<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertalite Dihapus di 2024, Subsidi Dialihkan ke Pertamax Green 92</title><description>BBM jenis Pertalite dengan Research Oktan Number (RON) bakal dihapus tahun depan atau 2024</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/31/320/2874331/pertalite-dihapus-di-2024-subsidi-dialihkan-ke-pertamax-green-92</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/31/320/2874331/pertalite-dihapus-di-2024-subsidi-dialihkan-ke-pertamax-green-92"/><item><title>Pertalite Dihapus di 2024, Subsidi Dialihkan ke Pertamax Green 92</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/31/320/2874331/pertalite-dihapus-di-2024-subsidi-dialihkan-ke-pertamax-green-92</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/31/320/2874331/pertalite-dihapus-di-2024-subsidi-dialihkan-ke-pertamax-green-92</guid><pubDate>Kamis 31 Agustus 2023 07:51 WIB</pubDate><dc:creator>Azahra Kaulika Irawansyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/31/320/2874331/pertalite-dihapus-di-2024-subsidi-dialihkan-ke-pertamax-green-92-Lbwl52hIRd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertalite Bakal Dihapus di 2024. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/31/320/2874331/pertalite-dihapus-di-2024-subsidi-dialihkan-ke-pertamax-green-92-Lbwl52hIRd.jpg</image><title>Pertalite Bakal Dihapus di 2024. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yNS80LzE2OTY3Ni81L3g4bmd2b2I=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - BBM jenis Pertalite dengan Research Oktan Number (RON) bakal dihapus tahun depan atau 2024. Hal ini karena PT Pertamina (Persero) akan merilis BBM Pertamax Green 92 yang merupakan percampuran antara Pertalite dengan etanol sebanyak 7% sehingga RON semula 90 naik ke 92.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati pun meminta dukungan peluncuran BBM terbaru tersebut ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

BACA JUGA:
Subsidi BBM Dialihkan ke Pertamax Green 92 di 2024, Pertalite Hilang

&quot;Tahun depan hanya akan ada 3 produk Pertamax, yang pertama Pertamax Green 92 dengan campuran RON 90 dengan 7% etanol yang kita sebut E7. Kedua, Pertamax Green 95 yaitu percampuran Pertamax dengan 8 persen etanol, dan ketiga Pertamax Turbo,&quot; kata Nicke, Kamis (31/8/2023).
Berdasarkan aturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan bahwa BBM yang boleh dijual di Indonesia sejatinya paling minim yakni 91.

BACA JUGA:
Dirut Pertamina Buka-bukaan soal Pertamax Green 92, Pertalite Dicampur Etanol 7%

&quot;Jadi itu sudah sangat pas, dari aspek lingkungan. Kedua mandatori bioetanol, bioenergi bisa kita penuhi dan ketiga kita menurunkan impor gasoline,&quot; ujarnya.Hal ini juga selaras dengan investasi di sektor bio energy yang terus meningkat. Apalagi pemeritah telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 20003 tentang Percepatan Swasembada Gula Nasional dan Penyediaan Bioetanol sebagai Bahan Bakar Nabati (Biofuel).
&quot;Jadi kita tentu berharap dari situ ada tambahan supply 1,2 juta kl untuk campuran gasoline ini,&quot; imbuhnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yNS80LzE2OTY3Ni81L3g4bmd2b2I=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - BBM jenis Pertalite dengan Research Oktan Number (RON) bakal dihapus tahun depan atau 2024. Hal ini karena PT Pertamina (Persero) akan merilis BBM Pertamax Green 92 yang merupakan percampuran antara Pertalite dengan etanol sebanyak 7% sehingga RON semula 90 naik ke 92.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati pun meminta dukungan peluncuran BBM terbaru tersebut ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

BACA JUGA:
Subsidi BBM Dialihkan ke Pertamax Green 92 di 2024, Pertalite Hilang

&quot;Tahun depan hanya akan ada 3 produk Pertamax, yang pertama Pertamax Green 92 dengan campuran RON 90 dengan 7% etanol yang kita sebut E7. Kedua, Pertamax Green 95 yaitu percampuran Pertamax dengan 8 persen etanol, dan ketiga Pertamax Turbo,&quot; kata Nicke, Kamis (31/8/2023).
Berdasarkan aturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan bahwa BBM yang boleh dijual di Indonesia sejatinya paling minim yakni 91.

BACA JUGA:
Dirut Pertamina Buka-bukaan soal Pertamax Green 92, Pertalite Dicampur Etanol 7%

&quot;Jadi itu sudah sangat pas, dari aspek lingkungan. Kedua mandatori bioetanol, bioenergi bisa kita penuhi dan ketiga kita menurunkan impor gasoline,&quot; ujarnya.Hal ini juga selaras dengan investasi di sektor bio energy yang terus meningkat. Apalagi pemeritah telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 20003 tentang Percepatan Swasembada Gula Nasional dan Penyediaan Bioetanol sebagai Bahan Bakar Nabati (Biofuel).
&quot;Jadi kita tentu berharap dari situ ada tambahan supply 1,2 juta kl untuk campuran gasoline ini,&quot; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
