<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waskita Karya Bangun Proyek IKN Rp4,3 Triliun, Ini Daftarnya</title><description>PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menggarap sejumlah proyek di Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/28/470/2872241/waskita-karya-bangun-proyek-ikn-rp4-3-triliun-ini-daftarnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/28/470/2872241/waskita-karya-bangun-proyek-ikn-rp4-3-triliun-ini-daftarnya"/><item><title>Waskita Karya Bangun Proyek IKN Rp4,3 Triliun, Ini Daftarnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/28/470/2872241/waskita-karya-bangun-proyek-ikn-rp4-3-triliun-ini-daftarnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/28/470/2872241/waskita-karya-bangun-proyek-ikn-rp4-3-triliun-ini-daftarnya</guid><pubDate>Senin 28 Agustus 2023 07:58 WIB</pubDate><dc:creator>Kharisma Rizkika Rahmawati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/28/470/2872241/waskita-karya-bangun-proyek-ikn-rp4-3-triliun-ini-daftarnya-F0H2pGSGxb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Waskita Karya garap pembangunan IKN Nusantara (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/28/470/2872241/waskita-karya-bangun-proyek-ikn-rp4-3-triliun-ini-daftarnya-F0H2pGSGxb.jpg</image><title>Waskita Karya garap pembangunan IKN Nusantara (Foto: Instagram)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8xNS8xLzE2NzIwNS81L3g4bHNmNDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menggarap sejumlah proyek di Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan. Proyek pembangunan IKN Nusantara yang digarap Waskita Karya senilai total Rp 4,3 triliun.
Proyek tersebut terdiri dari pembangunan jalan hingga pembangunan gedung dan infrastruktur sumber daya air. Proyek pembangunan ini diharapkan dapat selesai tepat waktu sehingga dapat mendukung pelaksanaan upacara peringatan HUT RI ke-79 di IKN pada 17 Agustus 2024 seperti yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo.

BACA JUGA:
Terowongan Bawah Laut IKN Nusantara Segera Dibangun


Direktur Utama Waskita Karya Mursyid mengatakan, Waskita Karya sebagai salah satu BUMN yang bergerak di bidang infrastruktur berkomitmen untuk mendukung penuh pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan.
&amp;ldquo;Waskita Karya memiliki porsi 60% lebih dalam pengerjaan proyek IKN. Dalam penggarapan proyek pembangunan IKN, Waskita Karya juga telah turut memberdayakan pekerja lokal sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap masyarakat setempat,&amp;rdquo; kata dia, Senin (28/8/2023).

BACA JUGA:
Proyek Mal hingga Terowongan Bawah Laut IKN Nusantara Segera Dibangun, Ini 7 Faktanya


Waskita Karya saat ini tengah mengerjakan proyek pembangunan jalan, antara lain Proyek Jalan Tol IKN Ruas 5A di mana di dalamnya termasuk pembangunan Jembatan Dirgahayu yang akan menjadi ikon ( progress 33,67%), dan Proyek Jalan Lingkar Sepaku Segmen 4 (progress 48,13%). Selain itu, Waskita Karya memenangkan tender pembangunan proyek Jalan Feeder Distrik Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN dan melakukan penandatanganan kontrak kerja pada awal Juli 2023.
Selain itu, terdapat beberapa proyek pembangunan fasilitas Gedung pendukung operasional Ibu Kota baru, antara lain Proyek Gedung Sekretariat Presiden dan Fasilitas Gedung Penunjang, Proyek Gedung dan Kawasan Kementerian Koordinator (Kemenko) Paket 3, Proyek Gedung dan Kawasan Kemenko Paket 4. Sebagai pendukung infrastruktur sumber daya air, Waskita Karya turut membangunan Instalasi Pengolahan Air Limpah (IPAL) 1, 2, 3 di IKN.
&amp;ldquo;Waskita Karya juga fokus meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia dalam mengerjakan pembangunan IKN. Perseroan secara aktif mengembangkan teknologi digitalisasi sesuai program transformasi yang sedang dijalankan,&amp;rdquo; tambah Mursyid.
Secara total, Waskita Karya saat ini tengah mengerjakan 93 proyek  senilai total Rp51,6 triliun. Waskita Karya saat ini sedang  menyelesaikan proses restrukturisasi hutang kepada kreditur perbankan  dan obligasi.
Sebagai bagian dari proses restrukturisasi tersebut, Perseroan  mengusulkan untuk menunda pembayaran kewajiban kepada kreditur perbankan  dan obligasi atau standstill. Penundaan pembayaran kewajiban ini  diperlukan untuk menjaga likuiditas Perseroan, mengingat kas yang dapat  secara leluasa digunakan oleh Perseroan sangat terbatas.
Meskipun per 30 Juni 2023, Waskita Karya entitas induk masih memiliki  kas sebesar Rp 4,6 triliun, untuk dapat menggunakan sebagian besar dari  kas tersebut, Perseroan memerlukan persetujuan dari kreditur. Saat ini  Perseroan berfokus untuk mendapatkan persetujuan dari seluruh kreditur  perbankan dan obligasi atas usulan restrukturisasi Perseroan untuk dapat  menyelesaikan proses restrukturisasi tersebut.
Perseroan telah menyampaikan rencana restrukturisasi terakhir kepada  seluruh kreditur sejak awal Agustus. Penyelesaian proses restrukturisasi  sangat penting agar Perseroan dapat kembali beroperasi secara optimal  dan mulai menyelesaikan kewajiban-kewajiban kepada seluruh kreditur baik  perbankan, obligasi, maupun vendor.
Usulan restrukturisasi Waskita Karya telah disusun dengan  mempertimbangkan kemampuan keuangan Perseroan dalam jangka panjang.  Usulan restrukturisasi juga disusun dengan mengedepankan prinsip equal  treatment kepada seluruh kreditur mengingat persetujuan atas  restrukturisasi diperlukan dari seluruh kreditur baik perbankan dan  obligasi.
Sebagai bagian dari usulan restrukturisasi, Waskita juga meminta  persetujuan seluruh kreditur untuk dapat menggunakan seluruh kas yang  dimiliki Waskita untuk mendukung rencana penyehatan Waskita termasuk di  antaranya untuk mulai menyelesaikan hutang-hutang kepada vendor,  pembelian kembali sebagian kecil hutang obligasi untuk penerapan equal  treatment antara kreditur perbankan dan pemegang obligasi, dan pemenuhan  kebutuhan modal kerja agar Waskita dapat kembali beroperasi secara  optimal.
&amp;ldquo;Perseroan saat ini berencana untuk meminta persetujuan seluruh  kreditur baik perbankan dan pemegang obligasi pada pertengahan September  2023. Penyelesaian restrukturisasi utang Waskita penting agar Perseroan  dapat kembali beroperasi secara optimal sehingga Perseroan mampu  menyelesaikan kewajiban hutang Perseroan dalam jangka panjang baik  kepada kreditur perbankan, pemegang obligasi, maupun kepada vendor.  Pemerintah juga terus mendukung upaya penyehatan Perseroan melalui  dukungan APBN untuk penyelesaian dan penyehatan ruas-ruas tol yang  menjadi fokus perhatian Waskita,&amp;rdquo; kata Mursyid.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNi8xNS8xLzE2NzIwNS81L3g4bHNmNDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menggarap sejumlah proyek di Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan. Proyek pembangunan IKN Nusantara yang digarap Waskita Karya senilai total Rp 4,3 triliun.
Proyek tersebut terdiri dari pembangunan jalan hingga pembangunan gedung dan infrastruktur sumber daya air. Proyek pembangunan ini diharapkan dapat selesai tepat waktu sehingga dapat mendukung pelaksanaan upacara peringatan HUT RI ke-79 di IKN pada 17 Agustus 2024 seperti yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo.

BACA JUGA:
Terowongan Bawah Laut IKN Nusantara Segera Dibangun


Direktur Utama Waskita Karya Mursyid mengatakan, Waskita Karya sebagai salah satu BUMN yang bergerak di bidang infrastruktur berkomitmen untuk mendukung penuh pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan.
&amp;ldquo;Waskita Karya memiliki porsi 60% lebih dalam pengerjaan proyek IKN. Dalam penggarapan proyek pembangunan IKN, Waskita Karya juga telah turut memberdayakan pekerja lokal sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap masyarakat setempat,&amp;rdquo; kata dia, Senin (28/8/2023).

BACA JUGA:
Proyek Mal hingga Terowongan Bawah Laut IKN Nusantara Segera Dibangun, Ini 7 Faktanya


Waskita Karya saat ini tengah mengerjakan proyek pembangunan jalan, antara lain Proyek Jalan Tol IKN Ruas 5A di mana di dalamnya termasuk pembangunan Jembatan Dirgahayu yang akan menjadi ikon ( progress 33,67%), dan Proyek Jalan Lingkar Sepaku Segmen 4 (progress 48,13%). Selain itu, Waskita Karya memenangkan tender pembangunan proyek Jalan Feeder Distrik Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN dan melakukan penandatanganan kontrak kerja pada awal Juli 2023.
Selain itu, terdapat beberapa proyek pembangunan fasilitas Gedung pendukung operasional Ibu Kota baru, antara lain Proyek Gedung Sekretariat Presiden dan Fasilitas Gedung Penunjang, Proyek Gedung dan Kawasan Kementerian Koordinator (Kemenko) Paket 3, Proyek Gedung dan Kawasan Kemenko Paket 4. Sebagai pendukung infrastruktur sumber daya air, Waskita Karya turut membangunan Instalasi Pengolahan Air Limpah (IPAL) 1, 2, 3 di IKN.
&amp;ldquo;Waskita Karya juga fokus meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia dalam mengerjakan pembangunan IKN. Perseroan secara aktif mengembangkan teknologi digitalisasi sesuai program transformasi yang sedang dijalankan,&amp;rdquo; tambah Mursyid.
Secara total, Waskita Karya saat ini tengah mengerjakan 93 proyek  senilai total Rp51,6 triliun. Waskita Karya saat ini sedang  menyelesaikan proses restrukturisasi hutang kepada kreditur perbankan  dan obligasi.
Sebagai bagian dari proses restrukturisasi tersebut, Perseroan  mengusulkan untuk menunda pembayaran kewajiban kepada kreditur perbankan  dan obligasi atau standstill. Penundaan pembayaran kewajiban ini  diperlukan untuk menjaga likuiditas Perseroan, mengingat kas yang dapat  secara leluasa digunakan oleh Perseroan sangat terbatas.
Meskipun per 30 Juni 2023, Waskita Karya entitas induk masih memiliki  kas sebesar Rp 4,6 triliun, untuk dapat menggunakan sebagian besar dari  kas tersebut, Perseroan memerlukan persetujuan dari kreditur. Saat ini  Perseroan berfokus untuk mendapatkan persetujuan dari seluruh kreditur  perbankan dan obligasi atas usulan restrukturisasi Perseroan untuk dapat  menyelesaikan proses restrukturisasi tersebut.
Perseroan telah menyampaikan rencana restrukturisasi terakhir kepada  seluruh kreditur sejak awal Agustus. Penyelesaian proses restrukturisasi  sangat penting agar Perseroan dapat kembali beroperasi secara optimal  dan mulai menyelesaikan kewajiban-kewajiban kepada seluruh kreditur baik  perbankan, obligasi, maupun vendor.
Usulan restrukturisasi Waskita Karya telah disusun dengan  mempertimbangkan kemampuan keuangan Perseroan dalam jangka panjang.  Usulan restrukturisasi juga disusun dengan mengedepankan prinsip equal  treatment kepada seluruh kreditur mengingat persetujuan atas  restrukturisasi diperlukan dari seluruh kreditur baik perbankan dan  obligasi.
Sebagai bagian dari usulan restrukturisasi, Waskita juga meminta  persetujuan seluruh kreditur untuk dapat menggunakan seluruh kas yang  dimiliki Waskita untuk mendukung rencana penyehatan Waskita termasuk di  antaranya untuk mulai menyelesaikan hutang-hutang kepada vendor,  pembelian kembali sebagian kecil hutang obligasi untuk penerapan equal  treatment antara kreditur perbankan dan pemegang obligasi, dan pemenuhan  kebutuhan modal kerja agar Waskita dapat kembali beroperasi secara  optimal.
&amp;ldquo;Perseroan saat ini berencana untuk meminta persetujuan seluruh  kreditur baik perbankan dan pemegang obligasi pada pertengahan September  2023. Penyelesaian restrukturisasi utang Waskita penting agar Perseroan  dapat kembali beroperasi secara optimal sehingga Perseroan mampu  menyelesaikan kewajiban hutang Perseroan dalam jangka panjang baik  kepada kreditur perbankan, pemegang obligasi, maupun kepada vendor.  Pemerintah juga terus mendukung upaya penyehatan Perseroan melalui  dukungan APBN untuk penyelesaian dan penyehatan ruas-ruas tol yang  menjadi fokus perhatian Waskita,&amp;rdquo; kata Mursyid.</content:encoded></item></channel></rss>
