<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Heboh Rangka Motor Patah dan Keropos, Kemenhub Panggil Astra Honda Motor</title><description>Pemerintah langsung membuat tim penelitian menyikapi isu patah dan korosi pada rangka motor</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/28/320/2872780/heboh-rangka-motor-patah-dan-keropos-kemenhub-panggil-astra-honda-motor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/28/320/2872780/heboh-rangka-motor-patah-dan-keropos-kemenhub-panggil-astra-honda-motor"/><item><title>Heboh Rangka Motor Patah dan Keropos, Kemenhub Panggil Astra Honda Motor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/28/320/2872780/heboh-rangka-motor-patah-dan-keropos-kemenhub-panggil-astra-honda-motor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/28/320/2872780/heboh-rangka-motor-patah-dan-keropos-kemenhub-panggil-astra-honda-motor</guid><pubDate>Senin 28 Agustus 2023 20:31 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/28/320/2872780/heboh-rangka-motor-patah-dan-keropos-kemenhub-panggil-astra-honda-motor-xiTl50hp9a.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kemenhub Bentuk Tim Peneliti Rangka Motor Keropos. (Foto: Okezone.com/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/28/320/2872780/heboh-rangka-motor-patah-dan-keropos-kemenhub-panggil-astra-honda-motor-xiTl50hp9a.jpg</image><title>Kemenhub Bentuk Tim Peneliti Rangka Motor Keropos. (Foto: Okezone.com/MPI)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah langsung membuat tim penelitian menyikapi isu patah dan korosi pada rangka enhanced Smart Architecture Frame (eSAF) Motor Honda yang patah dan korosi yang viral belakangan ini.
Pembentukan tim merupakan tindaklanjut dari rapat klarifikasi yang digelar oleh Kementerian Perhubungan bersama PT Astra Honda Motor (AHM) di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta pada Senin (28/8).
&quot;Pemerintah akan membentuk tim penelitian yang menangani isu patah dan korosi rangka eSAF yang terdiri dari Kementerian Perhubungan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), dan PT Astra Honda Motor,&quot; kata Direktur Sarana Transportasi Jalan Ditjen Perhubungan Darat, Danto Restyawan, Senin (28/8/2023).

BACA JUGA:
Kenapa Rangka eSAF Mudah Patah? Simak Penjelasannya

Adapun rapat klarifikasi ini bertujuan untuk menelusuri akar permasalahan serta meminta penjelasan soal rangka eSAF yang patah dan viral di media sosial.
&quot;Pertemuan ini penting dilakukan karena kita perlu menelusuri dan meminta penjelasan kepada PT AHM. Hal ini dilakukan tentu dalam rangka memastikan terwujudnya kendaraan bermotor yang berkeselamatan,&quot; ujar Danto.
Di samping itu, PT Astra Honda Motor juga akan melakukan perbaikan dan perawatan sesuai kondisi yang diperlukan melalui bengkel resmi AHM terdekat untuk memastikan kendaraan yang digunakan aman dan selamat.

BACA JUGA:
Cuma Dapat Garansi 1 Tahun, Segini Harga Rangka eSAF

Berdasarkan hasil rapat ini, PT. Astra Honda Motor juga membuka jalur penyampaian keluhan terkait rangka eSAF melalui layanan telepon 1-500-989, email customercare@astrahonda.com atau sms di 0811-9-500-989.
Selain itu, konsumen Honda pun dapat mendatangi bengkel resmi Honda (AHASS) terdekat untuk melakukan perawatan dan perbaikan sesuai dengan kondisi unit motor.&quot;Direktorat Jenderal Perhubungan Darat akan terus mengawal dan mengawasi isu ini sesuai pada tugas pokok dan fungsi yang semestinya untuk mewujudkan keselamatan pada kendaraan bermotor,&quot; katanya.
Sementara itu, Senior Investigator KNKT Achmad Wildan mengatakan tim yang dibentuk tersebut mulai hari ini bekerja dan diharapkan satu dua bulan kedepan sudah mulai ada hasilnya.
&quot;Jadi minggu ini tahapnya pengumpulan data. Pihak AHM sedang menginventsrisi dimana saja yang mengalami kendala, kemudian orangnya mana dihubingi dan nanti akan dilakukan di mana prosesnya.Terakhir kita akan kunjungi pabrikan agar kita punya gambaran,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah langsung membuat tim penelitian menyikapi isu patah dan korosi pada rangka enhanced Smart Architecture Frame (eSAF) Motor Honda yang patah dan korosi yang viral belakangan ini.
Pembentukan tim merupakan tindaklanjut dari rapat klarifikasi yang digelar oleh Kementerian Perhubungan bersama PT Astra Honda Motor (AHM) di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta pada Senin (28/8).
&quot;Pemerintah akan membentuk tim penelitian yang menangani isu patah dan korosi rangka eSAF yang terdiri dari Kementerian Perhubungan, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), dan PT Astra Honda Motor,&quot; kata Direktur Sarana Transportasi Jalan Ditjen Perhubungan Darat, Danto Restyawan, Senin (28/8/2023).

BACA JUGA:
Kenapa Rangka eSAF Mudah Patah? Simak Penjelasannya

Adapun rapat klarifikasi ini bertujuan untuk menelusuri akar permasalahan serta meminta penjelasan soal rangka eSAF yang patah dan viral di media sosial.
&quot;Pertemuan ini penting dilakukan karena kita perlu menelusuri dan meminta penjelasan kepada PT AHM. Hal ini dilakukan tentu dalam rangka memastikan terwujudnya kendaraan bermotor yang berkeselamatan,&quot; ujar Danto.
Di samping itu, PT Astra Honda Motor juga akan melakukan perbaikan dan perawatan sesuai kondisi yang diperlukan melalui bengkel resmi AHM terdekat untuk memastikan kendaraan yang digunakan aman dan selamat.

BACA JUGA:
Cuma Dapat Garansi 1 Tahun, Segini Harga Rangka eSAF

Berdasarkan hasil rapat ini, PT. Astra Honda Motor juga membuka jalur penyampaian keluhan terkait rangka eSAF melalui layanan telepon 1-500-989, email customercare@astrahonda.com atau sms di 0811-9-500-989.
Selain itu, konsumen Honda pun dapat mendatangi bengkel resmi Honda (AHASS) terdekat untuk melakukan perawatan dan perbaikan sesuai dengan kondisi unit motor.&quot;Direktorat Jenderal Perhubungan Darat akan terus mengawal dan mengawasi isu ini sesuai pada tugas pokok dan fungsi yang semestinya untuk mewujudkan keselamatan pada kendaraan bermotor,&quot; katanya.
Sementara itu, Senior Investigator KNKT Achmad Wildan mengatakan tim yang dibentuk tersebut mulai hari ini bekerja dan diharapkan satu dua bulan kedepan sudah mulai ada hasilnya.
&quot;Jadi minggu ini tahapnya pengumpulan data. Pihak AHM sedang menginventsrisi dimana saja yang mengalami kendala, kemudian orangnya mana dihubingi dan nanti akan dilakukan di mana prosesnya.Terakhir kita akan kunjungi pabrikan agar kita punya gambaran,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
