<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Stabil meski Ada Badai Tropis</title><description>Harga minyak dunia bertahan stabil pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/29/320/2872904/harga-minyak-dunia-stabil-meski-ada-badai-tropis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/29/320/2872904/harga-minyak-dunia-stabil-meski-ada-badai-tropis"/><item><title>Harga Minyak Dunia Stabil meski Ada Badai Tropis</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/29/320/2872904/harga-minyak-dunia-stabil-meski-ada-badai-tropis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/29/320/2872904/harga-minyak-dunia-stabil-meski-ada-badai-tropis</guid><pubDate>Selasa 29 Agustus 2023 07:22 WIB</pubDate><dc:creator>Nasya Emmanuela Lilipaly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/29/320/2872904/harga-minyak-dunia-stabil-meski-ada-badai-tropis-ZSbImbHlTu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">harga minyak dunia naik (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/29/320/2872904/harga-minyak-dunia-stabil-meski-ada-badai-tropis-ZSbImbHlTu.jpg</image><title>harga minyak dunia naik (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wMy8xLzE2NTgxNC81L3g4a21xMjk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Harga minyak dunia bertahan stabil pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Harga minyak mentah stabil meski ada kekhawatiran kenaikan suku bunga AS lebih lanjut dapat mengurangi permintaan tetapi didukung oleh potensi gangguan pasokan akibat badai tropis di lepas Pantai Teluk AS.
Dilansir dari Antara, Selasa (29/8/2023), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober menetap 6 sen lebih rendah pada USD84,42 per barel di London ICE Futures Exchange, setelah menyentuh sesi tertinggi lebih dari USD85 pada hari sebelumnya.

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Anjlok 2% di Minggu Ini


Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober menguat 27 sen atau 0,3%, menjadi ditutup di USD80,10 per barel di New York Mercantile Exchange.
Pada Jumat (25/8/2023), minyak mentah berjangka membukukan kerugian minggu kedua setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bank sentral AS mungkin perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk meredakan inflasi yang membandel.

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Turun karena Dolar AS dan Bank Sentral China


&quot;Masih ada kekhawatiran mengenai permintaan yang akan berkurang terutama jika kita melihat kenaikan suku bunga lagi, pasar sangat gugup,&quot; kata Dennis Kissler, wakil presiden senior perdagangan di BOK Financial.
Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi, yang merupakan ukuran inflasi pilihan The Fed, akan dirilis pada Kamis (31/8/2023) dan data penggajian non-pertanian akan dirilis pada Jumat (1/9/2023).
China mengurangi separuh pajak pada perdagangan saham, namun pasar  saham China menghapus sebagian besar kenaikan kuatnya pada pembukaan  karena kekhawatiran yang mengganggu mengenai perekonomian yang terpuruk.
Fokus pasar minyak adalah pada &quot;tindakan China untuk mendukung  perekonomiannya, Badai Tropis Idalia menuju Florida dan apakah Brent  dapat mendapatkan kembali momentumnya jika menembus di atas 85 dolar  AS,&quot; kata Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank.
Badai Tropis Idalia diperkirakan akan meningkat menjadi badai besar  pada Senin (28/8/2023) saat badai tersebut meluncur menuju Pantai Teluk  Florida. Beberapa pihak khawatir hal ini akan berdampak pada produksi  minyak mentah di wilayah timur Pantai Teluk AS.
Dampak yang paling mungkin terjadi dari Idalia adalah pemadaman  listrik selama satu atau dua hari, kata analis pasar IG Tony Sycamore.  Hal itu &quot;akan memberikan dukungan jangka pendek terhadap harga minyak&quot;,  katanya, dikutip dari Reuters.
Harga minyak tetap di atas 80 dolar AS per barel didukung oleh  penurunan persediaan minyak dan pengurangan pasokan dari kelompok  produsen minyak OPEC+.
Arab Saudi diperkirakan akan memperpanjang pengurangan produksi  minyak secara sukarela sebesar 1 juta barel per hari hingga Oktober,  kata para analis kepada Reuters pekan lalu, seiring dengan upaya  kerajaan tersebut untuk lebih mendukung pasar.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wMy8xLzE2NTgxNC81L3g4a21xMjk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Harga minyak dunia bertahan stabil pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Harga minyak mentah stabil meski ada kekhawatiran kenaikan suku bunga AS lebih lanjut dapat mengurangi permintaan tetapi didukung oleh potensi gangguan pasokan akibat badai tropis di lepas Pantai Teluk AS.
Dilansir dari Antara, Selasa (29/8/2023), harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober menetap 6 sen lebih rendah pada USD84,42 per barel di London ICE Futures Exchange, setelah menyentuh sesi tertinggi lebih dari USD85 pada hari sebelumnya.

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Anjlok 2% di Minggu Ini


Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober menguat 27 sen atau 0,3%, menjadi ditutup di USD80,10 per barel di New York Mercantile Exchange.
Pada Jumat (25/8/2023), minyak mentah berjangka membukukan kerugian minggu kedua setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bank sentral AS mungkin perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk meredakan inflasi yang membandel.

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Turun karena Dolar AS dan Bank Sentral China


&quot;Masih ada kekhawatiran mengenai permintaan yang akan berkurang terutama jika kita melihat kenaikan suku bunga lagi, pasar sangat gugup,&quot; kata Dennis Kissler, wakil presiden senior perdagangan di BOK Financial.
Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi, yang merupakan ukuran inflasi pilihan The Fed, akan dirilis pada Kamis (31/8/2023) dan data penggajian non-pertanian akan dirilis pada Jumat (1/9/2023).
China mengurangi separuh pajak pada perdagangan saham, namun pasar  saham China menghapus sebagian besar kenaikan kuatnya pada pembukaan  karena kekhawatiran yang mengganggu mengenai perekonomian yang terpuruk.
Fokus pasar minyak adalah pada &quot;tindakan China untuk mendukung  perekonomiannya, Badai Tropis Idalia menuju Florida dan apakah Brent  dapat mendapatkan kembali momentumnya jika menembus di atas 85 dolar  AS,&quot; kata Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank.
Badai Tropis Idalia diperkirakan akan meningkat menjadi badai besar  pada Senin (28/8/2023) saat badai tersebut meluncur menuju Pantai Teluk  Florida. Beberapa pihak khawatir hal ini akan berdampak pada produksi  minyak mentah di wilayah timur Pantai Teluk AS.
Dampak yang paling mungkin terjadi dari Idalia adalah pemadaman  listrik selama satu atau dua hari, kata analis pasar IG Tony Sycamore.  Hal itu &quot;akan memberikan dukungan jangka pendek terhadap harga minyak&quot;,  katanya, dikutip dari Reuters.
Harga minyak tetap di atas 80 dolar AS per barel didukung oleh  penurunan persediaan minyak dan pengurangan pasokan dari kelompok  produsen minyak OPEC+.
Arab Saudi diperkirakan akan memperpanjang pengurangan produksi  minyak secara sukarela sebesar 1 juta barel per hari hingga Oktober,  kata para analis kepada Reuters pekan lalu, seiring dengan upaya  kerajaan tersebut untuk lebih mendukung pasar.</content:encoded></item></channel></rss>
