<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cadangan Nikel RI Disebut Tinggal 15 Tahun, Bahlil: Di Papua Masih Banyak!</title><description>Bahlil Lahadalia buka suara terkait Kementerian ESDM yang mengatakan bahwa cadangan nikel khususnya saprolit dalam negeri estimasinya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/29/320/2873356/cadangan-nikel-ri-disebut-tinggal-15-tahun-bahlil-di-papua-masih-banyak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/29/320/2873356/cadangan-nikel-ri-disebut-tinggal-15-tahun-bahlil-di-papua-masih-banyak"/><item><title>Cadangan Nikel RI Disebut Tinggal 15 Tahun, Bahlil: Di Papua Masih Banyak!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/29/320/2873356/cadangan-nikel-ri-disebut-tinggal-15-tahun-bahlil-di-papua-masih-banyak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/29/320/2873356/cadangan-nikel-ri-disebut-tinggal-15-tahun-bahlil-di-papua-masih-banyak</guid><pubDate>Selasa 29 Agustus 2023 17:08 WIB</pubDate><dc:creator> Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/29/320/2873356/cadangan-nikel-ri-disebut-tinggal-15-tahun-bahlil-di-papua-masih-banyak-UI26UIeOVy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cadangan Nikel RI Disebut Menipis (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/29/320/2873356/cadangan-nikel-ri-disebut-tinggal-15-tahun-bahlil-di-papua-masih-banyak-UI26UIeOVy.jpg</image><title>Cadangan Nikel RI Disebut Menipis (Foto: Freepik)</title></images><description>


JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia buka suara terkait Kementerian ESDM yang mengatakan bahwa cadangan nikel khususnya saprolit dalam negeri estimasinya paling lama hingga 15 tahun mendatang.
Menurutnya perhitungan tersebut masih berupa estimasi belum ada satu kajian teknis yang menyatakan bahwa cadangan nikel hanya bertahan 15 tahun lagi.

BACA JUGA:
Bye Orang Kaya! Sri Mulyani Ingin Subsidi Energi Makin Tepat Sasaran di 2024

&quot;Saya tak yakin 15 tahun. Masih banyak. Di Papua masih banyak nikel, jadi saya pikir bahwa apa yg dikhawatirkan 15 tahun itu gak benar,&quot; kata Bahlil kepada awak media di Raffles Hotel, Jakarta, Selasa (29/8/2023).
Bahlil menjelaskan, masih banyak cadangan nikel yang belum dieksplorasi, menurutnya jika perhitungan yang dilakukan berdasarkan pada nikel yang sudah dieksplorasi dengan kapasitas smelter yang ada, maka ia yakin bahwa cadangan nikel akan bertahan lebih dari 15 tahun. &quot;Kan banyak yang belum dilakukan eksplorasi. Masih banyak,&quot; ucapnya.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Buka Suara soal Anggaran Bangun IKN Rp40 Triliun di 2024

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri ESDM Irwandy Arif mengungkapkan konsumsi bijih nikel, khususnya untuk jenis nikel kadar tinggi atau saprolit, dalam negeri semakin tinggi dan harus diperhatikan.&quot;Kira-kira kalau kita hitung-hitung secara kasar (cadangan nikel) 10-15 tahun. Tapi yang saya bilang tadi, ini sangat dinamis tergantung kegiatan eksplorasi kita, penemuan cadangan baru, kemudian pemanfaatan limonit selain saprolit,&amp;rdquo; tuturnya.
Dia juga menyinggung soal rencana moratorium smelter nikel saat ini masih berbentuk imbauan oleh Menteri ESDM.
&quot;Belum (ada moratorium), baru imbauan saja dari Pak Menteri (Arifin Tasrif) karena memang konsumsi bijih saprolitnya luar biasa. Ini yang harus kita perhatikan. Tapi yang sudah disetujui saya kira tetap jalan ya, terutama yang masih dalam program strategis nasional,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>


JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia buka suara terkait Kementerian ESDM yang mengatakan bahwa cadangan nikel khususnya saprolit dalam negeri estimasinya paling lama hingga 15 tahun mendatang.
Menurutnya perhitungan tersebut masih berupa estimasi belum ada satu kajian teknis yang menyatakan bahwa cadangan nikel hanya bertahan 15 tahun lagi.

BACA JUGA:
Bye Orang Kaya! Sri Mulyani Ingin Subsidi Energi Makin Tepat Sasaran di 2024

&quot;Saya tak yakin 15 tahun. Masih banyak. Di Papua masih banyak nikel, jadi saya pikir bahwa apa yg dikhawatirkan 15 tahun itu gak benar,&quot; kata Bahlil kepada awak media di Raffles Hotel, Jakarta, Selasa (29/8/2023).
Bahlil menjelaskan, masih banyak cadangan nikel yang belum dieksplorasi, menurutnya jika perhitungan yang dilakukan berdasarkan pada nikel yang sudah dieksplorasi dengan kapasitas smelter yang ada, maka ia yakin bahwa cadangan nikel akan bertahan lebih dari 15 tahun. &quot;Kan banyak yang belum dilakukan eksplorasi. Masih banyak,&quot; ucapnya.

BACA JUGA:
Sri Mulyani Buka Suara soal Anggaran Bangun IKN Rp40 Triliun di 2024

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri ESDM Irwandy Arif mengungkapkan konsumsi bijih nikel, khususnya untuk jenis nikel kadar tinggi atau saprolit, dalam negeri semakin tinggi dan harus diperhatikan.&quot;Kira-kira kalau kita hitung-hitung secara kasar (cadangan nikel) 10-15 tahun. Tapi yang saya bilang tadi, ini sangat dinamis tergantung kegiatan eksplorasi kita, penemuan cadangan baru, kemudian pemanfaatan limonit selain saprolit,&amp;rdquo; tuturnya.
Dia juga menyinggung soal rencana moratorium smelter nikel saat ini masih berbentuk imbauan oleh Menteri ESDM.
&quot;Belum (ada moratorium), baru imbauan saja dari Pak Menteri (Arifin Tasrif) karena memang konsumsi bijih saprolitnya luar biasa. Ini yang harus kita perhatikan. Tapi yang sudah disetujui saya kira tetap jalan ya, terutama yang masih dalam program strategis nasional,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
