<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Jokowi Belum Tahu Pertalite Bakal Diganti Pertamax Green 92</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku bahwa dirinya belum mengetahui informasi terkait adanya rencana PT Pertamina (Persero).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/31/320/2874684/presiden-jokowi-belum-tahu-pertalite-bakal-diganti-pertamax-green-92</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/31/320/2874684/presiden-jokowi-belum-tahu-pertalite-bakal-diganti-pertamax-green-92"/><item><title>Presiden Jokowi Belum Tahu Pertalite Bakal Diganti Pertamax Green 92</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/31/320/2874684/presiden-jokowi-belum-tahu-pertalite-bakal-diganti-pertamax-green-92</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/31/320/2874684/presiden-jokowi-belum-tahu-pertalite-bakal-diganti-pertamax-green-92</guid><pubDate>Kamis 31 Agustus 2023 15:54 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/31/320/2874684/presiden-jokowi-belum-tahu-pertalite-bakal-diganti-pertamax-green-92-K4rrkjRdNV.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi belum mengetahui rencana Pertamina ubah Pertalite jadi Pertamax Green 92. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/31/320/2874684/presiden-jokowi-belum-tahu-pertalite-bakal-diganti-pertamax-green-92-K4rrkjRdNV.JPG</image><title>Presiden Jokowi belum mengetahui rencana Pertamina ubah Pertalite jadi Pertamax Green 92. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yNS80LzE2OTY3Ni81L3g4bmd2b2I=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku bahwa dirinya belum mengetahui informasi terkait adanya rencana PT Pertamina (Persero) yang akan mengubah BBM Subsidi RON 90 atau Pertalite menjadi RON 92 atau Pertamad Green 92.

&quot;Belum tahu, belum dapat infomasinya,&quot; kata Jokowi seusai membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Hipmi ke-XVIII di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (31/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Masih Kajian, Ini Keuntungan Pertalite Jadi Pertamax Green 92&amp;nbsp;

Adapun saat ini Pertamina tengah mengkaji untuk meningkatkan kadar oktan BBM Subsidi RON 90 menjadi RON 92.

Hal tersebut dilakukan dengan mencampur Pertalite dengan Ethanol 7% sehingga menjadi Pertamax Green 92.

Namun, kajian yang dinamakan Program Langit Biru Tahap 2 tersebut masih dilakukan secara internal dan belum diputuskan.
&amp;ldquo;Program tersebut merupakan hasil kajian internal Pertamina, belum ada keputusan apapun dari pemerintah. Tentu ini akan kami usulkan dan akan kami bahas lebih lanjut,&amp;rdquo; kata Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu, 30 Agustus 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Dirut Pertamina Buka-bukaan soal Pertamax Green 92, Pertalite Dicampur Etanol 7%

Nicke menambahkan, jika nanti usulan tersebut dapat dibahas dan menjadi program pemerintah, harganya pun tentu akan diatur oleh pemerintah.

&amp;ldquo;Tidak mungkin Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) harganya diserahkan ke pasar karena ada mekanisme subsidi dan kompensasi di dalamnya,&amp;rdquo; terang Nicke.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pertalite Dibatasi dan Pertamax Disubsidi? Ini Kata Menteri ESDM


Kajian tersebut menurut Nicke, dilakukan untuk menghasilkan kualitas BBM yang lebih baik, karena bahan bakar dengan kadar oktan yang lebih tinggi tentu akan semakin ramah lingkungan.



&amp;ldquo;Kalau misalnya dengan harga yang sama, tapi masyarakat mendapatkan yang lebih baik, dengan octan number lebih baik, sehingga untuk mesin juga lebih baik, sehingga emisi juga bisa menurun. Namun ini baru usulan sehingga tidak untuk menjadi perdebatan,&amp;rdquo; jelas Nicke.



Nicke menegaskan, Program Langit Biru Tahap 2 ini masih merupakan kajian internal di Pertamina. Untuk implementasinya, akan diusulkan kepada pemerintah, dan nantinya akan jadi kewenangan pemerintah untuk memutuskan.



Pertamina sebagai pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG&amp;rsquo;s). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social &amp;amp; Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yNS80LzE2OTY3Ni81L3g4bmd2b2I=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku bahwa dirinya belum mengetahui informasi terkait adanya rencana PT Pertamina (Persero) yang akan mengubah BBM Subsidi RON 90 atau Pertalite menjadi RON 92 atau Pertamad Green 92.

&quot;Belum tahu, belum dapat infomasinya,&quot; kata Jokowi seusai membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Hipmi ke-XVIII di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (31/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Masih Kajian, Ini Keuntungan Pertalite Jadi Pertamax Green 92&amp;nbsp;

Adapun saat ini Pertamina tengah mengkaji untuk meningkatkan kadar oktan BBM Subsidi RON 90 menjadi RON 92.

Hal tersebut dilakukan dengan mencampur Pertalite dengan Ethanol 7% sehingga menjadi Pertamax Green 92.

Namun, kajian yang dinamakan Program Langit Biru Tahap 2 tersebut masih dilakukan secara internal dan belum diputuskan.
&amp;ldquo;Program tersebut merupakan hasil kajian internal Pertamina, belum ada keputusan apapun dari pemerintah. Tentu ini akan kami usulkan dan akan kami bahas lebih lanjut,&amp;rdquo; kata Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu, 30 Agustus 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Dirut Pertamina Buka-bukaan soal Pertamax Green 92, Pertalite Dicampur Etanol 7%

Nicke menambahkan, jika nanti usulan tersebut dapat dibahas dan menjadi program pemerintah, harganya pun tentu akan diatur oleh pemerintah.

&amp;ldquo;Tidak mungkin Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) harganya diserahkan ke pasar karena ada mekanisme subsidi dan kompensasi di dalamnya,&amp;rdquo; terang Nicke.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pertalite Dibatasi dan Pertamax Disubsidi? Ini Kata Menteri ESDM


Kajian tersebut menurut Nicke, dilakukan untuk menghasilkan kualitas BBM yang lebih baik, karena bahan bakar dengan kadar oktan yang lebih tinggi tentu akan semakin ramah lingkungan.



&amp;ldquo;Kalau misalnya dengan harga yang sama, tapi masyarakat mendapatkan yang lebih baik, dengan octan number lebih baik, sehingga untuk mesin juga lebih baik, sehingga emisi juga bisa menurun. Namun ini baru usulan sehingga tidak untuk menjadi perdebatan,&amp;rdquo; jelas Nicke.



Nicke menegaskan, Program Langit Biru Tahap 2 ini masih merupakan kajian internal di Pertamina. Untuk implementasinya, akan diusulkan kepada pemerintah, dan nantinya akan jadi kewenangan pemerintah untuk memutuskan.



Pertamina sebagai pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG&amp;rsquo;s). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social &amp;amp; Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.</content:encoded></item></channel></rss>
