<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harapan Clarissa Tanoesoedibjo dalam Perkembangan Industri Video Streaming RI</title><description>Indonesia merupakan salah satu pasar video paling kompetitif di Asia dan dengan persaingan layanan streaming lokal</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/31/320/2874559/harapan-clarissa-tanoesoedibjo-dalam-perkembangan-industri-video-streaming-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/31/320/2874559/harapan-clarissa-tanoesoedibjo-dalam-perkembangan-industri-video-streaming-ri"/><item><title>Harapan Clarissa Tanoesoedibjo dalam Perkembangan Industri Video Streaming RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/31/320/2874559/harapan-clarissa-tanoesoedibjo-dalam-perkembangan-industri-video-streaming-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/31/320/2874559/harapan-clarissa-tanoesoedibjo-dalam-perkembangan-industri-video-streaming-ri</guid><pubDate>Kamis 31 Agustus 2023 13:26 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/31/320/2874559/harapan-clarissa-tanoesoedibjo-dalam-perkembangan-industri-video-streaming-ri-FThBpojooy.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Director Vision+ Clarissa Tanoesoedibjo. (Foto: Okezone.com/MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/31/320/2874559/harapan-clarissa-tanoesoedibjo-dalam-perkembangan-industri-video-streaming-ri-FThBpojooy.jfif</image><title>Director Vision+ Clarissa Tanoesoedibjo. (Foto: Okezone.com/MPI)</title></images><description>JAKARTA - Industri video streaming di Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar. Asia Video Industry Association (AVIA) juga meyakini bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar video paling kompetitif di Asia dan dengan persaingan layanan streaming lokal, regional, dan global meskipun ada tantangan ekonomi juga politik.
Managing Director Vision+ Clarissa Tanoesoedibjo mengatakan, acara tahunan AVIA diharapkan terus berjalan seiring pertumbuhan industri digital di global bahkan Indonesia yang akan jadi pasar terbesar di Asia Tenggara.

BACA JUGA:
Vision+ Ungkap Besarnya Pasar Video Streaming di Indonesia&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Harapan saya ke depannya supaya ini berjalan terus, 3-5 tahun ke depan karena memang hot-hotnya di industri streaming di Indonesia dan semoga semua pemain bisa lebih melihat keluasan juga opportunity dalam Indonesia untuk bisa membesarkan video streaming dalam negaranya,&quot; ungkap saat ditemui usai menjadi pembicara di acara AVIA Indonesia in View, di Park Hyatt Jakarta, Kamis (31/8/2023).
Menurut Clarissa, event yang dibawa oleh CEO dari AVIA, Louis Boswell sendiri memang diselenggarakan setiap tahun di beberapa negara yang berbeda. Indonesia selalu dipilih karena peluang pasar yang besar.

BACA JUGA:
Anniversary ke-14 Tokopedia, Vision+ Hadirkan Promo hingga 80%

&quot;Cuma karena negara Indonesia ini banyak peminatnya dan memang banyak pemain yang ingin masuk ke Indonesia mereka mengadakan setiap tahun di Indonesia,&quot; kata Clarissa.
Meski ada tantangan pembajakan, 94% konsumen Indonesia percaya bahwa pembajakan online mempunyai konsekuensi negatif, persentase terbesar di kawasan ini, dengan dampak negatif terbesar yang dirasakan terhadap industri kreatif.Sebagai pemain dalam industri video streaming, lanjut Clarissa, Vision+ dari MNC Group bisa dibilang cukup berkembang dalam segi industri dan bisnis dalam media ini. Vision+ menurut Clarissa adalah salah satu pemain leading di dalam industri dengan beberapa pemain lain.
&quot;Ini adalah sebuah event yang memberikan kami sebuah insight, bukan cuma insight tapi juga relationship yang lebih luas lagi untuk kami bisa berpartner dengan mitra di luar Indonesia,&quot; kata Clarissa.</description><content:encoded>JAKARTA - Industri video streaming di Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar. Asia Video Industry Association (AVIA) juga meyakini bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar video paling kompetitif di Asia dan dengan persaingan layanan streaming lokal, regional, dan global meskipun ada tantangan ekonomi juga politik.
Managing Director Vision+ Clarissa Tanoesoedibjo mengatakan, acara tahunan AVIA diharapkan terus berjalan seiring pertumbuhan industri digital di global bahkan Indonesia yang akan jadi pasar terbesar di Asia Tenggara.

BACA JUGA:
Vision+ Ungkap Besarnya Pasar Video Streaming di Indonesia&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Harapan saya ke depannya supaya ini berjalan terus, 3-5 tahun ke depan karena memang hot-hotnya di industri streaming di Indonesia dan semoga semua pemain bisa lebih melihat keluasan juga opportunity dalam Indonesia untuk bisa membesarkan video streaming dalam negaranya,&quot; ungkap saat ditemui usai menjadi pembicara di acara AVIA Indonesia in View, di Park Hyatt Jakarta, Kamis (31/8/2023).
Menurut Clarissa, event yang dibawa oleh CEO dari AVIA, Louis Boswell sendiri memang diselenggarakan setiap tahun di beberapa negara yang berbeda. Indonesia selalu dipilih karena peluang pasar yang besar.

BACA JUGA:
Anniversary ke-14 Tokopedia, Vision+ Hadirkan Promo hingga 80%

&quot;Cuma karena negara Indonesia ini banyak peminatnya dan memang banyak pemain yang ingin masuk ke Indonesia mereka mengadakan setiap tahun di Indonesia,&quot; kata Clarissa.
Meski ada tantangan pembajakan, 94% konsumen Indonesia percaya bahwa pembajakan online mempunyai konsekuensi negatif, persentase terbesar di kawasan ini, dengan dampak negatif terbesar yang dirasakan terhadap industri kreatif.Sebagai pemain dalam industri video streaming, lanjut Clarissa, Vision+ dari MNC Group bisa dibilang cukup berkembang dalam segi industri dan bisnis dalam media ini. Vision+ menurut Clarissa adalah salah satu pemain leading di dalam industri dengan beberapa pemain lain.
&quot;Ini adalah sebuah event yang memberikan kami sebuah insight, bukan cuma insight tapi juga relationship yang lebih luas lagi untuk kami bisa berpartner dengan mitra di luar Indonesia,&quot; kata Clarissa.</content:encoded></item></channel></rss>
