<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir: Garuda Tetap Premium, Hanya Citilink-Pelita Air yang Merger</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan merger tidak akan dilakukan pada Garuda Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/31/320/2874657/erick-thohir-garuda-tetap-premium-hanya-citilink-pelita-air-yang-merger</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/31/320/2874657/erick-thohir-garuda-tetap-premium-hanya-citilink-pelita-air-yang-merger"/><item><title>Erick Thohir: Garuda Tetap Premium, Hanya Citilink-Pelita Air yang Merger</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/31/320/2874657/erick-thohir-garuda-tetap-premium-hanya-citilink-pelita-air-yang-merger</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/31/320/2874657/erick-thohir-garuda-tetap-premium-hanya-citilink-pelita-air-yang-merger</guid><pubDate>Kamis 31 Agustus 2023 15:22 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/31/320/2874657/erick-thohir-garuda-tetap-premium-hanya-citilink-pelita-air-yang-merger-X9NWSU9EK7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Erick Thohir tegaskan hanya Citilink dan Pelita Air yang merger (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/31/320/2874657/erick-thohir-garuda-tetap-premium-hanya-citilink-pelita-air-yang-merger-X9NWSU9EK7.jpg</image><title>Erick Thohir tegaskan hanya Citilink dan Pelita Air yang merger (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMC80LzE2OTQ1My81L3g4bmNrY2M=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan merger tidak akan dilakukan pada Garuda Indonesia. Maskapai Garuda Indonesia akan tetap menjadi penerbangan kelas premium.
Dia mengatakan, merger hanya dilakukan pada Citilink Indonesia dan Pelita Air Service (PAS). Padahal, dalam pernyataan awal PT Garuda Indonesia Tbk, juga masuk dalam aksi konsolidasi tersebut.

BACA JUGA:
Rencana Merger Garuda Indonesia, Citilink dan Pelita Air Bisa Bikin Harga Tiket Pesawat Turun?


Proses peleburan dua maskapai penerbangan nasional itu ditargetkan terealisasi pada tahun ini atau awal tahun depan.
&quot;Garuda tetap di premium, lalu Citilink sama Pelita merger, tapi kita lihat pembukuannya seperti apa, kalau bisa tahun ini, ya tahun ini, kalau tidak awal tahun depan,&quot; ujar Erick saat ditemui di kawasan DPR RI, Kamis (31/8/2023).

BACA JUGA:
Rencana Merger Garuda Indonesia-Citilink dan Pelita Air, Alvin Lie: Harus Tahu Dulu Sakitnya Apa


Tahapan merger saat ini sudah mencapai 30% dan terus digodok Kementerian BUMN, termasuk konsolidasi pembukuan keuangan kedua maskapai.
&quot;Ya sudah, kalau detail nanti ada lawyer, ada. Baru 30% (prosesnya) baru kajian,&quot; katanya.
Citilink Indonesia merupakan anak perusahaan Garuda Indonesia dengan kepemilikan saham sebesar 67%. Dan 33% lainnya dikantongi PT Aerowisata.
Adapun komposisi pemegang saham Garuda Indonesia pasca tuntasnya proses restrukturisasi utang pada akhir tahun lalu, 64,54% dimiliki pemerintah, 7,99% Trans Airways, 7,99% publik, dan 4,83% kreditor.
Sementara saham pengendali atas Pelita Air dimiliki PT Pertamina  (Persero), selaku BUMN di sektor minyak dan gas bumi (migas). Pelita  merupakan anak usaha Pertamina yang bergerak di sektor penerbangan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMC80LzE2OTQ1My81L3g4bmNrY2M=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan merger tidak akan dilakukan pada Garuda Indonesia. Maskapai Garuda Indonesia akan tetap menjadi penerbangan kelas premium.
Dia mengatakan, merger hanya dilakukan pada Citilink Indonesia dan Pelita Air Service (PAS). Padahal, dalam pernyataan awal PT Garuda Indonesia Tbk, juga masuk dalam aksi konsolidasi tersebut.

BACA JUGA:
Rencana Merger Garuda Indonesia, Citilink dan Pelita Air Bisa Bikin Harga Tiket Pesawat Turun?


Proses peleburan dua maskapai penerbangan nasional itu ditargetkan terealisasi pada tahun ini atau awal tahun depan.
&quot;Garuda tetap di premium, lalu Citilink sama Pelita merger, tapi kita lihat pembukuannya seperti apa, kalau bisa tahun ini, ya tahun ini, kalau tidak awal tahun depan,&quot; ujar Erick saat ditemui di kawasan DPR RI, Kamis (31/8/2023).

BACA JUGA:
Rencana Merger Garuda Indonesia-Citilink dan Pelita Air, Alvin Lie: Harus Tahu Dulu Sakitnya Apa


Tahapan merger saat ini sudah mencapai 30% dan terus digodok Kementerian BUMN, termasuk konsolidasi pembukuan keuangan kedua maskapai.
&quot;Ya sudah, kalau detail nanti ada lawyer, ada. Baru 30% (prosesnya) baru kajian,&quot; katanya.
Citilink Indonesia merupakan anak perusahaan Garuda Indonesia dengan kepemilikan saham sebesar 67%. Dan 33% lainnya dikantongi PT Aerowisata.
Adapun komposisi pemegang saham Garuda Indonesia pasca tuntasnya proses restrukturisasi utang pada akhir tahun lalu, 64,54% dimiliki pemerintah, 7,99% Trans Airways, 7,99% publik, dan 4,83% kreditor.
Sementara saham pengendali atas Pelita Air dimiliki PT Pertamina  (Persero), selaku BUMN di sektor minyak dan gas bumi (migas). Pelita  merupakan anak usaha Pertamina yang bergerak di sektor penerbangan.</content:encoded></item></channel></rss>
