 'blueprint' hingga 2034, ketika bersih-bersih kemarin dilaksanakan dari 108 ke 41 BUMN dan 27 menjadi 12 grup BUMN, itu terjadi efisiensi nyata karena pendapatan kami naik,&quot; ujar Erick.



Menurut Erick, saat pertama kali masuk BUMN, profitnya hanya mencapai Rp13 triliun namun saat ini sudah meningkat.



&quot;Hari ini profit BUMN mencapai Rp250 triliun, itu karena efisiensi dan transparansi,&quot; tuturnya.



Oleh karena itu, dirinya mendorong bagaimana BUMN bisa menjadi alat untuk kepentingan negara dan masyarakat.



&quot;Jadi bukan besarnya BUMN lagi yang dibicarakan tetapi bagaimana BUMN bisa sehat, bersih dan efisien untuk kepentingan negara dan masyarakat,&quot; kata Erick.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yNC80LzE2OTYyNC81L3g4bmcwdzQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tengah mendorong pendapatan perusahaan BUMN.

Hal itu karena Indonesia belum bisa mengandalkan pendapatan negara dari penerimaan pajak.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Target Penerimaan Pajak Rp2.037 Triliun pada 2024, Bisa Tercapai?

&quot;Tidak akan mungkin suatu negara hanya mengandalkan dari satu sisi saja seperti pajak dan hal itu akan naik, negara kita belum bisa seperti Finlandia yang penerapan pajaknya itu tinggi,&quot; ujarnya  saat memberi kuliah umum kepada mahasiswa dalam acara yang digelar oleh Kejaksaan Agung dengan tajuk &quot;Sound of Justice Road to Campus 2023&quot; di Aseec Tower Universitas Airlangga Surabaya, Jawa Timur seperti dilansir Antara, Minggu (27/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Di Depan Mahasiswa, Erick Thohir Bahas soal Bersih-Bersih BUMN

Menurut Erick, Indonesia merupakan sebuah negara yang menganut pasar bebas tetapi juga menyeimbangkan program pemerintah dalam hal ini BUMN, sektor privat dan investasi.

&quot;Artinya keseimbangan itu harus terjadi, jika BUMN-nya sendiri bobrok, bagaimana bisa mengintervensi pasar,&quot; ucapnya.

Erick mencontohkan, intervensi pasar yang dilakukan BUMN saat terjadi pandemi Covid-19 di Indonesia ialah membeli vaksin terlebih dahulu.



&quot;Karena saat itu situasi genting dan jika beli vaksin prosesnya akan panjang, oleh karena itu negara menugaskan BUMN untuk menjadi pelopor pembelian vaksin,&quot; kata Erick.



Oleh karena itu, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tersebut akan terus melakukan program &quot;bersih-bersih&quot; BUMN untuk menjadi lebih baik.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

DJP Kantongi Rp13,87 Triliun dari Pajak Google Cs



&quot;Saya sadari, bersih-bersih itu tidak akan bisa jika tidak didukung oleh berbagai pihak, salah satunya adalah Kejaksaan,&quot; tuturnya.



Namun, Erick menekankan bahwa konsep bersih-bersih tidak hanya sekedar pencitraan saja dan harus berjalan terus ke depannya.



&quot;Oleh karena itu Kementerian BUMN punya 'blueprint' hingga 2034, ketika bersih-bersih kemarin dilaksanakan dari 108 ke 41 BUMN dan 27 menjadi 12 grup BUMN, itu terjadi efisiensi nyata karena pendapatan kami naik,&quot; ujar Erick.



Menurut Erick, saat pertama kali masuk BUMN, profitnya hanya mencapai Rp13 triliun namun saat ini sudah meningkat.



&quot;Hari ini profit BUMN mencapai Rp250 triliun, itu karena efisiensi dan transparansi,&quot; tuturnya.



Oleh karena itu, dirinya mendorong bagaimana BUMN bisa menjadi alat untuk kepentingan negara dan masyarakat.



&quot;Jadi bukan besarnya BUMN lagi yang dibicarakan tetapi bagaimana BUMN bisa sehat, bersih dan efisien untuk kepentingan negara dan masyarakat,&quot; kata Erick.</content:encoded></item></channel></rss>
