<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indeks Dolar AS Melemah, Ini Pemicunya</title><description>Indeks dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/29/320/2872900/indeks-dolar-as-melemah-ini-pemicunya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/29/320/2872900/indeks-dolar-as-melemah-ini-pemicunya"/><item><title>Indeks Dolar AS Melemah, Ini Pemicunya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/29/320/2872900/indeks-dolar-as-melemah-ini-pemicunya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/29/320/2872900/indeks-dolar-as-melemah-ini-pemicunya</guid><pubDate>Selasa 29 Agustus 2023 07:14 WIB</pubDate><dc:creator>Nasya Emmanuela Lilipaly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/29/320/2872900/indeks-dolar-as-melemah-ini-pemicunya-yuSSeoGGbS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Dolar AS melemah (Foto: Ilustrasi Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/29/320/2872900/indeks-dolar-as-melemah-ini-pemicunya-yuSSeoGGbS.jpg</image><title>Indeks Dolar AS melemah (Foto: Ilustrasi Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xNS80LzE1ODg1My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Indeks dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Dolar melemah dan sempat mencapai level tertinggi sembilan bulan terhadap yen Jepang, karena investor menunggu data penting yang akan dirilis akhir pekan ini dan mewaspadai potensi intervensi untuk menopang mata uang Jepang.
Melansir Antara, Selasa (29/8/2023), indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,02% menjadi 104,0567 pada akhir perdagangan.

BACA JUGA:
Tekuk Dolar AS, Rupiah Menguat ke Rp15.292/USD


Dolar AS dibeli 146,5060 yen Jepang, mencapai level tertinggi sembilan bulan pada Senin (28/8/2023), lebih tinggi dari 146,3690 yen Jepang pada sesi sebelumnya, dikutip dari Xinhua.
Gubernur Bank Sentral Jepang Kazuo Ueda mengatakan pada Sabtu (26/8/2023) bahwa ia akan mempertahankan pendekatan kebijakan moneter saat ini, karena inflasi di Jepang masih &quot;sedikit di bawah&quot; target 2,0%.

BACA JUGA:
Pidato Jerome Powell Bawa Dolar AS Menguat


Pada simposium ekonomi tahunan di Jackson Hole, Wyoming, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mempertahankan nada yang sedikit hawkish pada Jumat lalu (25/8/2023), mengindikasikan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut karena inflasi yang terus tinggi.
Namun, ia juga mengakui bahwa tekanan harga telah sedikit mereda dan menyebutkan bahwa The Fed akan mengambil pendekatan yang hati-hati mengenai apakah akan melakukan pengetatan kebijakan lebih lanjut.
Greenback telah menguat dalam beberapa pekan terakhir karena ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama mengingat perekonomian tetap tangguh.
Investor juga meningkatkan spekulasi bahwa bank sentral AS dapat  menaikkan suku bunga lagi tahun ini setelah Ketua Fed Jerome Powell  mengatakan pada Jumat (25/8/2023) bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut  mungkin diperlukan untuk meredam inflasi yang masih terlalu tinggi, dan  juga berjanji untuk berhati-hati dalam pertemuan mendatang.
Pasar memperkirakan peluang sebesar 79% bagi The Fed untuk tetap  bertahan di bulan depan, menurut alat FedWatch CME Group, namun  kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 atau 50 basis poin pada  November kini mencapai 62%, dibandingkan 43% pada bulan sebelumnya.
Sementara itu, aktivitas pabrik Texas mengalami kontraksi pada  Agustus, menurut Survei Prospek Manufaktur Texas pada Senin (28/8/2023).
Indeks produksi, yang merupakan ukuran utama kondisi manufaktur  negara bagian itu, turun enam poin menjadi minus 11,2, level terendah  sejak Mei 2020, menurut survei tersebut. Langkah-langkah pasar tenaga  kerja menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja yang lebih lambat dan jam  kerja yang lebih pendek pada Agustus. Namun, dolar AS tidak mengalami  banyak fluktuasi setelah laporan tersebut.
Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi USD1,0812  dari USD1,0808 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris meningkat menjadi  USD1,2600 dari USD1,2596.
Dolar AS meningkat menjadi 0,8840 franc Swiss dari 0,8838 franc  Swiss, dan naik menjadi 1,3604 dolar Kanada dari 1,3591 dolar Kanada.  Dolar AS melemah menjadi 10,9973 krona Swedia dari 11,0306 krona Swedia.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8xNS80LzE1ODg1My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Indeks dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Dolar melemah dan sempat mencapai level tertinggi sembilan bulan terhadap yen Jepang, karena investor menunggu data penting yang akan dirilis akhir pekan ini dan mewaspadai potensi intervensi untuk menopang mata uang Jepang.
Melansir Antara, Selasa (29/8/2023), indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,02% menjadi 104,0567 pada akhir perdagangan.

BACA JUGA:
Tekuk Dolar AS, Rupiah Menguat ke Rp15.292/USD


Dolar AS dibeli 146,5060 yen Jepang, mencapai level tertinggi sembilan bulan pada Senin (28/8/2023), lebih tinggi dari 146,3690 yen Jepang pada sesi sebelumnya, dikutip dari Xinhua.
Gubernur Bank Sentral Jepang Kazuo Ueda mengatakan pada Sabtu (26/8/2023) bahwa ia akan mempertahankan pendekatan kebijakan moneter saat ini, karena inflasi di Jepang masih &quot;sedikit di bawah&quot; target 2,0%.

BACA JUGA:
Pidato Jerome Powell Bawa Dolar AS Menguat


Pada simposium ekonomi tahunan di Jackson Hole, Wyoming, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mempertahankan nada yang sedikit hawkish pada Jumat lalu (25/8/2023), mengindikasikan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut karena inflasi yang terus tinggi.
Namun, ia juga mengakui bahwa tekanan harga telah sedikit mereda dan menyebutkan bahwa The Fed akan mengambil pendekatan yang hati-hati mengenai apakah akan melakukan pengetatan kebijakan lebih lanjut.
Greenback telah menguat dalam beberapa pekan terakhir karena ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama mengingat perekonomian tetap tangguh.
Investor juga meningkatkan spekulasi bahwa bank sentral AS dapat  menaikkan suku bunga lagi tahun ini setelah Ketua Fed Jerome Powell  mengatakan pada Jumat (25/8/2023) bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut  mungkin diperlukan untuk meredam inflasi yang masih terlalu tinggi, dan  juga berjanji untuk berhati-hati dalam pertemuan mendatang.
Pasar memperkirakan peluang sebesar 79% bagi The Fed untuk tetap  bertahan di bulan depan, menurut alat FedWatch CME Group, namun  kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 atau 50 basis poin pada  November kini mencapai 62%, dibandingkan 43% pada bulan sebelumnya.
Sementara itu, aktivitas pabrik Texas mengalami kontraksi pada  Agustus, menurut Survei Prospek Manufaktur Texas pada Senin (28/8/2023).
Indeks produksi, yang merupakan ukuran utama kondisi manufaktur  negara bagian itu, turun enam poin menjadi minus 11,2, level terendah  sejak Mei 2020, menurut survei tersebut. Langkah-langkah pasar tenaga  kerja menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja yang lebih lambat dan jam  kerja yang lebih pendek pada Agustus. Namun, dolar AS tidak mengalami  banyak fluktuasi setelah laporan tersebut.
Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi USD1,0812  dari USD1,0808 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris meningkat menjadi  USD1,2600 dari USD1,2596.
Dolar AS meningkat menjadi 0,8840 franc Swiss dari 0,8838 franc  Swiss, dan naik menjadi 1,3604 dolar Kanada dari 1,3591 dolar Kanada.  Dolar AS melemah menjadi 10,9973 krona Swedia dari 11,0306 krona Swedia.</content:encoded></item></channel></rss>
