<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Tegaskan Sekuritas Rupiah Bukan Saingan SBN</title><description>BI menegaskan bahwa peluncuran Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebagai instrumen moneter bukanlah untuk menyaingi SBN.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/28/320/2872350/bi-tegaskan-sekuritas-rupiah-bukan-saingan-sbn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/28/320/2872350/bi-tegaskan-sekuritas-rupiah-bukan-saingan-sbn"/><item><title>BI Tegaskan Sekuritas Rupiah Bukan Saingan SBN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/28/320/2872350/bi-tegaskan-sekuritas-rupiah-bukan-saingan-sbn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/28/320/2872350/bi-tegaskan-sekuritas-rupiah-bukan-saingan-sbn</guid><pubDate>Senin 28 Agustus 2023 11:18 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/28/320/2872350/bi-tegaskan-sekuritas-rupiah-bukan-saingan-sbn-XttSvbKC0Q.JPG" expression="full" type="image/jpeg">BI tegaskan SRBI tak menyaingi SBN. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/28/320/2872350/bi-tegaskan-sekuritas-rupiah-bukan-saingan-sbn-XttSvbKC0Q.JPG</image><title>BI tegaskan SRBI tak menyaingi SBN. (Foto: MPI)</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNC80LzE2MjY3Ny81L3g4ajVnZGg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa peluncuran Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebagai instrumen moneter bukanlah untuk menyaingi Surat Berharga Negara (SBN).

&quot;Ini tidak untuk saingan dengan SBN, ini alternatif. Saling support,&quot; ujar Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI, Edi Susianto dalam Taklimat Media BI di Jakarta, Senin (28/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BI Terbitkan Instrumen Sekuritas Rupiah (SRBI), Apa Itu?

Bahkan, dia menyebut bahwa SRBI bisa mengisi kekosongan ketika penerbitan SBN oleh pemerintah mengalami kecenderungan menurun.

Ini adalah support untuk sisi investasi apabila dari sisi strategis investasinya membutuhkan instrumen money market.

&quot;Perkembangan global, kita melihat semua negara mengalami dampak dari strong dollar. Kami mencermati bahwa pada dasarnya Indonesia masih cukup optimis di nilai valas untuk berinvestasi,&quot; tambah BI.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Rupiah Sore Ini Berhasil Tekan Dolar ke Rp15.316/USD

Dia menyebut, instrumen SRBI ini juga memberikan ruang kepada asing supaya bisa menjadi alternatif instrumen investasinya mereka.

Dengan logika seperti itu, seharusnya SRBI ini memberikan matching bahwa Indonesia masih dinilai optimis untuk berinvestasi di portofolio financial market.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

BI Terbitkan Instrumen Sekuritas Rupiah (SRBI), Apa Itu?

&quot;Artinya apa? Bahwa ini bisa memberikan ruang untuk support ke stabilitas nilai tukar Rupiah. Kalau asing masuk (capital inflow), kan likuiditas valas akan lebih baik,&quot; ungkap Edi.



Tapi, dia menegaskan bahwa dalam stabilitas nilai tukar Rupiah, BI tetap menggunakan intervensi spot dan Domestic Non Deliverable Forward (DNDF) sebagai pilar utama.



&quot;Keberadaan SRBI ini bisa support terhadap stabilitas nilai tukar karena dia menjadi instrumen alternatif dan sekaligus support terhadap pendalaman pasar uang sehingga mempermudah bank dalam pendalaman pasar uang dalam pengelolaan likuiditas mereka,&quot; terang Edi.</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMi8xNC80LzE2MjY3Ny81L3g4ajVnZGg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa peluncuran Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebagai instrumen moneter bukanlah untuk menyaingi Surat Berharga Negara (SBN).

&quot;Ini tidak untuk saingan dengan SBN, ini alternatif. Saling support,&quot; ujar Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI, Edi Susianto dalam Taklimat Media BI di Jakarta, Senin (28/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BI Terbitkan Instrumen Sekuritas Rupiah (SRBI), Apa Itu?

Bahkan, dia menyebut bahwa SRBI bisa mengisi kekosongan ketika penerbitan SBN oleh pemerintah mengalami kecenderungan menurun.

Ini adalah support untuk sisi investasi apabila dari sisi strategis investasinya membutuhkan instrumen money market.

&quot;Perkembangan global, kita melihat semua negara mengalami dampak dari strong dollar. Kami mencermati bahwa pada dasarnya Indonesia masih cukup optimis di nilai valas untuk berinvestasi,&quot; tambah BI.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Rupiah Sore Ini Berhasil Tekan Dolar ke Rp15.316/USD

Dia menyebut, instrumen SRBI ini juga memberikan ruang kepada asing supaya bisa menjadi alternatif instrumen investasinya mereka.

Dengan logika seperti itu, seharusnya SRBI ini memberikan matching bahwa Indonesia masih dinilai optimis untuk berinvestasi di portofolio financial market.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

BI Terbitkan Instrumen Sekuritas Rupiah (SRBI), Apa Itu?

&quot;Artinya apa? Bahwa ini bisa memberikan ruang untuk support ke stabilitas nilai tukar Rupiah. Kalau asing masuk (capital inflow), kan likuiditas valas akan lebih baik,&quot; ungkap Edi.



Tapi, dia menegaskan bahwa dalam stabilitas nilai tukar Rupiah, BI tetap menggunakan intervensi spot dan Domestic Non Deliverable Forward (DNDF) sebagai pilar utama.



&quot;Keberadaan SRBI ini bisa support terhadap stabilitas nilai tukar karena dia menjadi instrumen alternatif dan sekaligus support terhadap pendalaman pasar uang sehingga mempermudah bank dalam pendalaman pasar uang dalam pengelolaan likuiditas mereka,&quot; terang Edi.</content:encoded></item></channel></rss>
