<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Dunia Naik, WTI Dibanderol USD81/USD</title><description>Harga minyak dunia naik lebih dari satu dolar per barel pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/30/320/2873633/harga-minyak-dunia-naik-wti-dibanderol-usd81-usd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/30/320/2873633/harga-minyak-dunia-naik-wti-dibanderol-usd81-usd"/><item><title>Harga Minyak Dunia Naik, WTI Dibanderol USD81/USD</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/30/320/2873633/harga-minyak-dunia-naik-wti-dibanderol-usd81-usd</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/30/320/2873633/harga-minyak-dunia-naik-wti-dibanderol-usd81-usd</guid><pubDate>Rabu 30 Agustus 2023 08:15 WIB</pubDate><dc:creator>Nasya Emmanuela Lilipaly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/30/320/2873633/harga-minyak-dunia-naik-wti-dibanderol-usd81-usd-i5YyyKZ0TE.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">harga minyak dunia naik (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/30/320/2873633/harga-minyak-dunia-naik-wti-dibanderol-usd81-usd-i5YyyKZ0TE.jpeg</image><title>harga minyak dunia naik (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wMy8xLzE2NTgxNC81L3g4a21xMjk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Harga minyak dunia naik lebih dari satu dolar per barel pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Harga minyak mentah naik dipicu melemahnya greenback, sementara investor memperdebatkan dampak potensial terhadap pasokan dan permintaan energi dari Badai Idalia yang akan melanda Florida minggu ini.
Dilansir dari Antara, Rabu (30/8/2023), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober terangkat USD1,07 atau 1,3% menjadi USD85,49 per barel di London ICE Futures Exchange.

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Stabil meski Ada Badai Tropis


Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober menguat USD1,06 atau 1,3% menjadi USD81,86 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Indeks dolar AS turun setelah data menunjukkan bahwa lowongan pekerjaan AS, yang merupakan ukuran permintaan tenaga kerja, turun pada Juli. Lemahnya pasar tenaga kerja dapat mendorong Federal Reserve untuk memperlambat kenaikan suku bunga, kata para ahli, dikutip dari Reuters.

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Anjlok 2% di Minggu Ini


Pelemahan greenback membuat harga minyak dalam mata uang dolar lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain, sehingga meningkatkan permintaan.
Harga minyak sedikit menambah kenaikan dalam volume rendah dalam perdagangan pasca-penyelesaian setelah data industri menunjukkan penurunan besar dalam persediaan minyak mentah minggu lalu, menunjukkan permintaan yang kuat.
Stok minyak mentah AS turun sekitar 11,5 juta barel dalam pekan yang  berakhir 25 Agustus, menurut sumber pasar yang mengutip angka American  Petroleum Institute (API) pada Selasa (29/8/2023). Para analis yang  disurvei oleh Reuters sebelum data tersebut memperkirakan penurunan  rata-rata sebesar 3,3 juta barel.
Data stok minyak mentah resmi dari Badan Informasi Energi AS akan dirilis pada Rabu pukul 14.30 GMT.
Sementara itu, Badai Idalia diperkirakan mencapai kekuatan Kategori 3  &amp;ndash; diklasifikasikan sebagai badai besar, dengan kecepatan angin maksimum  setidaknya 111 mph (179 kpj) &amp;ndash; sebelum menghantam Pantai Teluk Florida  pada Rabu dini hari, menurut Pusat Badai Nasional (NHC) yang berbasis di  Miami.
Badai tersebut kemungkinan akan berdampak pada sistem distribusi  bahan bakar dan mempengaruhi konsumsi bahan bakar di wilayah yang  terkena dampak tepat menjelang hari libur federal Hari Buruh pada 4  September, kata analis Mizuho, Robert Yawger.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNS8wMy8xLzE2NTgxNC81L3g4a21xMjk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Harga minyak dunia naik lebih dari satu dolar per barel pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Harga minyak mentah naik dipicu melemahnya greenback, sementara investor memperdebatkan dampak potensial terhadap pasokan dan permintaan energi dari Badai Idalia yang akan melanda Florida minggu ini.
Dilansir dari Antara, Rabu (30/8/2023), minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober terangkat USD1,07 atau 1,3% menjadi USD85,49 per barel di London ICE Futures Exchange.

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Stabil meski Ada Badai Tropis


Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober menguat USD1,06 atau 1,3% menjadi USD81,86 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Indeks dolar AS turun setelah data menunjukkan bahwa lowongan pekerjaan AS, yang merupakan ukuran permintaan tenaga kerja, turun pada Juli. Lemahnya pasar tenaga kerja dapat mendorong Federal Reserve untuk memperlambat kenaikan suku bunga, kata para ahli, dikutip dari Reuters.

BACA JUGA:
Harga Minyak Dunia Anjlok 2% di Minggu Ini


Pelemahan greenback membuat harga minyak dalam mata uang dolar lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain, sehingga meningkatkan permintaan.
Harga minyak sedikit menambah kenaikan dalam volume rendah dalam perdagangan pasca-penyelesaian setelah data industri menunjukkan penurunan besar dalam persediaan minyak mentah minggu lalu, menunjukkan permintaan yang kuat.
Stok minyak mentah AS turun sekitar 11,5 juta barel dalam pekan yang  berakhir 25 Agustus, menurut sumber pasar yang mengutip angka American  Petroleum Institute (API) pada Selasa (29/8/2023). Para analis yang  disurvei oleh Reuters sebelum data tersebut memperkirakan penurunan  rata-rata sebesar 3,3 juta barel.
Data stok minyak mentah resmi dari Badan Informasi Energi AS akan dirilis pada Rabu pukul 14.30 GMT.
Sementara itu, Badai Idalia diperkirakan mencapai kekuatan Kategori 3  &amp;ndash; diklasifikasikan sebagai badai besar, dengan kecepatan angin maksimum  setidaknya 111 mph (179 kpj) &amp;ndash; sebelum menghantam Pantai Teluk Florida  pada Rabu dini hari, menurut Pusat Badai Nasional (NHC) yang berbasis di  Miami.
Badai tersebut kemungkinan akan berdampak pada sistem distribusi  bahan bakar dan mempengaruhi konsumsi bahan bakar di wilayah yang  terkena dampak tepat menjelang hari libur federal Hari Buruh pada 4  September, kata analis Mizuho, Robert Yawger.</content:encoded></item></channel></rss>
