<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Merger BUMN Galangan Kapal, Ini Alasan Erick Thohir</title><description>Perusahaan BUMN di sektor galangan kapal yang dinaungi PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA akan digabungkan alias merger.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/31/320/2874815/merger-bumn-galangan-kapal-ini-alasan-erick-thohir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/08/31/320/2874815/merger-bumn-galangan-kapal-ini-alasan-erick-thohir"/><item><title>Merger BUMN Galangan Kapal, Ini Alasan Erick Thohir</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/08/31/320/2874815/merger-bumn-galangan-kapal-ini-alasan-erick-thohir</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/08/31/320/2874815/merger-bumn-galangan-kapal-ini-alasan-erick-thohir</guid><pubDate>Kamis 31 Agustus 2023 18:20 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/31/320/2874815/merger-bumn-galangan-kapal-ini-alasan-erick-thohir-EImnRLl3s1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir soal merger BUMN galangan kapal. (Foto: Kementerian BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/31/320/2874815/merger-bumn-galangan-kapal-ini-alasan-erick-thohir-EImnRLl3s1.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir soal merger BUMN galangan kapal. (Foto: Kementerian BUMN)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMC80LzE2OTQ1My81L3g4bmNrY2M=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Perusahaan BUMN di sektor galangan kapal yang dinaungi PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA akan digabungkan alias merger. Aksi korporasi ini dipandang perlu untuk memenuhi kebutuhan kapal di Tanah Air.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan, pihaknya akan memperluas kapasitas produksi dan keahlian galangan kapal. Sehingga, proses merger harus dilakukan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Realisasi Anggaran Kementerian BUMN Capai Rp146,31 Miliar, Erick Thohir Ungkap Program Prioritasnya

Dia mencatat, Holding BUMN Pertahanan atau Defend Id hingga PT Pertamina (Persero) memerlukan kapal untuk operasional bisnisnya.

&quot;Itukan di bawa PPA Danareksa ada beberapa galangan kapal, kita merger, kita tingkatkan produksi dan expertise-nya, apalagi kan ada industri pertahanan perlu kapal, Pertamina perlu kapal, jadi kita coba sehatkan semua,&quot; ujar Erick saat ditemui di DPR RI, Kamis (31/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

LRT Jabodebek Resmi Beroperasi, Erick Thohir Bahas Kontribusi Besar BUMN

Tercatat, ada tiga BUMN galangan kapal yang masuk dalam klaster industri manufaktur (KIM). Ketiganya adalah PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero), PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) serta PT Industri Kapal Indonesia (Persero).

Erick sendiri sudah menyampaikan rencana tersebut ke Komisi VI DPR RI saat rapat dengar pendapat (RDP).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bentuk Aliansi Lebih Baik Dibanding Merger Garuda Indonesia-Citilink dan Pelita Air, Ini Alasannya


Menururnya, merger menjadi fokus Kementerian BUMN saat ini. Karena itu, pihaknya membutuhkan anggaran lebih agar bisa merealisasikan target tersebut.



&quot;Ini prioritas yang akan kita lakukan, di mana ada dana untuk pengembangan BUMN di berbagai sektor, peningkatan tata kelola dan manajemen risiko BUMN,&quot; katanya.



Di luar merger BUMN galangan kapal, program lain yang akan dijalankan terdiri dari restrukturisasi BUMN Karya, Holding BUMN Pertahanan (Defend id), monitoring penugasan BUMN berupa pembangunan infrastruktur, minerba, pangan, pariwisata, dan sektor lain.



Lalu dukungan konsolidasi Holding Danareksa, BUMN Farmasi, Kehutanan, dan juga Manufaktur. Kemudian, pengelolaan TJSL BUMN, inventarisir aset bermasalah di BUMN yang sedang dirapikan saat ini.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMC80LzE2OTQ1My81L3g4bmNrY2M=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Perusahaan BUMN di sektor galangan kapal yang dinaungi PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA akan digabungkan alias merger. Aksi korporasi ini dipandang perlu untuk memenuhi kebutuhan kapal di Tanah Air.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan, pihaknya akan memperluas kapasitas produksi dan keahlian galangan kapal. Sehingga, proses merger harus dilakukan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Realisasi Anggaran Kementerian BUMN Capai Rp146,31 Miliar, Erick Thohir Ungkap Program Prioritasnya

Dia mencatat, Holding BUMN Pertahanan atau Defend Id hingga PT Pertamina (Persero) memerlukan kapal untuk operasional bisnisnya.

&quot;Itukan di bawa PPA Danareksa ada beberapa galangan kapal, kita merger, kita tingkatkan produksi dan expertise-nya, apalagi kan ada industri pertahanan perlu kapal, Pertamina perlu kapal, jadi kita coba sehatkan semua,&quot; ujar Erick saat ditemui di DPR RI, Kamis (31/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

LRT Jabodebek Resmi Beroperasi, Erick Thohir Bahas Kontribusi Besar BUMN

Tercatat, ada tiga BUMN galangan kapal yang masuk dalam klaster industri manufaktur (KIM). Ketiganya adalah PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero), PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) serta PT Industri Kapal Indonesia (Persero).

Erick sendiri sudah menyampaikan rencana tersebut ke Komisi VI DPR RI saat rapat dengar pendapat (RDP).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bentuk Aliansi Lebih Baik Dibanding Merger Garuda Indonesia-Citilink dan Pelita Air, Ini Alasannya


Menururnya, merger menjadi fokus Kementerian BUMN saat ini. Karena itu, pihaknya membutuhkan anggaran lebih agar bisa merealisasikan target tersebut.



&quot;Ini prioritas yang akan kita lakukan, di mana ada dana untuk pengembangan BUMN di berbagai sektor, peningkatan tata kelola dan manajemen risiko BUMN,&quot; katanya.



Di luar merger BUMN galangan kapal, program lain yang akan dijalankan terdiri dari restrukturisasi BUMN Karya, Holding BUMN Pertahanan (Defend id), monitoring penugasan BUMN berupa pembangunan infrastruktur, minerba, pangan, pariwisata, dan sektor lain.



Lalu dukungan konsolidasi Holding Danareksa, BUMN Farmasi, Kehutanan, dan juga Manufaktur. Kemudian, pengelolaan TJSL BUMN, inventarisir aset bermasalah di BUMN yang sedang dirapikan saat ini.</content:encoded></item></channel></rss>
