<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Pertalite Naik? Menteri ESDM: Belum</title><description>Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memastikan tidak ada kenaikan harga BBM.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/31/320/2874520/harga-pertalite-naik-menteri-esdm-belum</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/31/320/2874520/harga-pertalite-naik-menteri-esdm-belum"/><item><title>Harga Pertalite Naik? Menteri ESDM: Belum</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/31/320/2874520/harga-pertalite-naik-menteri-esdm-belum</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/31/320/2874520/harga-pertalite-naik-menteri-esdm-belum</guid><pubDate>Kamis 31 Agustus 2023 12:30 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/31/320/2874520/harga-pertalite-naik-menteri-esdm-belum-CIstLNsdc0.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Menteri ESDM Arifin Tasrim buka suara soal kenaikan harga Pertalite. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/31/320/2874520/harga-pertalite-naik-menteri-esdm-belum-CIstLNsdc0.JPG</image><title>Menteri ESDM Arifin Tasrim buka suara soal kenaikan harga Pertalite. (Foto: MPI)</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xMy8xLzE2NTIwMi81L3g4azFsanY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memastikan tidak ada kenaikan harga BBM tertentu (JBT) atau BBM bersubsidi dan Jenis BBM Khusus Penugasa (JBKP) atau Pertalite.

Hal itu diungkapkannya merespon pernyataan salah satu Anggota DPR Komisi VII DPR RI yaitu Mulyanto terkait adanya pernyataan salah satu Menteri Joko Widodo (Jokowi) yang memberikan sinyal kenaikan harga BBM subsidi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Masih Kajian, Ini Keuntungan Pertalite Jadi Pertamax Green 92&amp;nbsp;

Menurut Mulyanto, hal itulah yang belakangan ini membuat masyarakat resah.

&quot;Saya tidak panjang lebar, karena sangat penting ingin memastikan pak menteri ada atau tidaknya rencana kenaikan bbm subsidi? Karena ada menteri yang saya baca yang bukan bidang tugasnya menyatakan akan ada kenaikan? Nah ini buat masyarakat resah.Saya  izin ingin interaktif ke Pak Menteri, apakah ada rencana atau tidak?,&quot; kata Mulyanto, Kamis (31/8/2023).

Menanggapi hal itu, Arifin pun mengungkapkan bahwa belum ada rencana hal tersebut.

&quot;Belum ada itu,&quot; tegas Arifin.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Dirut Pertamina Buka-bukaan soal Pertamax Green 92, Pertalite Dicampur Etanol 7%

Sementara itu ramai diberitakan sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widywati mengungkapkan tengah mengkaji untuk melakukan penghapusan BBM jenis Pertalite di 2024 dengan meningkatkan kadar oktan BBM subsidi dengan nilai oktan (RON) 90 itu menjadi RON 92.

Dikatakannya, hal itu dilakukan dengan cara mencampurkan Pertalite dengan Ethanol 7% (E7) sehingga menjadi Pertamax Green 92.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pertamax Jadi BBM Subsidi? Stafsus Erick Thohir: Kita Ikut Saja


Namun, Nicke mengatakan kajian yang dinamakan Program Langit Biru Tahap 2 tersebut masih dilakukan secara internal dan belum diputuskan.



&amp;ldquo;Program tersebut merupakan hasil kajian internal Pertamina, belum ada keputusan apapun dari pemerintah. Tentu ini akan kami usulkan dan akan kami bahas lebih lanjut,&amp;rdquo; kata Nicke dalam pernyataan pers yang dikeluarkan Pertamina siang ini.



Dia menuturkan bahwa kajian itu dilakukan untuk menghasilkan kualitas BBM yang lebih baik.



Apalagi bahan bakar dengan kadar oktan yang lebih tinggi tentu akan semakin ramah lingkungan.</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xMy8xLzE2NTIwMi81L3g4azFsanY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memastikan tidak ada kenaikan harga BBM tertentu (JBT) atau BBM bersubsidi dan Jenis BBM Khusus Penugasa (JBKP) atau Pertalite.

Hal itu diungkapkannya merespon pernyataan salah satu Anggota DPR Komisi VII DPR RI yaitu Mulyanto terkait adanya pernyataan salah satu Menteri Joko Widodo (Jokowi) yang memberikan sinyal kenaikan harga BBM subsidi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Masih Kajian, Ini Keuntungan Pertalite Jadi Pertamax Green 92&amp;nbsp;

Menurut Mulyanto, hal itulah yang belakangan ini membuat masyarakat resah.

&quot;Saya tidak panjang lebar, karena sangat penting ingin memastikan pak menteri ada atau tidaknya rencana kenaikan bbm subsidi? Karena ada menteri yang saya baca yang bukan bidang tugasnya menyatakan akan ada kenaikan? Nah ini buat masyarakat resah.Saya  izin ingin interaktif ke Pak Menteri, apakah ada rencana atau tidak?,&quot; kata Mulyanto, Kamis (31/8/2023).

Menanggapi hal itu, Arifin pun mengungkapkan bahwa belum ada rencana hal tersebut.

&quot;Belum ada itu,&quot; tegas Arifin.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Dirut Pertamina Buka-bukaan soal Pertamax Green 92, Pertalite Dicampur Etanol 7%

Sementara itu ramai diberitakan sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widywati mengungkapkan tengah mengkaji untuk melakukan penghapusan BBM jenis Pertalite di 2024 dengan meningkatkan kadar oktan BBM subsidi dengan nilai oktan (RON) 90 itu menjadi RON 92.

Dikatakannya, hal itu dilakukan dengan cara mencampurkan Pertalite dengan Ethanol 7% (E7) sehingga menjadi Pertamax Green 92.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pertamax Jadi BBM Subsidi? Stafsus Erick Thohir: Kita Ikut Saja


Namun, Nicke mengatakan kajian yang dinamakan Program Langit Biru Tahap 2 tersebut masih dilakukan secara internal dan belum diputuskan.



&amp;ldquo;Program tersebut merupakan hasil kajian internal Pertamina, belum ada keputusan apapun dari pemerintah. Tentu ini akan kami usulkan dan akan kami bahas lebih lanjut,&amp;rdquo; kata Nicke dalam pernyataan pers yang dikeluarkan Pertamina siang ini.



Dia menuturkan bahwa kajian itu dilakukan untuk menghasilkan kualitas BBM yang lebih baik.



Apalagi bahan bakar dengan kadar oktan yang lebih tinggi tentu akan semakin ramah lingkungan.</content:encoded></item></channel></rss>
