<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri ESDM: Peluang Usaha Sektor Energi Sangat Besar di ASEAN</title><description>Arifin Tasrif menyatakan, terbuka peluang yang sangat besar bagi pelaku usaha sektor energi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/28/320/2872394/menteri-esdm-peluang-usaha-sektor-energi-sangat-besar-di-asean</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/28/320/2872394/menteri-esdm-peluang-usaha-sektor-energi-sangat-besar-di-asean"/><item><title>Menteri ESDM: Peluang Usaha Sektor Energi Sangat Besar di ASEAN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/28/320/2872394/menteri-esdm-peluang-usaha-sektor-energi-sangat-besar-di-asean</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/28/320/2872394/menteri-esdm-peluang-usaha-sektor-energi-sangat-besar-di-asean</guid><pubDate>Senin 28 Agustus 2023 11:55 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/28/320/2872394/menteri-esdm-peluang-usaha-sektor-energi-sangat-besar-di-asean-g8cPEiflsw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri ESDM Arifin TasrifJelaskan Soal Peluang Usaha Sektor Energi di ASEAN (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/28/320/2872394/menteri-esdm-peluang-usaha-sektor-energi-sangat-besar-di-asean-g8cPEiflsw.jpg</image><title>Menteri ESDM Arifin TasrifJelaskan Soal Peluang Usaha Sektor Energi di ASEAN (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yOC8xLzE2OTgxNi81L3g4bml3MzU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyatakan, terbuka peluang yang sangat besar bagi pelaku usaha sektor energi untuk ambil bagian dalam proyek energi ASEAN.
Sebelumnya ppenyelenggaraan The 41st ASEAN Ministers on Energy Meetings (AMEM-41) pada tanggal 24-25 Agustus 2023 di Bali, menghasilkan Joint Ministerial Statement (JMS) atau Pernyataan Bersama mengenai keberlanjutan dari implementasi ASEAN Plan for Energy Cooperation (APAEC) Fase II: 2021-2025, yang terdiri dari interkoneksi negara-negara ASEAN.

BACA JUGA:
Naik LRT Jabodebek Tanpa Masinis, Sri Mulyani: Saya Deg-degan

&quot;Seperti dalam interkoneksi negara ASEAN melalui APG, peluang proyek baru sangat terbuka luas bagi sektor swasta untuk ikut serta dalam memperluas jaringan interkonektivitas energi di wilayah tersebut,&quot; ujarnya dilansir dari laman resmi Kementerian ESDM, Senin (28/8/2023).
Arifin menjelaskan, transfer pengetahuan dan teknologi diperlukan untuk mencapai tujuan dalam APAEC, diantaranya yaitu teknologi dan penelitian mengenai teknologi energi baru terbarukan (EBT) dan rendah karbon, Memperkuat fasilitas dan keterlibatan dalam CCT dan CCUS, serta peningkatan kapasitas dalam manajemen keselamatan energi dan teknologi nuklir.

BACA JUGA:
Erick Thohir Sebut LRT Jabodebek Jadi Tonggak Baru Sektor Transportasi RI

Dengan terbukanya peluang tersebut, lanjut dia, akan memberikan efek domino khususnya dalam menciptakan lapangan kerja hijau.&quot;Membuka peluang baru dalam mengembangkan industri berbasis rendah karbon dan akan menciptakan lapangan kerja hijau, sejalan dengan meningkatnya permintaan akan produk hijau dan ekonomi berkelanjutan,&quot; tuturnya.
Arifin menuturkan jika negara-negara ASEAN diantaranya Indonesia, Malaysia, Filipina, Myanmar, dan Vietnam memiliki sumber daya mineral dengan jumlah yang sangat besar, seperti nikel, timah, bauksit, dan elemen tanah jarang, yang bisa digunakan untuk mendukung transisi energi.
&quot;Sehingga dibutuhkan pengolahan mineral, unit pemurnian, dan manufaktur untuk industri berbasis mineral, terutama untuk komponen teknologi energi bersih seperti solar PV, industri baterai, dan kendaraan listrik,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yOC8xLzE2OTgxNi81L3g4bml3MzU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyatakan, terbuka peluang yang sangat besar bagi pelaku usaha sektor energi untuk ambil bagian dalam proyek energi ASEAN.
Sebelumnya ppenyelenggaraan The 41st ASEAN Ministers on Energy Meetings (AMEM-41) pada tanggal 24-25 Agustus 2023 di Bali, menghasilkan Joint Ministerial Statement (JMS) atau Pernyataan Bersama mengenai keberlanjutan dari implementasi ASEAN Plan for Energy Cooperation (APAEC) Fase II: 2021-2025, yang terdiri dari interkoneksi negara-negara ASEAN.

BACA JUGA:
Naik LRT Jabodebek Tanpa Masinis, Sri Mulyani: Saya Deg-degan

&quot;Seperti dalam interkoneksi negara ASEAN melalui APG, peluang proyek baru sangat terbuka luas bagi sektor swasta untuk ikut serta dalam memperluas jaringan interkonektivitas energi di wilayah tersebut,&quot; ujarnya dilansir dari laman resmi Kementerian ESDM, Senin (28/8/2023).
Arifin menjelaskan, transfer pengetahuan dan teknologi diperlukan untuk mencapai tujuan dalam APAEC, diantaranya yaitu teknologi dan penelitian mengenai teknologi energi baru terbarukan (EBT) dan rendah karbon, Memperkuat fasilitas dan keterlibatan dalam CCT dan CCUS, serta peningkatan kapasitas dalam manajemen keselamatan energi dan teknologi nuklir.

BACA JUGA:
Erick Thohir Sebut LRT Jabodebek Jadi Tonggak Baru Sektor Transportasi RI

Dengan terbukanya peluang tersebut, lanjut dia, akan memberikan efek domino khususnya dalam menciptakan lapangan kerja hijau.&quot;Membuka peluang baru dalam mengembangkan industri berbasis rendah karbon dan akan menciptakan lapangan kerja hijau, sejalan dengan meningkatnya permintaan akan produk hijau dan ekonomi berkelanjutan,&quot; tuturnya.
Arifin menuturkan jika negara-negara ASEAN diantaranya Indonesia, Malaysia, Filipina, Myanmar, dan Vietnam memiliki sumber daya mineral dengan jumlah yang sangat besar, seperti nikel, timah, bauksit, dan elemen tanah jarang, yang bisa digunakan untuk mendukung transisi energi.
&quot;Sehingga dibutuhkan pengolahan mineral, unit pemurnian, dan manufaktur untuk industri berbasis mineral, terutama untuk komponen teknologi energi bersih seperti solar PV, industri baterai, dan kendaraan listrik,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
